Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil Chef Arnold Poernomo: Punya Bisnis Kolab dengan Gibran-Kaesang, Mengapa Tolak Tawaran BGN Susun Juknis MBG?

Syahaamah Fikria • Kamis, 11 Juni 2026 | 21:11 WIB
Chef Arnold Poernomo. (Instagram @arnoldpo)
Chef Arnold Poernomo. (Instagram @arnoldpo)

RADARSOLO.COM — Nama chef selebritas tanah air, Arnold Poernomo, mendadak menjadi pusat perhatian publik karena dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Juri MasterChef Indonesia tersebut akhirnya memberikan pernyataan terbuka mengenai spekulasi keterlibatan dirinya dalam merumuskan petunjuk teknis (juknis) baru MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) kepemimpinan Nanik S Deyang.

Hal itu dia sampaikan melalui pernyataan tertulis via Instagram Story dan Threads pribadinya.

Baca Juga: Nasib Motor Listrik MBG EMMO JVX GT di Tengah Kasus Korupsi Mark Up BGN, Begini Kondisi Puluhan Ribu Unit yang Sudah Terlanjur Tersebar

Dalam unggahannya, Chef Arnold menegaskan dirinya memilih menarik diri dan enggan mengambil peran lebih jauh dalam program, yang belakangan disorot tajam lantaran dugaan korupsi eks petinggi-petingginya. 

Sempat Diminta BGN

Chef Arnold menyatakan bahwa ia dan timnya memang sempat diminta mengulas (review) dokumen juknis oleh pihak BGN.

Namun, pria 36 tahun itu menilai skala kompleksitas operasional program ini jauh di atas kapasitas yang ia miliki. 

Baca Juga: Nanik S Deyang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN, Ini 4 Janji Besar yang Bikin Sorotan!

Khususnya, jika program pembagian konsumsi ini menyasar ke daerah-daerah kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

"Saya memang diminta untuk memberikan pendapat untuk juknis BGN, saya dan team sudah review dan pelajari. Program MBG ini sangat complex terutama untuk 3T dari logistic, kesediaan bahan, SDM dll," ungkap Chef Arnold lewat akun media sosialnya.

Arnold mengaku lebih memilih menyerahkan mandat besar tersebut kepada figur-figur lain yang dinilai memiliki kompetensi dan kapabilitas yang jauh lebih mumpuni. 

Kendati memilih mundur, ia memastikan seluruh poin rekomendasi operasional dapur sudah diserahkannya kepada BGN agar implementasi program ke depan berjalan lebih strategis. 

Langkah ini pun viral, terlebih setelah Arnold sempat menuai banjir kritik netizen pasca keluhannya di media sosial soal kenaikan harga daging sapi dikait-kaitkan dengan arah dukungan politiknya.

Profil Lengkap Chef Arnold

Lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 18 Agustus 1988, Arnold Poernomo tumbuh dari pasangan Junarmo Poernomo dan Boyke Tandjung Malada. 

Baca Juga: Siapa 26 Pejabat Terlibat Dugaan Korupsi MBG yang Diseret Sony Sonjaya? Sosok-Sosok Ini Gercep Membantah

Darah kuliner mengalir kuat dari sang ibu yang merupakan koki kue sekaligus pengusaha restoran. 

Akibat hantaman krisis moneter kelam tahun 1998 yang membuat bisnis keluarga gulung tikar, Arnold sekeluarga terpaksa bermigrasi ke Sydney, Australia pada tahun 1999 dengan modal tiket dari sang tante.

Di Negeri Kanguru, Arnold menemukan minatnya pada dunia boga saat menempuh pendidikan di Covenant Christian School. 

Baca Juga: Mobil Hilang Kendali di Jalur Ekstrem Ngargoyoso Karanganyar, Satu Orang Meninggal Dunia

Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu melanjutkan kuliah ke sekolah masak formal selepas lulus SMA. 

Alhasil, ia mengasah seluruh kemampuan teknik memasak hingga manajemen operasional restoran secara otodidak.

Kariernya di industri kuliner dimulai secara nekat sejak usia 14 tahun saat masih duduk di bangku SMP demi mencari uang saku tambahan. 

Mengawali pekerjaan di bawah umur sebagai pencuci piring (kitchen hand) di kafe dekat rumah dengan memalsukan surat izin orang tua, karier Arnold merangkak naik. 

Selama menetap di Australia, tercatat ada enam tempat kerja yang membentuk jam terbangnya, mulai dari pelayan, barista, bartender, asisten koki, hingga akhirnya dipercaya menjadi chef.

Jejak Karier ke Panggung MasterChef Indonesia

Pada tahun 2010, Arnold memutuskan pulang ke tanah air setelah menerima tawaran emas sebagai General Manager di sebuah restoran di Jakarta. 

Namun karena hasratnya yang besar pada dunia masak, ia memutuskan kembali masuk dapur hingga diangkat menjadi chef di restoran tersebut hingga akhir 2012.

Baca Juga: Kronologi Pendaki Asal Semarang Meninggal di Sabana I Gunung Merbabu Jalur Selo Boyolali

Karier televisinya meroket berawal dari penampilan sebagai pemandu program Catatan Chef Arnold di Kompas TV. 

Namanya kian melambung tinggi dan dikenal luas masyarakat Indonesia setelah diundang menjadi juri tamu MasterChef Indonesia musim kedua. 

Penampilan apiknya memikat pihak stasiun televisi, hingga akhirnya setelah lolos proses casting pada Desember 2012, ia resmi ditunjuk menjadi juri utama MasterChef Indonesia musim ketiga.

Gurita Bisnis, Kreator Konten, Hingga Ranah Politik

Sebagai pebisnis ulung, Chef Arnold bersama saudaranya, Ronald dan Reynold Poernomo, mendirikan restoran hidangan penutup ternama bernama KOI Dessert Bar di Sydney pada 2016. 

Di tahun yang sama, bersama sang istri, ia meluncurkan kedai gelato Bebini Gelati di Surabaya. 

Arnold juga berkolaborasi bersama anak-anak Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, dalam membesarkan restoran rice bowl Nusantara bernama Mangkokku.

Selain itu, ia mengelola restoran fine dining modern bernama Di Laci di Canggu, Bali. 

Tidak puas di industri makanan, bapak dua anak dari pernikahannya dengan Tiffany Joy Soetanto ini juga sukses menjadi kreator konten kuliner di platform YouTube dengan torehan lebih dari 3 juta subscribers.

Pada Maret 2023, Arnold melebarkan sayapnya ke panggung politik dengan bergabung bersama Partai Perindo. 

Ia sempat mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI dari Dapil Jawa Timur I (Surabaya-Sidoarjo) pada Pemilu 2024. 

Namun, perolehan 6.951 suara belum berhasil mengantarkannya melenggang ke Gedung Senayan karena partainya tidak lolos ambang batas parlemen.

Melalui prinsip hidup ala buku The Daily Stoic, ia mengutip kalimat yang menguatkan prinsipnya mundur dari lingkar proyek juknis BGN. 

"Enggak semua itu harus di-iyain atau sepakatin," pungkas Arnold.

Editor : Syahaamah Fikria
#Mbg #Chef Arnold #arnold poernomo #BGN