
RADARSOLO.COM-Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto diduga terus dipantau keberadaannya.
Menyusul ditemukannya alat pelacak (GPS tracker) yang ditempelkan di bodi bawah mobilnya.
Alat yang disebut Tiyo adalah PBX Finder itu ditemukan menempel di dekat roda belakang sisi kiri, Sabtu (13/6/2026).
Penemuan alat pelacak tersebut terjadi sesaat setelah Tiyo selesai memimpin aksi demonstrasi bersama elemen masyarakat dalam agenda "Gejayan Memanggil" di kawasan Gejayan, Yogyakarta.
"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya," ujar Tiyo dalam unggahan video di Instagram pribadinya.
"Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya. Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita," imbuhnya.
"Saya tahu ini (menemukan PBX Finder) karena muncul di notifikasi ponsel saya kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat ini ada di bawah kendaraan dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikan,” lanjut Tiyo.
Lalu apa sebenarnya PBX Finder dan bagaimana ponsel Tiyo bisa mengirimkan notifikasi adanya alat tersebut?
Baca Juga: Tragis, Pemuda Asal Sragen Kulon Tewas Disambar KA Malioboro Ekspres di Beloran
PBX Finder merupakan perangkat pelacak portabel komersial yang diproduksi secara massal untuk kebutuhan konsumen harian.
Secara fungsional, alat ini dirancang untuk membantu pemilik menemukan barang-barang berharga yang sering hilang atau terselip.
Mulai dari dompet, gantungan kunci, tas ransel, hingga koper pakaian.
Di pasar global, perangkat sejenis dijual bebas secara daring di platform e-commerce seperti AliExpress atau eBay dengan harga yang relatif terjangkau.
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Event Perdana Boyolali Night Carnival Sedot Perhatian Ribuan Warga
Meski bentuknya ringkas dan memicu kecurigaan saat ditemukan tertanam di bawah mobil, teknologi yang disematkan dalam PBX Finder sebenarnya sangat umum ditemukan pada gadget harian:
- Teknologi Sinyal: PBX Finder memanfaatkan pemancar Bluetooth Low Energy (BLE). Alat ini tidak menggunakan kartu SIM seluler mandiri maupun modul GPS internal yang memakan banyak daya.
- Desain Fisik: Dirancang dengan bentuk sangat tipis, kerap kali menyerupai kartu seukuran kartu ATM atau gantungan kunci kecil berwarna hitam. Bobotnya yang ringan membuat alat ini mudah disembunyikan atau ditempelkan di berbagai permukaan hanya menggunakan perekat biasa.
Karena tidak dibekali sistem GPS internal, PBX Finder mengandalkan ekosistem perangkat lain di sekitarnya.
Alat tersebut memancarkan sinyal Bluetooth secara terus-menerus.
Sinyal tersebut ditangkap secara anonim oleh perangkat terdekat, seperti iPhone, iPad, atau HP Android milik orang asing yang kebetulan lewat di dekatnya.
Perangkat asing tersebut kemudian mengirimkan koordinat lokasi PBX Finder ke pemilik aslinya melalui jaringan cloud.
Alat pelacak jenis ini pada dasarnya sangat mudah dideteksi oleh sistem operasi ponsel pintar modern.
Munculnya notifikasi peringatan (Important/Urgent Notification) di ponsel Tiyo Ardianto terjadi justru karena PBX Finder membawa protokol keamanan standar industri yang transparan.
Google (Android) dan Apple (iOS) saat ini telah dilengkapi dengan fitur bawaan pelindung privasi bernama Unknown Tracker Alerts.
Sistem keamanan pada ponsel Tiyo mendeteksi adanya perangkat Bluetooth asing yang tidak terdaftar di ponselnya, namun terus bergerak mengikuti rute perjalanannya sejak dari kawasan Gejayan.
Demi melindungi pengguna dari tindakan penguntitan (stalking), sistem operasi ponsel otomatis memicu alarm peringatan agar pengguna segera mencari dan mematikan alat pelacak liar tersebut. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono