Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bina 199 Ribu UMKM di Jawa Tengah, Kinerja Ekonomi Sektor Mikro Gubernur Luthfi Diganjar Penghargaan

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:24 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan kategori Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif dalam ajang Top Regional Leader 2026 yang diselenggarakan oleh Disway National Network di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan kategori Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif dalam ajang Top Regional Leader 2026 yang diselenggarakan oleh Disway National Network di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menerima penghargaan untuk kategori Penggerak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif dalam ajang Top Regional Leader 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan Founder Disway National Network, Dahlan Iskan, dalam acara yang berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan, apresiasi ini menjadi motivasi tambahan untuk mengoptimalkan program pembinaan pelaku usaha di Jawa Tengah yang saat ini mencakup total sekitar 4,2 juta unit UMKM.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Antarkan Provinsi Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik dari Kemendagri

"Ini inspirasi untuk seluruh kepala daerah agar lebih kreatif dalam menciptakan terobosan di tengah situasi di tengah keterbatasan fiskal," ujar Ahmad Luthfi usai menerima penghargaan.

Berdasarkan data triwulan I tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah melakukan pembinaan intensif terhadap 199.781 unit UMKM, atau tumbuh sebanyak 1.001 unit dari periode tahun sebelumnya. Struktur pelaku usaha binaan tersebut terbagi atas:

Seluruh sektor binaan tersebut tercatat menyerap hingga 1,38 juta tenaga kerja, dengan akumulasi nilai aset mencapai Rp39,675 miliar serta perputaran omzet sebesar Rp70,6 miliar.

Langkah taktis Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat sektor ini diwujudkan melalui kemudahan akses permodalan, pelatihan keterampilan SDM, manajemen, pendampingan legalitas hukum, perluasan pasar baru, hingga digitalisasi sistem perizinan serta pemasaran.

Pemantauan program juga dibantu lewat pemanfaatan portal satu data Dinas Koperasi dan UKM serta aplikasi Silap CSR. Selain itu, realisasi penyaluran modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah tercatat sudah mencapai Rp361,36 triliun bagi 10,31 juta debitur.

Di sektor ekonomi kreatif, Provinsi Jawa Tengah saat ini telah memiliki 14 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang diakui resmi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Instruksikan Anggaran Perubahan 2026 Fokus untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan, Termasuk di Blora

Beberapa di antaranya meliputi Kabupaten Grobogan di bidang kuliner, Kabupaten Pati untuk seni pertunjukan, dan Kabupaten Cilacap pada sektor animasi, film, serta video.

Sementara itu, Kota Solo dan Kota Semarang telah resmi terintegrasi dalam jaringan global UNESCO Creative City Networks (UCCN) untuk kategori Crafts & Folk-Art.

Guna memperkuat ekosistem makro di daerah, sebanyak 29 kabupaten/kota di Jawa Tengah kini telah memiliki Komite Ekonomi Kreatif tersendiri.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memfasilitasi infrastruktur pendukung lewat pengembangan creative hub Jateng yang difokuskan pada optimalisasi sarana, akomodasi kebutuhan generasi Z, serta penguatan jaringan digital.

Baca Juga: Penanganan Serangan Kawanan Liar Ikut Disinggung Gubernur Luthfi saat Rembug Pembangunan di Boyolali

"Kita bina (UMKM dan Ekonomi Kreatif) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat di tingkat kecil. Secara tidak langsung ini akan menambah kuatnya ekonomi daerah," kata Luthfi.

Founder Disway National Network Dahlan Iskan menjelaskan, penganugerahan ini ditujukan untuk memberikan dukungan kepada para kepala daerah yang dinilai mampu menghadirkan kinerja istimewa di tengah tekanan situasi global.

"Kita memberikan penghargaan ini karena di saat paling sulit tetap akan lahir beberapa kepala daerah yang istimewa. Ini salah satu pembelajaran terbaik untuk kajian efisiensi dan skala prioritas," tutur Dahlan Iskan. (*)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Penggerak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif #pembinaan pelaku usaha #penghargaan #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi