Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Klik Tombol Bantuan Menkeu Purbaya untuk 100 Orang Pertama di TikTok, Cek Faktanya di Link Resmi Berikut!

Syahaamah Fikria • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:43 WIB
Viral di TikTok Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bagi-bagi bantuan untuk 100 orang tercepat, hanya hoaks.
Viral di TikTok Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bagi-bagi bantuan untuk 100 orang tercepat, hanya hoaks.

RADARSOLO.COM – Jagat media sosial TikTok baru-baru ini digegerkan oleh peredaran sebuah unggahan video yang menarasikan adanya bagi-bagi bantuan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. 

Video tersebut mengklaim bahwa Menkeu Purbaya, tengah mencari 100 warga tercepat untuk diberikan bantuan dana tunai. 

Syarat yang diajukan pun tergolong sangat mudah, yakni netizen hanya diminta memviralkan tayangan tersebut serta menekan atau klik seluruh tombol interaksi yang tersedia pada video.

Baca Juga: Usut Kematian Warga Desa Sindon Boyolali Diduga setelah Makan Kiriman Sate Ayam, Polres Boyolali Periksa 8 Orang Saksi, Siapa Saja?

Lantas, benarkah Bendahara Negara sedang mengadakan program bagi-bagi duit secara cuma-cuma di media sosial?

Setelah dilakukan penelusuran mendalam, klaim yang menyebutkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mencari 100 orang pertama untuk diberi bantuan modal lewat klik tombol di TikTok adalah berita bohong atau hoaks. 

Rekaman yang beredar luas tersebut dipastikan sebagai produk manipulasi digital yang sengaja disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan modus penipuan.

Baca Juga: Profil Lengkap Dino Patti Djalal: Karier di Kementerian Luar Negeri Sejak Seskab Teddy Belum Lahir, Kini Malah Dikatai Wamenlu 3 Bulan

Bagi yang melihat atau sempat berinteraksi dengan unggahan tersebut, berikut adalah bedah fakta resmi dari Kementerian Keuangan serta lembaga cek fakta kredibel.

Indikasi Kuat Rekayasa AI Deepfake

Modus operandi yang digunakan dalam video hoaks ini tergolong rapi karena memanfaatkan kemajuan teknologi modern untuk mengelabui penonton. 

Hal itu ditegaskan Kementerian Keuangan melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dalam pernyataan tertulis di laman resminya. 

PPID mengategorikan video bagi-bagi hadiah itu sebagai materi deepfake AI.

Di mana wajah dan suara pejabat publik direkayasa sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah asli.

Imbauan Kementerian Keuangan untuk Masyarakat

Pemerintah meminta masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming hadiah instan yang mencatut nama pimpinan lembaga negara.

"Harap berhati-hati terhadap berbagai penipuan yang mengatasnamakan pejabat/pegawai Kementerian Keuangan," tulis perwakilan Biro Komunikasi Kemenkeu dalam keterangannya.

Baca Juga: Melampaui Target, Realisasi Pendapatan Daerah Wonogiri Tahun 2025 Capai Rp2,454 Triliun

Apabila masyarakat menemukan kejanggalan, indikasi hoaks, atau upaya penipuan siber yang mengatasnamakan keuangan negara, Kemenkeu menyediakan jalur pengaduan resmi melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME. 

Publik dapat melaporkannya secara langsung melalui:

Saluran Telepon: 134

Surat Elektronik (Email): kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id

Situs Web Resmi: Menu "Hubungi Kami" pada laman www.kemenkeu.go.id

Kanal Informasi Resmi Kemenkeu yang Valid

Guna menghindari jebakan informasi palsu di masa mendatang, pastikan hanya memercayai informasi resmi yang dipublikasikan secara legal melalui akun-akun resmi terverifikasi (centang biru) milik Kementerian Keuangan RI berikut ini:

Situs Web: www.kemenkeu.go.id

Instagram: @kemenkeuri

TikTok: @kemenkeuri

Baca Juga: Duh, Kelompok PNS Ini Tak Dapat Transferan Gaji Ke-13 2026 di Rekening

X (Twitter): @KemenkeuRI

Facebook: KemenkeuRI

YouTube: @KemenkeuRI

LinkedIn: Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Kesimpulannya, narasi video bantuan dana Menkeu Purbaya untuk 100 orang pertama di TikTok murni merupakan hoaks digital (deepfake). 

Menekan atau mengklik tombol atau memviralkan video tersebut justru berisiko mengarahkan akun pada potensi kejahatan siber seperti pencurian data pribadi (phishing).

Editor : Syahaamah Fikria
#tiktok #ai #hoaks #Purbaya Yudhi Sadewa #bantuan