Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Apa Karier dan Bisnis Said Iqbal? Profil Lengkap Presiden Partai Buruh yang Kini Jadi Penasihat Prabowo

Syahaamah Fikria • Senin, 8 Juni 2026 | 19:32 WIB
Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal kini resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal kini resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

RADARSOLO.COM – Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, kini resmi masuk gerbong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Dia diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh lewat prosesi pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden.

Baca Juga: Intip Koleksi Aset Tanah dan Mobil Bupati Muara Enim Edison yang Terjaring OTT KPK, Tersebar di Sejumlah Daerah

Masuknya Said Iqbal ke dalam lingkaran istana memperpanjang daftar tokoh buruh senior yang merapat ke kabinet Prabowo, menyusul Jumhur Hidayat yang telah lebih dulu dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup. 

Latar Belakang Pendidikan dan Masa Kecil Said Iqbal

Said Iqbal lahir di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1968. Walaupun tumbuh besar di ibu kota, silsilah keluarganya berasal dari Serambi Mekkah, Aceh. 

Ayahnya diketahui berasal dari wilayah Bambi, Pidie, sedangkan ibunya merupakan wanita kelahiran Meulaboh, Aceh Barat.

Sejak belia, Said Iqbal sudah menunjukkan kapasitas akademik yang cemerlang. 

Baca Juga: Ribuan Pesilat PSHT Sragen Sedekah Alam di Kali Mungkung

Saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta, ia kerap menyandang predikat juara kelas hingga akhirnya berhasil lulus sebagai juara umum sekolah pada tahun 1987. 

Setelah itu, ia melanjutkan draf pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi secara berjenjang:

Diploma: Politeknik (Teknik Mesin) Universitas Indonesia.

Sarjana (S1): Teknik Mesin Universitas Jayabaya.

Pascasarjana (S2): Master Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Karier Bisnis: 30 Tahun di Perusahaan Multinasional

Sebelum terjun penuh ke dunia pergerakan massa, Said Iqbal memiliki rekam jejak yang panjang di dunia profesional. 

Baca Juga: Bupati Muara Enim Edison dari Partai Apa? Terjaring OTT KPK di Sumsel dan Jakarta

Dia sempat menghabiskan waktu selama 30 tahun bekerja di sebuah perusahaan multinasional.

Pengalaman panjang di sektor swasta tersebut menjadi modal besarnya dalam memahami seluk-beluk manajemen industri dari sudut pandang korporasi. 

Ketika memutuskan untuk pensiun dari perusahaan multinasional tersebut, Said Iqbal mengungkapkan bahwa dirinya menerima dana pesangon yang menyentuh angka miliaran rupiah.

Karier Aktivis dan Penghargaan Tokoh Buruh

Perjalanan karier Said Iqbal sebagai pembela hak pekerja bermula pada tahun 1992.

Ketika itu, ia dipercaya menjadi ketua umum serikat pekerja di sebuah perusahaan elektronika yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi. 

Kiprahnya yang vokal membuat dirinya dilibatkan sebagai anggota tim perumus lahirnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan.

Pasca-reformasi, seiring dengan kebebasan mendirikan organisasi pekerja, ia bersama koleganya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). 

Dedikasinya kian diakui setelah ia terpilih memimpin KSPI sebagai Presiden sejak tahun 2012.

Baca Juga: Operasi Patuh 2026 Ditunda, Polisi Tetap Gencar Razia Knalpot Brong

Pada tahun 2013, Said Iqbal menyabet penghargaan bergengsi The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV. 

Ia terpilih sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia setelah menyisihkan lebih dari 200 kandidat aktivis dari berbagai belahan negara berkat militansinya dalam memperjuangkan demokrasi serta kebebasan berserikat.

Perjalanan Politik dan Pendirian Partai Buruh

Kiprah politik Said Iqbal di level nasional sejatinya telah dimulai sejak belasan tahun lalu. 

Baca Juga: Harga Bahan Baku Naik, Perajin Rambak di Wonogiri Mumet

Ia sempat maju mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Kepulauan Riau melalui Partai Keadilan Sektor (PKS) pada Pemilu 2009, namun belum berhasil lolos. 

Pada gelaran Pilpres 2019, ia secara terbuka mengarahkan dukungannya untuk pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno dan kerap melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi pemerintah kala itu.

Sejarah baru diukir Said Iqbal ketika dirinya menginisiasi kebangkitan kembali Partai Buruh pada 5 Oktober 2021 dan langsung terpilih sebagai Presiden partai tersebut. 

Di bawah kendalinya, Partai Buruh memosisikan diri sebagai wadah politik yang independen demi memperjuangkan aspirasi kaum pekerja, petani, hingga nelayan.

Said Iqbal diketahui juga menjadi anggota Dewan Pengupahan Nasional sejak 2004.

Meski kini menduduki posisi setingkat menteri, Said Iqbal memastikan dirinya bersama KSPI akan tetap mempertahankan daya kritis dalam mengawal dinamika serta hak-hak perburuhan di tanah air.

Ia pun menegaskan bahwa fokus kerja utamanya di bawah kabinet Prabowo adalah mengawal ketat revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan demi kemaslahatan kaum buruh nasional.

Editor : Syahaamah Fikria
#sauid iqbal #kspi #prabowo subianto #penasihat #partai buruh