Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Wamentan Sudaryono Bantah Kabur Saat Dialog UGM Memanas, Klaim Tetap Temui Mahasiswa

Nur Pramudito • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:55 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berada di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (15/6/2026). (ANTARA/HO-Kementan)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berada di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (15/6/2026). (ANTARA/HO-Kementan)

RADARSOLO.COM - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membantah tudingan bahwa dirinya kabur saat terjadi kericuhan dalam sebuah dialog bersama mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Sudaryono, kehadirannya bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memang bertujuan untuk membuka ruang dialog secara langsung dengan mahasiswa.

Ia menegaskan sejak awal tidak memiliki masalah dengan berbagai pertanyaan maupun kritik yang disampaikan peserta forum.

"Kami datang untuk berdialog. Ditanya apa saja tidak masalah, bahkan kalau harus diadili atas kebijakan yang kami jalankan juga siap," ujar Sudaryono dalam keterangan resminya, Selasa (16/6/2026).

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kericuhan Diskusi Pejabat dan Mahasiswa UGM, Nusron-Sudaryono Diadang Massa

Sudaryono menjelaskan kegiatan dialog di UGM tersebut telah dipersiapkan sejak jauh hari dan memperoleh izin resmi dari pihak kampus.

Menurutnya, acara semacam itu juga bukan pertama kali dilakukan.

Namun suasana forum berubah setelah diskusi berlangsung sekitar 30 hingga 40 menit.

Sejumlah peserta disebut menolak acara diteruskan sehingga kondisi menjadi tidak kondusif.

Padahal, kata Sudaryono, sebagian besar mahasiswa yang hadir justru ingin mendengarkan pemaparan narasumber sekaligus menyampaikan pertanyaan secara langsung.

Situasi semakin memanas ketika terjadi aksi pelemparan air.

Bahkan, Sudaryono mengaku sempat merasakan adanya tindakan fisik yang mengarah kepada dirinya.

"Kondisinya sudah tidak aman sehingga petugas keamanan menyarankan kami meninggalkan lokasi," ungkapnya.

Meski demikian, Wamentan Sudaryono membantah anggapan bahwa dirinya dan rombongan kabur dari lokasi dialog.

Ia menegaskan keputusan keluar dari area acara semata-mata demi alasan keamanan.

Bahkan setelah kendaraan rombongan sempat dihentikan dan mahasiswa mencari keberadaan mereka, Sudaryono dan Nusron Wahid kembali menemui massa mahasiswa untuk melanjutkan dialog.

"Kami justru keluar lagi dan duduk bersama di aspal untuk berdiskusi. Jadi kalau ada yang mengatakan kami kabur, itu tidak benar," tegasnya.

Dalam dialog lanjutan tersebut, sejumlah mahasiswa menyampaikan kritik terkait persoalan pertanahan, konflik agraria, hingga dugaan penggusuran yang terjadi di beberapa daerah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sudaryono menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan mahasiswa.

Ia bahkan mengaku bersedia turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

"Kalau memang ada kasus penggusuran atau masalah agraria tertentu, mari kita cek bersama. Saya siap datang langsung dan melihat kondisi sebenarnya," katanya.

Di akhir pernyataannya, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang sejak awal ingin mengikuti dialog secara baik namun terganggu oleh kericuhan yang terjadi.

Ia juga membuka peluang untuk kembali menggelar dialog bersama mahasiswa UGM maupun kampus lainnya apabila mendapat undangan di kemudian hari.

"Saya meminta maaf kepada mahasiswa yang ingin berdiskusi dengan baik. Kami siap jika kembali diundang, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang terpenting adalah dialog tetap berjalan," pungkas Wamentan Sudaryono.(np)

Editor : Nur Pramudito
#dialog #mahasiswa ugm #UGM #wamentan sudaryono #SUDARYONO