RADARSOLO.COM — Salah satu upacara adat paling kolosal dan dinantikan di tanah air, Kirab Pusaka Malam 1 Suro Tahun Be 1960 di Kota Solo, dipastikan siap digelar pada Selasa malam, 16 Juni 2026.
Ritual pergantian tahun baru Jawa yang bergulir bersamaan dengan fajar 1 Muharram 1448 Hijriah ini akan berpusat di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo.
Bagi masyarakat yang hendak menyaksikan langsung, penting mengetahui jam berapa Kirab Kebo Bule Keraton Solo Malam 1 Suro 2026 termasuk rute kirabnya.
Baca Juga: Kirab 1 Suro Dijaga Ketat, Polisi Sebar 854 Personel di Titik Rawan Keramaian
Ritual ini memang dilangsungkan dalam keheningan pekat malam sebagai bagian dari laku prihatin dan tolak bala.
Sesuai dengan ketetapan adat, rombongan utama pusaka dalem dan kawalan Kebo Bule dipastikan mulai berarak meninggalkan area keraton menjelang tengah malam, tepatnya pada pukul 23.30 WIB.
Kebo bule keturunan Kyai Slamet akan diposisikan di barisan paling depan (cucuk lampah) sebagai pemandu jalan bagi rombongan pembawa pusaka.
Baca Juga: 5 Ribu Peserta Siap Ikuti Kirab Pusaka 1 Suro, Kerbau Kyai Slamet Kembali Pimpin Arak-Arakan
Susunan Acara Lengkap Ritual 1 Suro Keraton Solo
Rangkaian upacara sakral ini sebenarnya sudah mulai bergulir sejak sore hari secara internal di dalam kompleks keraton.
Berikut adalah rincian lini masa atau rantaman kegiatan sepanjang malam:
Pukul 18.00 - 19.00 WIB: Tahap persiapan awal, para abdi dalem beserta jajaran kepanitiaan mulai berkumpul dan bersiap di Sasana Prasadya serta Kori Kamandungan.
Pukul 19.00 - 23.00 WIB: Agenda Miyos Dalem, momen sakral saat Raja Keraton Surakarta, SISKS Pakubuwono (PB) XIV, keluar untuk menyapa para tamu undangan istana.
Pukul 23.30 WIB: Barisan utama arak-arakan dan lima ekor kebo bule Kyai Slamet mulai ditata rapi di pelataran istana, dibarengi dengan upacara doa bersama (wilujengan) di Sanggar Pamujan.
Pukul 00.00 - 02.00 WIB: Pasukan kirab resmi melangkah keluar benteng istana untuk mengitari rute protokol luar kota Solo.
Pukul 02.00 - 03.00 WIB: Rombongan utusan dalem pembawa pusaka dijadwalkan telah rampung mengitari rute dan kembali memasuki gerbang keraton.
Pukul 03.30 WIB: Prosesi penutup Jengkar Dalem, di mana SISKS PB XIV bangkit meninggalkan Sasana Prasadya dengan diringi lantunan syahdu dari gending Calapita.
Rute Kirab Kebo Bule 2026
Iring-iringan kirab dipastikan tetap mempertahankan jalur konvensional luar benteng yang menjadi rute turun-temurun sejak dulu.
Perjalanan diawali dengan bergerak ke arah utara melintasi Jalan Supit Urang menuju Jalan Pakoe Boewono.
Baca Juga: Kapan Pendaftaran KIP Kuliah Jalur Ujian Mandiri 2026 Dibuka? Ini Penjelasan dan Skema Amannya
Setelah melewati Gapura Gladag, iring-iringan akan terus berjalan lurus ke utara menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, sebelum akhirnya mengambil arah berbelok ke timur melalui Jalan Mayor Kusmanto.
Dari sana, rombongan berlanjut ke sektor timur kota dengan berbelok ke selatan menyusuri Jalan Kapten Mulyadi, lalu berbelok ke arah barat melintasi sepanjang Jalan Veteran.
Pada etape akhir, iring-iringan akan berbelok kembali ke utara melalui Jalan Yos Sudarso, kemudian belok ke arah timur masuk ke jalan utama Jalan Slamet Riyadi.
Dari titik ini, rombongan kirab akan langsung berbelok ke arah selatan menuju Jalan Pakoe Boewono hingga akhirnya finis masuk kembali ke dalam kompleks Keraton Solo.
Pemkot Solo Jamin Pengamanan Maksimal dan Bersikap Netral
Di tempat terpisah, Pemkot Solo memastikan komitmennya untuk mendukung penuh kelancaran perhelatan budaya ini.
Terkait dinamika yang masih berkembang di lingkungan internal keraton, Pemkot Solo menegaskan posisinya untuk bersikap netral dan memilih memusatkan atensi pada aspek kenyamanan publik serta pengaturan lalu lintas.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengutarakan, pemerintah mengemban tanggung jawab penuh untuk menjamin jalannya tradisi tahunan ini berlangsung secara aman, tertib, dan khidmat tanpa kendala teknis di lapangan.
"Kami sudah berkoordinasi matang dengan jajaran Polresta Solo dan Kodim 0735/Solo. Personel dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah diterjunkan di berbagai titik ploting," ungkap Respati.
Baca Juga: Dua Motor Adu Banteng di Mojogedang Karanganyar, Satu Tewas
Menurutnya, Kirab Malam 1 Suro bukan sekadar hajatan milik keraton semata, melainkan sudah menjadi ikon pariwisata daerah yang menyedot atensi ribuan wisatawan asing maupun domestik.
"Kami menghormati dinamika internal yang ada, namun fokus pelayanan kami adalah memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menyaksikan tradisi bersejarah ini dengan nyaman dan sejuk," pungkasnya.
Editor : Syahaamah Fikria