RADARSOLO.COM - Khutbah Jumat 12 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali merenungkan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu bentuk akhlak yang paling mudah terlihat adalah bagaimana seorang Muslim menjaga lisan dan tangannya saat berinteraksi dengan orang lain.
Dalam ajaran Islam, lisan memiliki peran yang sangat besar. Melalui lisan, seseorang dapat menyebarkan kebaikan, memberikan nasihat, dan menenangkan hati sesama.
Namun sebaliknya, lisan juga dapat menjadi sumber dosa apabila digunakan untuk berdusta, menggunjing, menyebarkan fitnah, atau mengucapkan kata-kata yang menyakiti.
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa menjaga lisannya.
Ucapan yang baik bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menciptakan suasana yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.
Menjaga lisan berarti berpikir sebelum berbicara dan memastikan setiap perkataan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Selain lisan, tangan juga menjadi bagian penting yang mencerminkan akhlak seorang Muslim.
Tangan yang digunakan untuk membantu sesama, bersedekah, bekerja secara halal, dan melakukan berbagai amal kebajikan merupakan tanda keimanan yang baik.
Sebaliknya, tangan yang digunakan untuk menyakiti, merugikan, atau mengambil hak orang lain akan membawa dampak buruk bagi pelakunya.
Dalam Khutbah Jumat 12 Juni 2026 ini, jamaah diajak untuk memahami bahwa kesempurnaan akhlak tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuan menjaga lisan dan tangan dari perbuatan yang merugikan orang lain.
Seorang Muslim yang baik adalah mereka yang mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan sekitarnya.
Di era media sosial seperti sekarang, menjaga lisan tidak hanya berlaku dalam percakapan langsung, tetapi juga dalam setiap tulisan, komentar, dan unggahan di dunia digital.
Begitu pula menjaga tangan, yang kini dapat diwujudkan dengan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain melalui teknologi.
Oleh sebab itu, marilah kita menjadikan pesan Khutbah Jumat 12 Juni 2026 ini sebagai pengingat untuk terus memperbaiki akhlak.
Dengan menjaga lisan dari perkataan yang buruk dan menjaga tangan dari perbuatan yang zalim, seorang Muslim akan semakin dekat kepada ridha Allah SWT serta mampu menjadi teladan kebaikan di tengah masyarakat.
Khutbah I
الحمدُ للهِ الَّذِي اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى و َاخْتَارَ الْاِ سْلاَمَ دِيْنًا (وَنَصْرَهُ نَصْراً عَزِيْزاً) وَفَتَحَ لَهُ (فَتْحًا مُبِيْنًا ) وَسَلَّطَ اللهُ عَلَى مَنْ تَرَكَ الدِّيْنَ شَرًّا كَبِيْرًا وَعَذَابًا مُهِيْنًا، لٓا اله الا هو (يهدي من يشاء وهو اعلم بالمهتدين) واشهد ان لا اِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمُنْتَقِمُ مِمَّنْ يَسْعَى فِي الْاَرْضِ باِلْفَسَادِ،وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَسُوْْلُ اللهِ الدَّاعِى إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ صَا حِبِ الْحَوْضِ الكَوْثَرِ وَالشَّفَاعَةِ الْعُظْمَى يَوْمَ التَّنَادِ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّا هِّرِيْنَ.
اَمَّا بَعْد:ُ فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ :اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى اَوْلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى وَطاَعَتِهِ.اَيُّهَا الْمُسْلِمُ كَيْفَ تَدَّعِي الْاِسْلَامَ وَاَنْتَ تَجْرَحُهُ بِإِتْيَانِكَ الْفُجُوْرَ وَالْعِصْيَانَ ،كَيْفَ تَدَّعِى الْاِسْلَامَ وَقَدْ قَوَّيْتَ الْبَاطِلَ بِالْكِذْبِ وَقَوْلِ الزُّوْ رِ وَالْبُهْتَانِ،كَيْفَ تَدَّعِى الْاِسْلَامَ وَتَضُرُّ الْأَنَامَ وَلاَ تَعْمَلُ بِعَمَلِ اَهْلِ الْإِيْمَانِ،(اِنَّ الَّذِيْنَ يُحَاۤدُّوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اُولٰۤئكَ فِى الْاَذَلِّيْنَ) المجادلة : ٢٠ .
