Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siapa Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso? Sosok yang dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Nur Pramudito • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:44 WIB
Siapa Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso? Sosok yang dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto, Ini Profil dan Rekam Jejaknya (divif2.kostrad.mil.id)
Siapa Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso? Sosok yang dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto, Ini Profil dan Rekam Jejaknya (divif2.kostrad.mil.id)

RADARSOLO.COM - Nama Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso belakangan menjadi sorotan publik setelah dikait-kaitkan dengan pimpinan aksi demonstrasi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tiyo Ardianto.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (16/6/2026), Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyampaikan dugaan adanya keterlibatan sejumlah tokoh politik dalam gerakan penolakan MBG yang muncul di berbagai daerah.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyebut pihaknya menemukan sejumlah indikasi yang dianggap perlu mendapat perhatian.

Salah satunya terkait kendaraan yang digunakan Tiyo Ardianto saat mengikuti aksi demonstrasi.

Menurut Rahmat, mobil Toyota Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni yang disebut sebagai adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

Selain itu, BEM Bersatu juga menyoroti kehadiran sejumlah tokoh dalam sebuah forum kebangsaan di Bandung yang turut dihadiri Tiyo Ardianto dan Setyo Sularso.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Setyo Sularso terkait dugaan yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut.

Siapa Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso?

Sosok Letjen TNI (Purn) Muhammad Setyo Sularso merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki karier panjang selama lebih dari 35 tahun di lingkungan militer Indonesia.

Lahir pada 27 Mei 1959, Setyo Sularso merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1982 dari kecabangan Infanteri.

Selama masa pengabdiannya, ia dikenal sebagai perwira yang meniti karier dari level bawah hingga mencapai jajaran pimpinan tertinggi TNI.

Jabatan terakhir yang diembannya sebelum pensiun adalah Inspektur Jenderal (Irjen) TNI dengan pangkat Letnan Jenderal atau jenderal bintang tiga.

Profil dan Rekam Jejak Setyo Sularso

Rekam jejak Setyo Sularso dimulai dari satuan tempur di wilayah Kodam Udayana.

Sebagai perwira muda, ia pernah bertugas sebagai komandan peleton dan komandan kompi di Yonif 745/Satya Yudha Bhakti serta Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha.

Pada periode 1982 hingga 1988, ia juga tercatat menjalankan sejumlah operasi militer di Timor Timur yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

Selain menjalani berbagai penugasan lapangan, Setyo aktif mengikuti pendidikan militer lanjutan, mulai dari Susdanki, Suslapa Infanteri, Seskoal, Sesko TNI hingga Lemhannas RI.

Kariernya terus berkembang pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Berbagai posisi strategis pernah dipercayakan kepadanya, seperti Kasi Binkar Spers Divif 1/Kostrad, Kasi Operasi Kontingen Garuda XII, Dandenma Divif 1/Kostrad, hingga Kasi Intelijen Korem 073/Makutarama.

Namanya semakin dikenal ketika dipercaya menjadi Komandan Yonif 401/Banteng Raider pada 1998.

Setelah itu, ia menjabat sebagai Dandim 0732/Sleman dan Dandim 0733/Semarang sebelum kemudian menjadi Kepala Staf Korem 072/Pamungkas.

Menembus Posisi Strategis di TNI

Perjalanan karier Setyo Sularso terus menanjak dengan menempati sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI AD maupun Mabes TNI.

Ia pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen Kasdam XVI/Pattimura, Staf Ahli Pangdam Jaya Bidang Ideologi, Aster Kasdam Jaya, Danrem 072/Pamungkas, Irdam XVII/Cenderawasih, Dandenma Mabes TNI, Wakapuspen TNI, hingga Kepala Staf Kodam V/Brawijaya.

Saat berpangkat Brigadir Jenderal, Setyo dipercaya memimpin Divisi Infanteri 2/Kostrad sebagai Pangdivif 2/Kostrad pada 2012.

Kariernya semakin bersinar ketika ditunjuk sebagai Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) pada 2014.

Setahun kemudian, ia dipercaya menjabat Pangdam IX/Udayana yang membawahi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Puncak karier militernya terjadi pada 2016 ketika diangkat menjadi Inspektur Jenderal TNI dengan pangkat Letnan Jenderal.

Pengalaman Misi Internasional

Tak hanya berpengalaman di dalam negeri, Setyo Sularso juga pernah menjadi bagian dari Kontingen Garuda XII dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kamboja pada 1992-1993.

Atas keterlibatannya dalam misi tersebut, ia menerima UNTAC Medal dari United Nations Transitional Authority in Cambodia serta penghargaan Knight of the Royal Order of Sahametrei dari Kerajaan Kamboja.

Deretan Penghargaan

Selama berdinas, Setyo Sularso menerima berbagai tanda kehormatan dari negara.

Di antaranya Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.

Ia juga mengoleksi sejumlah Satyalancana, seperti Satyalancana Kesetiaan 8, 16, 24, dan 32 Tahun, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Seroja, Satyalancana Dharma Bantala, Satyalancana Santi Dharma, serta Satyalancana Dwidya Sistha.

Dalam kehidupan pribadi, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso diketahui memiliki hubungan kekeluargaan dengan mantan Panglima TNI Andika Perkasa.

Putrinya, Nissa Avina Pilar, menikah dengan Alexander Wiratama Perkasa Hendropriyono, putra Andika Perkasa.

Itulah profil dan rekam jejak Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, sosok purnawirawan jenderal bintang tiga yang kini menjadi perhatian publik setelah namanya dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto dalam isu demonstrasi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).(np)

Editor : Nur Pramudito
#tiyo ardianto #Setyo Sularso #Aliansi BEM Bersatu #siapa #Sosok