RADARSOLO.COM – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar Badan Gizi Nasional (BGN), dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan digantikan Nanik S Deyang.
Pengumuman itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026).
"Bapak Presiden memutuskan mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Presiden.
Dalam menjalankan tugas baru ini, Nanik akan didampingi oleh dua wakil kepala yang baru dilantik, yakni Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Profil Nanik S Deyang
Nanik Sudaryati Deyang alias Nanik S Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968.
Sebelum masuk ke dalam lingkaran kekuasaan, ia dikenal luas sebagai jurnalis yang kenyang pengalaman di lapangan.
Langkah profesional pertamanya di dunia jurnalistik dimulai saat menjadi reporter di Tabloid Bangkit.
Seiring berjalannya waktu, kiprah Nanik terus menanjak hingga berhasil menembus jajaran manajemen puncak berbagai media nasional.
Mengacu pada rangkuman Data Pers tahun 2014, ia tercatat pernah menduduki beberapa posisi strategis industri media.
Di antaranya sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan.
Kemudian juga menjabat sebagai Komisaris di sejumlah media cetak populer seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, serta The Politic.
Di samping dunia jurnalistik, ia juga kerap terlibat dalam berbagai aktivitas kemanusiaan yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat bawah.
Dari Tim Sukses hingga Kursi Pemerintahan
Nama Nanik S Deyang mulai menyedot perhatian publik ketika dirinya memilih terjun langsung ke panggung politik praktis.
Ia menjadi salah satu sosok yang setia berada di barisan pendukung Prabowo Subianto.
Pada kontestasi Pilpres 2019 silam, Nanik dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Loyalitasnya berbuah manis setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024.
Sejak dibentuknya Kabinet Merah Putih, Nanik langsung dipercaya memegang sejumlah jabatan penting di struktur badan negara:
- Wakil Kepala I BP Taskin (2024)
Dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk periode kerja 2024–2029.
- Komisaris BUMN (Juni 2025)
Sempat mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk menduduki posisi sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero).
- Wakil Kepala BGN (September 2025)
Pada 17 September 2025, ia resmi dilepas dari jabatan di BP Taskin untuk kemudian dilantik sebagai Wakil Kepala BGN. Di posisi ini, ia membidangi sektor Komunikasi Publik dan Investigasi.
- Kepala BGN (Juni 2026)
Resmi naik kasta memimpin Badan Gizi Nasional menggantikan posisi Dadan Hindayana.
Pernah Terseret Jadi Saksi Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet
Di balik rentetan prestasi kepemimpinan dan rekam jejak birokrasinya, perjalanan Nanik tidak luput dari kontroversi.
Namanya sempat menjadi sorotan tajam media nasional pada tahun 2018 kala pusaran kasus hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet mencuat ke publik.
Karena kedekatan silsilah perkawanan dan posisinya di kubu pemenangan kala itu, Nanik ikut dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Ia dimintai keterangan serta diperiksa kapasitasnya sebagai saksi kunci terkait penyebaran berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, yang sempat menghebohkan konstelasi politik tanah air kala itu.
Kini, sebagai Kepala BGN yang baru, publik menunggu gebrakan nyata dari Nanik S Deyang dalam merealisasikan janji kampanye pemenuhan gizi seimbang bagi generasi masa depan Indonesia.
Editor : Syahaamah Fikria