نَعَمْ لَوْ كُنْتَ عَامِلاً بِالْاِسلاَمِ (لَمَا تَرَكْتَ الشَّرْعَ الشَّرِيْفَ وَهَدَمْتٓ الدِّيْنَ ،قال الله تعالى اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ (غافر: ٦٠ ).
كَمْ مِنْ عَزِيْزٍ بَاتَ مِنْكَ عَلىَ فِرَاشِ الذُلِّ يَتَأَلَّمُ، كَمْ مِنْ مَظْلُوْمٍ يَشْكُوْ إِلىَ اللهِ لَيْلاً سُوْءَعَمَلِكَ وَيَتَظَلَّمْ ،كَمْ مِنْ يَتِيْمٍ تَسَلَّطَتَ عَلَيْهِ فَأَكَلْتَ مَالَهُ ظُلْماً وَاَنْتَ بِهِ الْاٰنَ تَتَنَعَّمْ، وَنَسِيْتَ قَوْلَ الْجَبَّارِ،(سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ ) الأعراف :١٨٢ ،(وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ) القلم :٤٥.
هَلْ هَذاَ مِنْ كَثْرَةِ الْجَهْلِ ام مِنْ شِدَّةِ الطُّغْيَان هَلْ هَذَا مِن قَسْوَةِ الْقَلْبِ ام مِنْ تَرْكِ الْقُرْأَنِ هل هذا من عَدْمِ الْاَدَبِ ام مِنْ ضَعْفِ الْإِيمانِ ،هل هذا مِنْ ا تِّباَعِ النَّفْسِ ام اَنْتَ من الْمُفْسِدِيْنَ
Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah
Marilah kita senantiasa bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa, yakni dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya diucapkan oleh lisan, tetapi harus tercermin dalam amal perbuatan, akhlak, dan perilaku kita sehari-hari.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Keimanan yang benar semestinya melahirkan kejujuran, amanah, kasih sayang, dan perilaku yang membawa manfaat bagi sesama. Sebab, kemuliaan Islam tidak hanya tampak dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari akhlak yang baik dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai keimanan.
Oleh karena itu, pada kesempatan khutbah Jumat yang mulia ini, marilah kita bersama-sama melakukan muhasabah, memperbaiki iman dan akhlak kita, agar pengakuan sebagai seorang Muslim benar-benar selaras dengan amal perbuatan, sehingga kehadiran kita menjadi rahmat bagi sesama dan mendatangkan keridaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَٰئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina." (QS. Al-Mujadalah: 20)
Jika Islam benar-benar hidup di dalam hati, niscaya seseorang tidak akan meninggalkan aturan-aturannya, tidak akan meremehkan syariatnya, dan tidak akan merobohkan agama ini dengan perbuatan tangannya sendiri.Allah Ta'ala juga berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke dalam Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir: 60)
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah
Wahai kaum Muslimin, renungkanlah. Berapa banyak orang mulia yang tersakiti karena ulah manusia. Berapa banyak orang yang teraniaya mengadukan kezaliman kepada Allah karena buruknya perilaku saudaranya. Berapa banyak hak yang dirampas, amanah yang dikhianati, dan berapa banyak anak yatim yang dimakan hartanya tanpa hak, sementara pelakunya masih merasa aman, masih menikmati kenikmatan dunia, dan tenggelam dalam kelalaiannya.
