RADARSOLO.COM - Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 tahun 2026 masih berjalan hingga penghujung Mei.
Di tengah proses pencairan bantuan rapelan senilai Rp600 ribu ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai rutin memantau status bantuan secara mandiri melalui layanan digital resmi pemerintah.
Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini menyediakan dua sarana utama untuk mengecek bansos PKH dan BPNT 2026, yaitu melalui aplikasi Cek Bansos di Android serta situs resmi cekbansos.kemensos.go.id yang dapat diakses lewat browser di ponsel.
Meski memiliki fungsi serupa untuk memantau status bantuan, kedua layanan tersebut ternyata mempunyai sejumlah perbedaan penting.
1. Perbedaan Cara Akses dan Penggunaan Memori HP
Aplikasi Cek Bansos
Pengguna aplikasi resmi Cek Bansos diwajibkan mengunduh aplikasi terlebih dahulu melalui Google Play Store.
Karena berbentuk aplikasi APK, layanan ini memerlukan ruang penyimpanan tambahan di perangkat.
Bagi pengguna dengan kapasitas memori terbatas, terutama lansia atau pemilik ponsel spesifikasi rendah, aplikasi terkadang terasa lambat hingga mengalami force close.
Website cekbansos.kemensos.go.id
Berbeda dengan aplikasi, layanan versi website dinilai lebih ringan dan praktis digunakan.
KPM hanya perlu membuka browser seperti Google Chrome atau Safari, lalu masuk ke laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Metode ini tidak memerlukan proses instalasi sehingga lebih hemat memori maupun kuota internet.
2. Perbedaan Fitur dan Layanan
Kelebihan Aplikasi Cek Bansos
Versi aplikasi menyediakan fitur yang lebih lengkap. Setelah pengguna membuat akun dan melakukan verifikasi identitas menggunakan e-KTP, tersedia berbagai menu tambahan yang interaktif.
Salah satu fitur unggulannya adalah menu Usul dan Sanggah.
Lewat fitur tersebut, masyarakat bisa mengusulkan warga kurang mampu yang belum menerima bansos atau melaporkan penerima bantuan yang dianggap tidak tepat sasaran.
Kelebihan Website Resmi Kemensos
Sementara itu, website cek bansos hanya difungsikan untuk mengecek status pencairan bantuan.
Pengguna tidak perlu membuat akun ataupun melakukan verifikasi wajah. Cukup memasukkan nama lengkap serta wilayah domisili sesuai KTP, sistem akan langsung menampilkan data penerima bansos.
Namun, layanan website tidak menyediakan fitur pengajuan usulan maupun sanggahan data penerima bantuan.
3. Stabilitas Server dan Update Data
Menjelang pergantian bulan Juni 2026, jumlah masyarakat yang mengakses layanan cek bansos meningkat cukup tinggi. Lonjakan pengguna ini turut memengaruhi performa sistem.
Website Lebih Stabil Saat Trafik Padat
Ketika server Kemensos dipenuhi akses pengguna, layanan website umumnya lebih stabil dibanding aplikasi.
Proses loading data juga terasa lebih cepat karena pengguna tidak perlu login akun maupun melakukan sinkronisasi data.
Aplikasi Menampilkan Informasi Lebih Lengkap
Meski terkadang mengalami keterlambatan saat trafik tinggi, aplikasi Cek Bansos memiliki keunggulan dalam menampilkan data keluarga secara lebih detail.
Informasi seperti jumlah anak sekolah, komponen lansia, hingga status bantuan PKH dalam satu keluarga bisa terlihat lebih rinci dan personal.
Mana yang Lebih Tepat untuk Digunakan?
Bagi masyarakat yang hanya ingin mengecek status pencairan bansos PKH atau BPNT Rp600 ribu, akses melalui website cekbansos.kemensos.go.id menjadi pilihan yang lebih cepat dan praktis.
Namun, jika ingin memantau bantuan secara berkala, memperbarui data keluarga, atau mengusulkan penerima bansos baru, maka aplikasi Cek Bansos dinilai lebih cocok digunakan.
Kemensos juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap tautan palsu maupun aplikasi tiruan yang mengatasnamakan layanan cek bansos.
Warga diminta hanya memakai kanal resmi untuk menghindari penipuan maupun risiko pembobolan rekening KKS.
Editor : Nur Pramudito