Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siapa Ahmad Ghazy yang Gabung BEM Bersatu Bela MBG? Sudah Lulus UNJ dan Bukan BEM, Alumni: Cara Maen Lu Jelek!

Syahaamah Fikria • Rabu, 17 Juni 2026 | 21:11 WIB
Ahmad Ghazy (foto kiri, dilingkari merah) dan peserta BEM Bersatu. (Instagram M Gofahrul Ikhsan)
Ahmad Ghazy (foto kiri, dilingkari merah) dan peserta BEM Bersatu. (Instagram M Gofahrul Ikhsan)

RADARSOLO.COM — Misteri di balik keabsahan identitas para pengurus aliansi mahasiswa baru bernama BEM Bersatu kian mengemuka ke publik. 

Setelah menggelar konferensi pers bertema dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/6/2026), dugaan manipulasi keanggotaan kelompok ini mulai dikuliti satu per satu oleh netizen dan sesama elemen mahasiswa.

Salah satu sosok yang mendadak panen sorotan tajam adalah Ahmad Ghazy.

Dia ikut hadir dalam deklarasi tersebut dengan mengenakan jaket almamater hijau khas Universitas Negeri Jakarta (UNJ). 

Baca Juga: Siapa Aliansi BEM Bersatu dan dari Kampus Mana Saja? Mendadak Muncul, Langsung Diserang Gelombang Bantahan

Dalam forum tersebut, nama Ghazy dicantumkan sebagai perwakilan resmi dari BEM Psikologi UNJ.

Namun, pasca acara selesai, kedok Ghazy langsung runtuh seketika. 

Hasil penelusuran mendalam membuktikan bahwa pria tersebut tidak berstatus sebagai mahasiswa aktif, apalagi memangku jabatan pengurus kelembagaan BEM.

Baca Juga: Siapa Firdaus Oiwobo? Laporkan Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Usai Kritik MBG, Pernah Dipecat dari Kongres Advokat Indonesia

Siapa Sebenarnya Ahmad Ghazy?

Berdasarkan pengecekan pada sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Ahmad Ghazy diketahui merupakan mahasiswa angkatan lama yang masuk UNJ pada 1 September 2020 silam. 

Alih-alih masih aktif kuliah, Ghazy ternyata sudah dinyatakan lulus pada tahun akademik 2023/2024.

Fakta status kelulusan ini diperkuat oleh kesaksian alumni UNJ, M Gofahrul Ikhsan. 

Melalui unggahan viral di media sosial, Gofahrul melayangkan protes terbuka dan menegaskan bahwa tindakan Ghazy murni ilegal karena tidak mewakili suara mahasiswa Psikologi UNJ.

"Atas nama Ahmad Ghazy enggak ngewakilin BEM Psikologi UNJ, dia alumni angkatan 2020 yang udah lulus!" tulis Gofahrul melalui komentar di akun @lambe_turah.

Baca Juga: 30 Lembar Bukti Ungkap Dana Rp 21,4 Miliar Tak Bisa Dipertanggungjawabkan Nany Widjaja

Gofahrul bahkan menyayangkan sikap Ghazy yang tega memanfaatkan nama BEM demi kepentingan pragmatis pribadi.

Padahal selama masa kuliahnya Ghazy diklaim sama sekali tidak pernah berkecimpung dalam struktur organisasi BEM.

"Nggak kasian sama adek-adek lu yang pernah turun ke jalan panas-panasan, yang pernah dikejar-kejar aparat? Yang udah bikin banyak kajian + kritik-kritik keras?" Gofahrul sembari melingkari wajah Ghazy dalam tangkapan layar video konferensi pers.

Baca Juga: 10 Proyek Strategis di Sragen Telan Anggaran Rp 57,7 Miliar, Mayoritas Infrastruktur Jalan

Nggak pernah masuk BEM, tiba-tiba ngewakilin BEM atas kepentingan perut pribadi. Cara maen lu jelek," imbuh dia.

Bantahan dan Tuntutan Resmi dari BEM Psikologi UNJ

Tidak butuh waktu lama, pengurus aktif BEM 'Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta langsung menerbitkan surat pernyataan sikap melalui akun Instagram resmi @bemfpsiunj. 

Dalam klarifikasi tertulis tersebut, organisasi menegaskan pemutusan hubungan dan penolakan keras atas klaim sepihak dari Ghazy.

"BEM FPsi UNJ tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk mewakilkan dan menggunakan nama BEM FPSI UNJ," bunyi rilis resmi mereka.

Pihak fungsionaris BEM menerangkan bahwa Ghazy murni bertindak atas nama pribadi dan pandangan politiknya tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan kampus. 

Atas tindakan pencemaran nama baik institusi ini, BEM Psikologi UNJ menuntut agar Ahmad Ghazy segera melayangkan permohonan maaf resmi secara terbuka ke publik.

Baca Juga: ASN Pemkab Karanganyar Tersangka Calo Pegawai BUMD Belum Ditahan, Ini Alasan Polisi

Modus Berulang Aliansi BEM Bersatu

Kasus pemalsuan status dan pencatutan nama lembaga ini ternyata tidak hanya menimpa UNJ. 

Sejumlah kampus lain yang tercatat dalam daftar 10 perwakilan BEM Bersatu juga beramai-ramai melakukan aksi sanggahan dan perlawanan.

Sebagai contoh, BEM Fakultas Teknik Industri Universitas BSI lewat akun @bemftiubsi ikut bersuara. 

Baca Juga: 130 Atlet Pelajar Disabiltas Karanganyar Unjuk Gigi di Ajang Peparpeda 2026

Mereka menyatakan tidak pernah mengirim utusan bernama "Ahmad" ke Jakarta, bahkan menegaskan tidak ada nama tersebut di dalam jajaran pengurus aktif mereka.

Kecaman serupa juga datang dari Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM). 

Mereka mengutuk keras klaim sepihak yang membawa nama BEM FEB UNPAM dalam forum bentukan tersebut. 

Pihak mahasiswa UNPAM kini memberikan ultimatum waktu 2 x 24 jam kepada rektorat untuk menggelar investigasi total dan menjatuhkan sanksi disiplin berat bagi oknum mahasiswa Manajemen yang terindikasi menjadi dalang pencatutan nama kampus.

Saat ini, keberadaan Ahmad Ghazy dan beberapa oknum alumni "palsu" lainnya tengah dicari-cari oleh pihak kelembagaan mahasiswa masing-masing kampus untuk dimintai pertanggungjawaban secara moral dan hukum.

Editor : Syahaamah Fikria
#BEM Bersatu #UNJ #bem #Mbg