Padahal Allah Yang Maha Membalas telah berfirman:
سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: "Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. (QS. Al-A’raf ayat 182)
Allah SWT juga berfirman
وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ
Artinya: ”Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh." (QS. Al-Qalam: ayat 45)
Maka hendaklah setiap insan bermuhasabah terhadap dirinya. Apakah hati telah mengeras karena jauh dari Al-Qur'an. Apakah hawa nafsu lebih ditaati dari pada perintah Allah. Apakah lemahnya iman telah menjadikan dosa terasa ringan dan kezaliman dianggap sebagai perkara biasa. Ataukah seseorang telah terbiasa melakukan kerusakan sehingga tidak lagi merasa takut kepada ancaman Allah Ta'ala.
Ketahuilah bahwa setiap kezaliman akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap air mata orang yang teraniaya akan menjadi saksi. Setiap hak yang dirampas akan dituntut kembali. Dan setiap amal perbuatan, sekecil apa pun, akan diperlihatkan di hadapan Allah Rabbul 'Alamin.
Karena itu, bertakwalah kepada Allah sebelum datang hari penyesalan. Kembalilah kepada Al-Qur'an sebelum hati semakin keras. Perbaikilah akhlak dan perilaku sebelum pintu taubat tertutup. Jangan jadikan Islam sekadar pengakuan di lisan, tetapi jadikanlah ia sebagai petunjuk yang membimbing hati, ucapan, dan seluruh perbuatan.
Sesungguhnya kemuliaan seorang Muslim bukan terletak pada pengakuannya, melainkan pada ketakwaannya kepada Allah, kejujurannya terhadap manusia, dan jauhnya dirinya dari segala bentuk kezaliman.
فَا لسَّعِيْدُ مَنِ ازْدَجَرَ وبغيره اعْتَبَرْ وَتَرَكَ الْعَدَوَاةَ وَالشِّقَاقَ، اَلسَّعِيْدُ مَنِ اجْتَنَبَ الْكَبَا ئِرَ وَلْإِثْمَ وَالْكَذِبَ وَالظُّلْمَ وَالْغِشَّ وَالنِّفَاقَ، اَلسَّعِيْدُ مَنِ اتَّعَظَ بِالْمَوْتِ وَفَنَاءِ الدُّنْيَا وَتَذَكَّرَ يَوْمَ التَّلاَقِ .وَقَالَ: رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ (الأعراف : ٢٣)
وَالشَّقِيُّ مَنْ عَرَّضَ نَفْسَهُ لِلْفَسَادِ وَظُلْمِ الْعِباَدِ وَالْكَذِبِ وَالذُّلِ وَالْاِ حْتِقَارِ اَلشَّقِيُّ مَنْ عَمِلَ السُّوْءَ وَاَنْكَرَ الْحُقُوْقَ وَارْتَكَبَ الذُّنُوْبَ وَالْاَوْزَارْ،اَلشَّقِيُّ مَنْ شَهِدَ الزُّوْرَ وَشَرِبَ الْخُمُوْرَ وَلَعِبَ الْقِمَارَ وَظَلَمَ الْجَارْ،فَحَقَّتْ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ:وَذَلِكَ جَزٓاءُ الظَّالِمِيْنَ (الحشر:١٧).نَعَمْ هَذَا جَزَآءُ مَنْ عَصَى اللهَ وَخَالَفَ الرَّسُوْلَ هَذَا جَزَآءُ مَنْ اَبْغَضَ الْعُلَمَآءَ وَاَحَبَّ الْجَهُوْلَ.
هَذَا جَزَآءُ مَنْ اِنْهَمَكَ فى الشَّهَوَاتِ اَلْمُحَرَّمَةِ وَبِطَاعَةِ الشَّيْطَانِ مَشْغُوْلٌ،هذا عِقَابُ مَنْ نَسِيَ قَوْلَ رَبِّهِ:وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ (البقرة : ١٦٨).
