RADARSOLO.COM — Pencairan berbagai program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah kembali bergulir pada bulan Juni 2026 ini.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah terdaftar sebagai penerima bantuan seperti PKH, BPNT, atau PBI JK, memahami tingkatan status kesejahteraan atau yang dikenal dengan istilah Desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN) jadi hal yang sangat penting.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam desil 1 hingga 10 untuk menentukan prioritas penyaluran bantuan.
Masyarakat yang berada di desil 1 sampai desil 4 merupakan kelompok yang diprioritaskan untuk mendapatkan bansos karena masuk dalam kategori rentan miskin hingga miskin ekstrem.
Bagi yang ingin memastikan posisi data keluarga di sistem, berikut adalah langkah mudah dan cara cek desil untuk pastikan masuk kelompok penerima bansos Juni 2026 secara mandiri dan online lewat Google.
Apa itu Desil dalam DTSEN Kemensos?
Sebelum masuk ke teknis pengecekan, penting untuk memahami arti pembagian kelompok desil yang digunakan oleh pemerintah:
Desil 1: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (10% terendah/miskin ekstrem).
Desil 2: Kelompok masyarakat yang berada di posisi 10-20% terendah (sangat miskin).
Desil 3: Kelompok masyarakat yang menempati posisi 20-30% terendah (miskin).
Desil 4: Kelompok masyarakat yang berada di posisi 30-40% terendah (rentan miskin).
Jika data nama Anda berada di luar desil 1 hingga 4 (misalnya masuk desil 5 ke atas), maka peluang untuk menerima berbagai skema bansos reguler dari pemerintah akan semakin kecil atau bahkan tidak masuk alokasi kuota penerima.
Langkah Mudah Cara Cek Desil dan Status Bansos Online lewat Google
Untuk mengetahui posisi desil dan memastikan kelayakan sebagai KPM (Keluarga Penerima Manfaat) aktif di bulan Juni 2026, Kemensos telah menyediakan platform resmi Cek Bansos yang bisa diakses dengan mudah menggunakan handphone.
Baca Juga: Mengapa Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Dilaporkan ke Polisi? Buntut Kritik Program MBG
Berikut urutan langkah teknisnya:
- Buka browser di ponsel atau komputer, akses ke Google kemudian masukkan alamat situs https://cekbansos.kemensos.go.id.
- Setelah masuk ke laman cek bansos Kemensos, masukkan data administrasi wilayah sesuai KTP Anda, mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa atau Kelurahan.
- Ketik nama lengkap dengan benar sesuai dengan yang tertera di Kartu Tanda Penduduk.
- Masukkan kombinasi huruf kode captcha yang muncul di layar untuk proses validasi sistem keamanan.
- Ketuk tombol "Cari Data" yang berada di pojok bawah halaman.
Setelah itu, sistem DTSEN akan memproses data dan menampilkan hasil pencarian.
Baca Juga: Perang Melawan Sampah Sungai, Wali Kota Ajak Kolaborasi Mulai dari Hulu hingga Hilir
Jika data terdaftar, di layar akan tertera identitas Anda, jenis bantuan yang diterima, status penyaluran "YA", periode pencairan "Juni 2026", serta informasi kluster desil kesejahteraan Anda di dalam database.
Alternatif Cek via Aplikasi "Cek Bansos"
Selain lewat situs web, masyarakat juga bisa mengunduh aplikasi resmi "Cek Bansos" melalui Google Play Store.
Melalui aplikasi ini, masyarakat harus membuat akun terlebih dahulu dengan mengunggah foto KTP dan swafoto (selfie).
Kelebihan menggunakan aplikasi ini adalah adanya fitur "Usul-Sanggah".
Fitur tersebut sangat berguna jika Anda merasa berada di kelompok desil bawah (miskin) namun belum pernah mendapat bansos.
Atau sebaliknya, untuk menyanggah tetangga yang dinilai sudah mampu namun masih menerima bantuan.
Dengan melakukan pengecekan berkala secara mandiri sejak dini, masyarakat bisa mengantisipasi kendala administrasi dan memastikan hak bansos untuk alokasi Juni 2026 ini dapat tersalurkan dengan tepat sasaran. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria