RADARSOLO.COM — Dampak dari dugaan pelanggaran aturan dan gesekan verbal yang diduga melibatkan perwira tinggi TNI di ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 kian melebar.
Akun Instagram resmi milik Komando Resor Militer (Korem) 072/Pamungkas Yogyakarta terpantau mendadak diubah ke dalam mode privat (digembok) setelah menjadi sasaran kritik dari netizen.
Langkah membatasi akses publik ini diduga kuat merupakan imbas dari potongan video viral yang memperlihatkan perselisihan di jalur steril perlombaan.
Insiden tersebut melibatkan seorang peserta yang diduga merupakan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, dengan petugas lintasan (marshal).
Pemicunya dikabarkan karena sang ajudan dilarang ikut masuk ke trek lantaran berlari tanpa mengenakan nomor dada resmi (BIB).
Postingan Dihapus dan Kolom Komentar Sempat Dibatasi
Sebelum digembok, akun Instagram resmi Korem 072/Pamungkas @korem072pmk sebenarnya sempat mengunggah foto serta caption terkait kegiatan Danrem.
Unggahan tersebut memperlihatkan momen Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono saat menghadiri event Mandiri Jogja Marathon 2026.
Namun seiring dengan mencuatnya video perselisihan di lapangan, unggahan tersebut kemudian dihapus.
Akun @korem072pmk pun semula membatasi interaksi di kolom komentar, sebelum akhirnya benar-benar mengubah status akun menjadi privat.
Akun Threads Korem 072/Pamungkas Jadi Sasaran Netizen
Meski Instagram sudah dikunci, netizen yang terlanjur kecewa tidak kehabisan cara untuk menyampaikan protes mereka.
Platform media sosial Threads milik @korem072pmk terpantau masih terbuka untuk publik.
Alhasil, akun Threads instansi tersebut langsung dibanjiri oleh beragam komentar dan sindiran dari netizen yang menyayangkan insiden di lintasan lari.
Beberapa komentar yang disematkan netizen di antaranya menyoroti masalah integritas serta kepatuhan terhadap regulasi olahraga.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Ganggu Usaha dan Sekolah, Wali Kota Solo Turun Tangan
"Arogansi selalu melekat dalam setiap mahluk berseragam....lakukan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia yang mengikuti MJM.... Jangan tunjukkan sifat pengecut. Kalian militer. Harus berani," tulis salah satu pengguna internet.
"Apakah disiplin dan taat pada aturan tidak diajarkan di sistem pendidikan nya?" sahut netizen lainnya.
"Selamat malam ndan. Integritasnya mana? Pengawal ga bayar kok disuruh ikutan di jalur pelari?" timpal akun lain dengan nada kecewa.
Hingga saat ini, pihak Korem 072/Pamungkas belum memberikan keterangan terkait alasan penutupan akun Instagram mereka.
Serta belum ada klarifikasi mengenai insiden viral di Mandiri Jogja Marathon 2026, yang kini ramai disorot publik.
Editor : Syahaamah Fikria