فَاتَّقُوا اللهَ عِبَادَالله وَانْهَجُوا مَنْهَجَ الشَّرْعِ الْقَوِيْمِ وَقُوْمُوْا بِأَوَامِرِ الْمَنَّانِ وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم وَاَكْثِرُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ
وَدُوْمُوْا عَلىَ الطَّا عَاتِ (وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ) المائدة : ٢١.وَخَالِفُوا الشَّيْطَانَ وَلِعَدَوَاتِهِ تَذَكَّرُوا وَرَاقِبُوا الرَّحْمٰنَ وَلِأَوَامِرِهِ تَدَبَّرُوا (وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاحْذَرُوْاۚ فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ) المائدة :٩٢
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Orang yang beruntung adalah orang yang mau mengambil pelajaran, mau belajar dari orang lain, meninggalkan permusuhan dan perpecahan, serta senantiasa mencari jalan kebaikan. Orang yang beruntung adalah mereka yang mengambil pelajaran dari kematian, melihat rusaknya dunia sebagai peringatan, mengingat hari pembalasan, memperbanyak doa, dan selalu mengintrospeksi dirinya.
Mereka senantiasa bermunajat kepada Allah: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."
Sebaliknya, orang yang celaka adalah orang yang menyerahkan dirinya kepada kerusakan. Ia berbuat zalim, berdusta, melakukan perbuatan-perbuatan yang hina dan tercela. Ia mengetahui kebenaran tetapi mengingkarinya, melakukan dosa dan kesalahan tanpa rasa takut kepada Allah Ta'ala.
Orang yang celaka adalah mereka yang gemar bersaksi palsu, meminum minuman yang memabukkan, berjudi, menyakiti tetangga, dan merugikan sesama manusia. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya, memperturutkan godaan setan, dan menjauh dari petunjuk Allah Ta'ala.
Mereka durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, lebih mencintai kebatilan daripada kebenaran, serta lebih senang mengikuti orang-orang yang tidak mengajak kepada agama daripada mengikuti para ulama dan pewaris para nabi. Mereka bergelimang dalam kemaksiatan dan sibuk menaati setan, padahal Allah telah memperingatkan dalam firman-Nya:
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: ayat 168)
Karena itu, bertakwalah kepada Allah wahai hamba-hamba Allah. Berjalanlah di atas jalan-Nya yang lurus. Laksanakan perintah-perintah-Nya dan jauhilah segala larangan-Nya. Jangan mengikuti langkah-langkah setan yang terkutuk. Perbanyaklah amal kebaikan dan berbuat ihsan kepada sesama, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan.
Allah Ta'ala berfirman:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Waspadalah terhadap tipu daya setan dan permusuhannya. Perhatikanlah perintah-perintah Allah, taatilah Rasul-Nya, dan jangan berpaling dari petunjuk yang telah diturunkan kepada kalian.
Allah Ta'ala berfirman:
فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
Artinya: "Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan amanat Allah dengan jelas." (QS. Al-Ma'idah: 92)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: "Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (Muttafaq 'Alaih)
Dalam hadits yang lain Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: " Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (Muttafaq 'Alaih)
Maka marilah kita memperbaiki diri, membersihkan hati dari kebencian dan kedengkian, menjaga lisan dari dusta dan fitnah, menjaga tangan dari kezaliman, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju akhirat. Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang selamat di dunia dan beruntung di akhirat.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
.أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ
وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم، أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا نَجُوْبُ بِهِمَا مِنَ الْأَهْوَالِ وَالشَّدَائِدِ يَوْمَ الْمَحْشَرِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ، أُوْصِيكُمْ وَنَفْسِي أَوَّلًا بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ. وَافْعَلُوا الْخَيْرَاتِ وَاجْتَنِبُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ. إِنَّ
اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
فَأَجِيبُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ إِلَى مَا دَعَاكُمْ. وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ بِهِ اللَّهُ هَدَاكُمْ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ.
اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ، وَاجْعَلْ بَلْدَتَنَا إِنْدُونِسِيَا هَذِهِ بَلْدَةً طَيِّبَةً تَجْرِي فِيهَا
أَحْكَامُكَ وَسُنَّةُ رَسُولِكَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ يَا إِلَهَنَا وَإِلَهَ كُلِّ شَيْءٍ. هَذَا حَالُنَا لَا يَخْفَى عَلَيْكَ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلْدَتِنَا هَذِهِ خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَاهْدِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