RADARSOLO.COM – Jagat media sosial TikTok baru-baru ini digegerkan oleh peredaran sebuah unggahan video yang menarasikan adanya bagi-bagi bantuan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Video tersebut mengklaim bahwa Menkeu Purbaya, tengah mencari 100 warga tercepat untuk diberikan bantuan dana tunai.
Syarat yang diajukan pun tergolong sangat mudah, yakni netizen hanya diminta memviralkan tayangan tersebut serta menekan atau klik seluruh tombol interaksi yang tersedia pada video.
Lantas, benarkah Bendahara Negara sedang mengadakan program bagi-bagi duit secara cuma-cuma di media sosial?
Setelah dilakukan penelusuran mendalam, klaim yang menyebutkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mencari 100 orang pertama untuk diberi bantuan modal lewat klik tombol di TikTok adalah berita bohong atau hoaks.
Rekaman yang beredar luas tersebut dipastikan sebagai produk manipulasi digital yang sengaja disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan modus penipuan.
Bagi yang melihat atau sempat berinteraksi dengan unggahan tersebut, berikut adalah bedah fakta resmi dari Kementerian Keuangan serta lembaga cek fakta kredibel.
Indikasi Kuat Rekayasa AI Deepfake
Modus operandi yang digunakan dalam video hoaks ini tergolong rapi karena memanfaatkan kemajuan teknologi modern untuk mengelabui penonton.
Hal itu ditegaskan Kementerian Keuangan melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dalam pernyataan tertulis di laman resminya.
PPID mengategorikan video bagi-bagi hadiah itu sebagai materi deepfake AI.
Di mana wajah dan suara pejabat publik direkayasa sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah asli.
Imbauan Kementerian Keuangan untuk Masyarakat
Pemerintah meminta masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming hadiah instan yang mencatut nama pimpinan lembaga negara.
"Harap berhati-hati terhadap berbagai penipuan yang mengatasnamakan pejabat/pegawai Kementerian Keuangan," tulis perwakilan Biro Komunikasi Kemenkeu dalam keterangannya.
Baca Juga: Melampaui Target, Realisasi Pendapatan Daerah Wonogiri Tahun 2025 Capai Rp2,454 Triliun
Apabila masyarakat menemukan kejanggalan, indikasi hoaks, atau upaya penipuan siber yang mengatasnamakan keuangan negara, Kemenkeu menyediakan jalur pengaduan resmi melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME.
Publik dapat melaporkannya secara langsung melalui:
Saluran Telepon: 134
Surat Elektronik (Email): kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id
Situs Web Resmi: Menu "Hubungi Kami" pada laman www.kemenkeu.go.id
Kanal Informasi Resmi Kemenkeu yang Valid
Guna menghindari jebakan informasi palsu di masa mendatang, pastikan hanya memercayai informasi resmi yang dipublikasikan secara legal melalui akun-akun resmi terverifikasi (centang biru) milik Kementerian Keuangan RI berikut ini:
Situs Web: www.kemenkeu.go.id
Instagram: @kemenkeuri
TikTok: @kemenkeuri
Baca Juga: Duh, Kelompok PNS Ini Tak Dapat Transferan Gaji Ke-13 2026 di Rekening
X (Twitter): @KemenkeuRI
Facebook: KemenkeuRI
YouTube: @KemenkeuRI
LinkedIn: Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Kesimpulannya, narasi video bantuan dana Menkeu Purbaya untuk 100 orang pertama di TikTok murni merupakan hoaks digital (deepfake).
Menekan atau mengklik tombol atau memviralkan video tersebut justru berisiko mengarahkan akun pada potensi kejahatan siber seperti pencurian data pribadi (phishing).
Editor : Syahaamah Fikria