Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil Lengkap Chatib Basri, Ekonom Senior yang Menghadap Presiden Prabowo di Tengah Isu Reshuffle Menkeu

Syahaamah Fikria • Selasa, 9 Juni 2026 | 17:55 WIB
Muhamad Chatib Basri. (feb.ui.ac.id)
Muhamad Chatib Basri. (feb.ui.ac.id)

RADARSOLO.COM – Kehadiran tokoh-tokoh penting di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kembali memicu spekulasi politik. 

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama anggota DEN Muhamad Chatib Basri terlihat merapat ke Istana pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kedatangan kedua tokoh ini langsung mencuri perhatian publik karena berlangsung di tengah kencangnya isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang kabarnya akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Baca Juga: Benarkah Chatib Basri Akan Gantikan Menkeu Purbaya? Menghadap Presiden Prabowo Sore Ini

Nama Chatib Basri santer disebut-sebut bakal mengisi posisi Menteri Keuangan (Menkeu) untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski demikian, Chatib Basri langsung menepis rumor panas tersebut. 

"Saya enggak tahu," jawab Chatib singkat saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan. 

Ia menjelaskan bahwa kedatangannya murni untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo. 

Baca Juga: Berawal dari Kecurigaan Bakul Jamu, Lansia di Jatinom Klaten Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumah

Di sisi lain, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa agenda sore itu merupakan pertemuan rutin bulanan DEN untuk menyampaikan laporan berkala kepada Kepala Negara.

Di tengah mencuatnya spekulasi kabinet tersebut, rekam jejak Chatib Basri sebagai salah satu arsitek ekonomi terbaik Indonesia kembali menarik untuk dikupas. 

Berikut adalah profil lengkap dan perjalanan karier sang ekonom senior.

Keponakan Sastrawan yang Nyasar ke Dunia Ekonomi

Muhamad Chatib Basri lahir pada tanggal 22 Agustus 1965. 

Ia lahir dari pasangan perantau asal Minangkabau, Chairul Basri dan Nurbaiti. 

Sang ayah yang berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat, merupakan kakak kandung dari sastrawan legendaris Indonesia, Asrul Sani.

Tumbuh besar di lingkungan keluarga berdarah seni membuat Chatib kecil awalnya lebih tertarik pada dunia politik, sastra, dan seni ketimbang ilmu ekonomi. 

Baca Juga: 60 Lukisan Hiasi Meja Putar Di TBJT, Ada Pelukis Langganan Jokowi

Sisi seniman ini bahkan sempat dibuktikannya dengan ikut tampil dalam pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Namun, jalan hidup membawanya ke arah yang berbeda. 

Selepas menyelesaikan sekolah menengah di Kolese Kanisius, Chatib memantapkan silsilah pendidikannya di bidang ekonomi:

Sarjana (S1): Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (lulus tahun 1992).

Magister: Master of Economic Development (M.Ec.Dev.) di Australian National University (ANU) pada tahun 1996.

Doktoral (S3): Meraih gelar PhD dalam bidang Ekonomi dari Australian National University (ANU) pada tahun 2001.

Karier Akademik Internasional dan Birokrasi Pemerintahan

Keahlian utama Dr Chatib Basri berfokus pada bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. 

Setelah menggondol gelar sarjana, ia mengawali kariernya sebagai peneliti di LPEM-FEUI serta menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia hingga saat ini.

Baca Juga: Heboh Teror Pocong Keliling Kampung di Solo, Polisi Ungkap Fakta Ini

Di kancah internasional, rekam jejak akademisnya sangat mentereng. 

Ia pernah menjadi Ash Centre Senior Fellow di Harvard Kennedy School (2015–2016), Fellow di University of California at San Diego (2016), serta mendapat kehormatan sebagai Theee Kian Wie Distinguished Visiting Professor di Australian National University. 

Chatib juga aktif mengajar di berbagai forum bergengsi luar negeri, seperti Harvard Ministerial Leadership Forum.

Baca Juga: Dongkrak Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting, Pemkab Klaten Kampanyekan Gemarikan dan Tebar 10.000 Bibit Ikan di Tulung

Di level birokrasi nasional, portofolio kepemimpinannya sudah teruji lintas era presiden:

2006–2010: Menjadi Penasihat Khusus Menteri Keuangan RI sekaligus Deputi Menkeu untuk G-20.

2012–2013: Dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

2013–2014: Dilantik menjadi Menteri Keuangan Indonesia ke-28 menggantikan Agus Martowardojo.

2024–Sekarang: Dilantik menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sejak 5 November 2024.

Kiprah Profesional di Sektor Bisnis dan Lembaga Dunia

Selain mumpuni di bidang akademik dan pemerintahan, keahlian Chatib Basri juga sangat diakui di sektor korporasi. 

Saat ini, ia memegang posisi strategis sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk. 

Baca Juga: Rute Sama, Pusaka Sama, Dua Kubu Keraton Diminta Tahan Ego Saat Malam Satu Suro

Sebelumnya, ia juga tercatat pernah menduduki kursi dewan komisaris di perusahaan raksasa lain seperti PT Astra International dan PT Indika Energy.

Di level global, reputasi Chatib teercermin dari keterlibatannya di berbagai lembaga keuangan dan lingkungan internasional. 

Saat ini ia dipercaya mengemban tugas sebagai Co-Chair Pandemic Fund. 

Ia juga tercatat aktif sebagai anggota World Bank Advisory Council on Gender and Development, anggota Climate Overshoot Commission.

Serta menjadi konsultan bagi berbagai lembaga donor multilateral mulai dari World Bank, ADB, OECD, hingga IMF.

Editor : Syahaamah Fikria
#chatib basri #reshuffle #Purbaya Yudhi Sadewa #prabowo subianto #menkeu