Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bupati Muara Enim Edison dari Partai Apa? Terjaring OTT KPK di Sumsel dan Jakarta

Syahaamah Fikria • Senin, 8 Juni 2026 | 18:07 WIB
Bupati Muara Enim Sadewo. (Instagram @humaspimpinan_muaraenim)
Bupati Muara Enim Sadewo. (Instagram @humaspimpinan_muaraenim)

RADARSOLO.COM – Kabar mengejutkan datang dari panggung politik Sumatera Selatan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim Sadewo. 

Lembaga antirasuah mengamankan Edison dalam sebuah operasi senyap yang berlangsung di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan.

Kabar mengenai operasi tangkap tangan ini dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. 

Baca Juga: Siapa Edison? Profil Bupati Muara Enim yang Terjaring OTT KPK Terbaru

Edison dari Partai Apa? Ini Rekam Jejak Politiknya

Bupati Muara Enim Edison merupakan politikus yang bernaung di bawah bendera Partai NasDem. 

Pria kelahiran 6 Maret 1968 ini baru saja menduduki kursi nomor satu di Kabupaten Muara Enim untuk masa jabatan periode 2025–2030. 

Ia resmi menjabat sejak 20 Februari 2025 seusai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Sebelum memutuskan bergabung dengan partai politik dan maju dalam kontestasi daerah, Edison memiliki silsilah rekam jejak yang panjang di dunia birokrasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: Berpolemik dengan Perangkat Desa, Nasib Camat Selogiri Fredy Sasono Tunggu Sikap Bupati Wonogiri

Pada tahun 1995, Edison mengawali langkah karier pertamanya sebagai pegawai di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Di BPN, jabatan terakhir yang dipegangnya yakni sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.

Pada gelaran Pemilihan Bupati (Pilbup) Muara Enim 2024, Edison yang diusung Partai NasDem maju berpasangan dengan Sumarni, politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Duet ini memenangkan pilkada setelah meraih 114.258 suara atau setara dengan 38,76 persen dari total draf suara sah.

Kronologi OTT KPK

Langkah Edison memimpin Muara Enim kini harus terganjal urusan hukum. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menerangkan bahwa OTT yang menjaring Edison ini merupakan operasi ke-12 yang digelar KPK sepanjang tahun 2026. 

Baca Juga: Wali Kota Respati Tak Main-Main, Pembuat Resah Berkedok Pocong di Solo Bakal Disikat

Dalam operasi tertutup ini, tim penindak KPK total mengamankan sepuluh orang di dua wilayah berbeda, yakni Jakarta dan Sumatera Selatan.

Runtunan sepuluh orang yang terjaring operasi rahasia tersebut dibagi ke dalam dua kelompok unsur:

Lima Orang dari Unsur Pemkab: Terdiri dari jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Muara Enim, yang salah satunya adalah Bupati Edison.

Baca Juga: Muncul Teror Pocong di Solo, Polisi Selidiki Motif Pelaku yang Mengarah Unsur Pidana

Lima Orang dari Unsur Swasta: Merupakan pihak kontraktor atau rekanan swasta yang diduga kuat berkaitan dengan draf perkara yang sedang diselidiki.

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki waktu tenggat 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif. 

KPK akan segera menggelar ekspose atau gelar perkara guna menentukan status hukum resmi dari runtunan pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut.

Editor : Syahaamah Fikria
#bupati muara enim #sadewo #kpk #OTT KPK #partai demokrat