RADARSOLO.COM — Jagat media sosial mendadak dihebohkan oleh unggahan viral yang mengklaim bahwa Gunung Lawu bakal mengalami erupsi dahsyat dalam waktu dekat.
Dalam narasi yang beredar luas tersebut, gunung di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini disebut menempati urutan ketujuh sebagai gunung berapi yang kantong magmanya mulai penuh, dipicu oleh tekanan lempeng tektonik tinggi dari jalur Bojonegoro.
Menanggapi rumor yang meresahkan masyarakat di lereng gunung tersebut, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung angkat bicara.
Baca Juga: Sambut Pendaki Gunung Lawu di Malam 1 Suro, Jalur Pendakian di Karanganyar Dibuka Nonstop 24 Jam
Bagaimana fakta geologis sebenarnya dan hasil pemantauan riil di lapangan?
Suhu Kawah Normal
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan bahwa narasi yang beredar di media sosial seperti Threads dan platform lainnya terkait aktivitas vulkanik ekstrem Gunung Lawu adalah keliru alias hoaks.
Berdasarkan investigasi geokimia berkala yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada tahun 2021 dan 2023, kondisi gunung setinggi 3.265 mdpl tersebut terpantau sangat stabil.
“Hasil pengukuran suhu di Kawah Candradimuka menunjukkan nilai 90,8 hingga 92 derajat Celsius, yang mengindikasikan tidak terjadi kenaikan lava ke permukaan,” tegas Lana Saria dalam keterangan resminya.
Lana menambahkan, kandungan gas yang keluar dari Kawah Candradimuka seperti uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), amonia (NH3), nitrogen (N2), dan hidrogen (H2), masih berada dalam batas wajar yang biasa ditemukan pada gunung api aktif.
Tidak ditemukan adanya perubahan drastis pada sampel air panas maupun struktur gas vulkanik yang mengarah pada aktivitas erupsi.
Selain itu, secara geologis, Gunung Lawu dikategorikan sebagai gunung api Tipe B.
Artinya, gunung ini memang masih memiliki aktivitas vulkanik pasif—seperti pelepasan gas solfatara—namun sama sekali tidak mempunyai catatan sejarah erupsi magmatik sejak tahun 1600 masehi.
Imbauan untuk Masyarakat Lereng Lawu
Secara administratif, bentangan Gunung Lawu mencakup tiga wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah, serta Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan di Jawa Timur.
Masyarakat yang berada di kawasan lingkar Lawu diimbau untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas harian seperti biasa.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu mengacu pada data resmi yang dirilis oleh PVMBG atau Aplikasi Magma Indonesia.
Editor : Syahaamah Fikria