Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Akhir Dzulhijjah: Menyambut Muharram 1448 H dengan Muhasabah dan Amal Terbaik

Nur Pramudito • Jumat, 12 Juni 2026 | 07:47 WIB
Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Akhir Dzulhijjah: Menyambut Muharram 1448 H dengan Muhasabah dan Amal Terbaik
Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Akhir Dzulhijjah: Menyambut Muharram 1448 H dengan Muhasabah dan Amal Terbaik

RADARSOLO.COM - Khutbah Jumat 12 Juni 2026 yang bertepatan dengan penghujung atau akhir Dzulhijjah 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Muharram 1448 Hijriah.

Tema tentang pergantian tahun baru Islam dapat menjadi materi yang relevan dan menyentuh bagi jemaah. Sebab, pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan kesempatan untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas perjalanan hidup selama satu tahun terakhir.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama, tanggal 1 Juni 2026 bertepatan dengan 15 Dzulhijjah 1447 H. Sementara itu, 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Dengan demikian, Khutbah Jumat 12 Juni 2026 berada di penghujung bulan Dzulhijjah, tepatnya pada 26 Dzulhijjah 1447 H. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menyambut tahun baru Hijriah dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Muharram sendiri merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan suci atau Asyhurul Hurum yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Keutamaan Muharram telah dijelaskan dalam berbagai dalil syariat. Pada bulan yang mulia ini, setiap amal kebaikan yang dilakukan seorang muslim memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Sebaliknya, umat Islam juga diingatkan untuk menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan dan perbuatan yang dapat mengurangi pahala.

Selain dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan, Muharram juga menjadi momentum untuk membuka lembaran baru kehidupan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, memperbanyak sedekah, serta melaksanakan berbagai amalan sunnah sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan memasuki tahun yang baru.

Karena itu, tema Khutbah Jumat 12 Juni 2026 akhir Dzulhijjah tentang menyambut Muharram 1448 Hijriah sangat relevan untuk disampaikan kepada jemaah. Pesan utama yang dapat diangkat adalah pentingnya menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

Berikut ini teks lengkap Khutbah Jumat 12 Juni 2026 akhir Dzulhijjah dengan tema menyambut Muharram 1448 Hijriah yang dapat dijadikan referensi bagi khatib dalam menyampaikan pesan keislaman kepada jemaah.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ ، اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ

فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.

Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.

Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…....

Tak terasa kita telah berada di hari-hari terakhir bulan Dzulhijjah. Dalam hitungan hari, kita semua akan segera menyambut bulan Muharram. Muharram tidak hanya menandakan dimulainya tahun baru. Tapi Muharram merupakan bulan mulia di sisi Allah.

Pada bulan Muharram, segala amal shalih yang dikerjakan akan mendapatkan pahala lebih besar dari pada di bulan lainnya. Begitupun sebaliknya segala perbuatan dosa yang dikerjakan akan mendapat siksaan yang lebih besar dari pada bulan lainnya.

Hal ini termatub dalam firman Allah surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

inna ‘iddatasy-syuhûri ‘indallâhitsnâ ‘asyara syahran fî kitâbillâhi yauma khalaqas-samâwâti wal-ardla min-hâ arba‘atun ḫurum, dzâlikad-dînul-qayyimu fa lâ tadhlimû fîhinna anfusakum wa qâtilul-musyrikîna kâffatang kamâ yuqâtilûnakum kâffah, wa‘lamû annallâha ma‘al-muttaqîn

Artinya:"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."

Dalam menyambut bulan Muharram, penting kiranya mengetahui sejumlah keutamaan di dalamnya. Dengan memahami keutamaan tersebut, umat Islam dapat memanfaatkan bulan Muharram dengan baik.

Salah satu keistimewaan bulan Muharram adalah terdapatnya hari ketika Allah Swt. menerima taubat hamba-Nya. Penjelasan ini disampaikan Ibn Syaibah dalam kitabnya al-Kitāb al-Mushannaf fī al-Ahādīts wa al-Atsār, di mana Rasulullah saw bersabda:

«إِنْ كُنْتَ صَائِمًا شَهْرًا بَعْدَ رَمَضَانَ، فَصُمِ الْمُحَرَّمَ فَإِنَّهُ شَهْرُ اللَّهِ، وَفِيهِ يَوْمٌ تَابَ فِيهِ قَوْمٌ، وَيُتَابُ فِيهِ عَلَى آخَرِينَ

Artinya: "Jika kamu berpuasa satu bulan setelah Ramadhan, maka berpuasalah di bulan Muharram karena itu adalah bulan Allah. Di dalamnya terdapat satu hari di mana suatu kaum bertaubat, dan akan ada kaum lainnya yang bertaubat pada hari itu." [HR. Ibnu Syaibah]

Dari hadis di atas juga dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunah di bulan Muharram. Sebab, sebaik-sebaik waktu untuk berpuasa di luar bulan Ramadan adalah di bulan Muharram.

Secara khusus, ada amalan yang ada di bulan ini yaitu puasa hari Asyura yang dilaksanakan pada 10 Muharam. Keutamaan melaksanakan puasa Asyura akan diampuni dosa setahun lalu, seperti diterangkan Nabi Muhammad dalam sebuah hadis:

عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. رواه مسلم

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat'." (HR Muslim)2

Meski puasa Asyura dilaksanakan 10 Muharam, tapi Nabi Muhammad juga menyunnahkan untuk melakukan puasa Tasu'a pada 9 Muharam. Puasa ini dikerjakan untuk menyelisihi Yahudi yang juga mengagungkan tanggal tersebut. Namun, dalam praktiknya puasa Asyura bisa dikerjakan pada 10 Muharam saja atau 9-10 Muharam.

Dengan berbekal pengetahuan dan ketakwaan ini, semoga kita dapat menjaga kesucian dan kehormatan bulan Zulhujah sebagai langkah awal untuk memperbaiki rasa hormat dan patuh kita akan perintah-perintah serta larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ،

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Editor : Nur Pramudito
#Khutbah Jumat 12 Juni 2026 #Teks Khutbah Jumat 12 Juni 2026 #Muharam 1148 H #Dzulhijjah