Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Solo Dimulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap Ritual Tirakatan 24 Jam Nonstop

Syahaamah Fikria • Senin, 15 Juni 2026 | 19:07 WIB
Kirab Mangkunegaran menyambut malam satu suro
Kirab Pusaka Dalem di Mangkunegaran Solo menyambut malam 1 Suro

RADARSOLO.COM — Pura Mangkunegaran Solo bersiap menggelar tradisi tahunan upacara adat Malam 1 Suro 2026 pada Selasa, 16 Juni 2026. 

Esensi pergantian Tahun Baru Jawa di lingkungan istana ini dikemas sebagai ruang sakral untuk berkontemplasi dan membersihkan jiwa.

Berdasarkan keterangan resmi panitia, prosesi inti Kirab Pusaka Dalem dan Laku Tapa Bisu pada malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran akan dimulai tepat pada pukul 20.00 WIB. 

Pada jam tersebut, barisan pembawa pusaka bersama ribuan peserta akan mulai melangkah keluar istana untuk mengitari kawasan luar Pura Mangkunegaran dalam keheningan total.

Baca Juga: Jam Berapa Kirab Kebo Bule Keraton Solo Malam 1 Suro 2026? Cek Jadwal Resmi dan Rutenya

Jadwal dan Agenda Lengkap Malam 1 Suro 2026 di Mangkunegaran

Peringatan tahun ini terasa jauh lebih istimewa lantaran Pura Mangkunegaran menghidupkan kembali tradisi tirakatan penuh selama 24 jam nonstop, yang bergulir sejak Selasa (16/6) hingga Rabu (17/6/2026).

Berikut adalah urutan kegiatan resmi dari pihak istana:

Sore Hari (Selasa, 16 Juni 2026): Rangkaian diawali dengan ritual santap sore bersama di Pracima Tuin sebagai manifestasi rasa syukur atas kelimpahan rezeki.

Pukul 20.00 WIB (Selasa, 16 Juni 2026): Pelepasan iring-iringan Kirab Pusaka Dalem dan dimulainya laku Tapa Bisu mengitari tembok luar istana.

Tengah Malam (Selasa Malam): Agenda tirakatan, refleksi diri, dan pembacaan doa yang berlangsung semalam suntuk.

Fajar Hari (Rabu, 17 Juni 2026): Pelaksanaan laku Catur Sembah sebagai ritual sakral untuk menyambut fajar baru.

Pagi Hari (Rabu, 17 Juni 2026): Sesi penulisan kartu harapan sebagai bentuk optimisme menyongsong masa depan.

Siang hingga Sore (Rabu, 17 Juni 2026): Prosesi Larasati, yaitu praktik meditasi pernapasan dan keselarasan semesta yang dipandu hasil kolaborasi kreatif bersama Terigu Studio dan Bottlesmoker.

Malam Hari (Rabu, 17 Juni 2026): Penutupan resmi seluruh rangkaian operasional spiritual 1 Suro 2026.

Baca Juga: Kirab 1 Suro Dijaga Ketat, Polisi Sebar 854 Personel di Titik Rawan Keramaian

Filosofi Siklus Waktu Jawa: Atita, Atiki dan Anagata

Ketua Panitia Kirab Pusaka Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran, GRaj Ancilla Suro Marina Sudjiwo—atau yang akrab disapa Gusti Suro—menegaskan, perayaan 1 Suro sejatinya bukanlah festival kesenian semata. 

Momen ini merupakan undangan terbuka untuk mulih (pulang kembali ke fitrah diri), melepaskan, sekaligus menyambut langkah baru.

"Pulang ke rumah, pulang ke alam, pulang untuk kembali ke diri sendiri. Karena itulah spirit Suro di Mangkunegaran, yaitu pulang atau mulih. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga untuk memulihkan diri kita sendiri atau pulih," tutur Gusti Suro.

Penerapan tirakatan 24 jam menjadi pilar pembeda utama pada tahun Be 1960 ini dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. 

Konsep spiritualitas Mangkunegaran membagi fase waktu ke dalam tiga pilar filosofis.

Atita yakni laku batin untuk mengikhlaskan dan melepaskan segala hal yang telah berlalu di masa lampau.

Atiki, yaiktu kesadaran jiwa untuk hadir sepenuhnya, tenang, dan berfokus pada detik masa kini.

Kemudian, Anagata berupa kesiapan mental untuk merajut harapan baik dalam menyambut masa depan.

Baca Juga: Jateng Diguyur Investasi Rp15 Triliun, Pabrik Kendaraan Listrik Kendal Siap Tampung 10 Ribu Pekerja

Fasilitas Layar Besar bagi Masyarakat

Panitia mengestimasi ada sekitar 2.500 peserta internal yang akan terlibat langsung melakoni kirab tapa bisu tersebut. 

Di sisi lain, Pura Mangkunegaran juga bersiap menampung kehadiran hingga 10.000 warga masyarakat umum yang diprediksi akan memadati kawasan istana.

Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan massa di koridor utama, pengunjung dipusatkan di area Pemedan (halaman depan Pura Mangkunegaran). 

Baca Juga: ASN Pemkab Karanganyar Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penipuan Calo Pegawai BUMD

Pihak kerabat istana juga telah menyediakan fasilitas beberapa layar monitor besar di titik-titik strategis. 

Dengan adanya layar pemantau ini, seluruh elemen masyarakat tetap dapat menyaksikan jalannya pengarakan pusaka secara jelas, dekat, dan tentunya dalam suasana yang tetap sejuk serta tertib.

Editor : Syahaamah Fikria
#laku tapa bisu #Kirab Pusaka Dalem #malam 1 suro #Kirab malam 1 Suro #mangkunegaran