Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Insiden Ajudan Danrem di Jogja Marathon 2026, Ini Penjelasan Lengkap Korem 072/Pamungkas

Nur Pramudito • Senin, 22 Juni 2026 | 14:51 WIB
Viral Insiden Ajudan Danrem di Jogja Marathon 2026, Ini Penjelasan Lengkap Korem 072/Pamungkas (Kolase Instagram/@merapi_uncover)
Viral Insiden Ajudan Danrem di Jogja Marathon 2026, Ini Penjelasan Lengkap Korem 072/Pamungkas (Kolase Instagram/@merapi_uncover)

RADARSOLO.COM - Peristiwa Viral Ajudan Danrem yang sempat ditolak masuk area Jogja Marathon 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik di media sosial.

Insiden tersebut memunculkan berbagai perbincangan setelah terjadi adu argumen antara petugas lapangan dan ajudan di lokasi kegiatan.

Peristiwa itu disebut terjadi karena ajudan Danrem tidak mengenakan BIB (Body Identification Number) atau nomor dada, yang merupakan aturan wajib bagi seluruh peserta dalam event lari Jogja Marathon 2026.

Klarifikasi Resmi Korem 072/Pamungkas

Pihak Korem 072/Pamungkas melalui Kepala Penerangan, Mayor Inf Suwito, memberikan klarifikasi bahwa kejadian yang viral tersebut hanyalah bentuk kesalahpahaman di lapangan dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Terjadi kesalahpahaman saja, sudah bertemu dan saling memaafkan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pihak Korem 072/Pamungkas telah berkomunikasi dengan panitia Jogja Marathon 2026 serta menyampaikan klarifikasi resmi agar informasi yang beredar tidak simpang siur.

Ajudan Danrem Sampaikan Permintaan Maaf

Dalam video yang beredar, Ajudan Danrem 072/Pamungkas juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait insiden di ajang Jogja Marathon 2026.

Ia mengakui kelalaian karena mengikuti kegiatan tanpa memastikan kelengkapan BIB sesuai aturan lomba.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya… ini menjadi pembelajaran ke depan,” ungkapnya.

Ajudan tersebut juga menegaskan bertanggung jawab penuh atas kejadian yang sempat viral di media sosial.

Marshal Juga Berikan Klarifikasi

Selain pihak ajudan, salah satu marshal di lokasi Jogja Marathon 2026 juga ikut menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf atas respons yang terjadi saat insiden berlangsung.

Ia menyebut situasi di lapangan terjadi dalam kondisi cepat dan penuh dinamika, sehingga terjadi kesalahpahaman antara petugas dan peserta.

Kronologi Versi Korem 072/Pamungkas

Dalam penjelasan resmi Korem 072/Pamungkas, Danrem 072/PMK Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono hadir dalam ajang Jogja Marathon 2026 bersama keluarga dan rombongan.

Rombongan tersebut memiliki beberapa tiket resmi, termasuk undangan Muspida.

Sejak awal, Ajudan Danrem disebut sudah menggunakan BIB sesuai ketentuan panitia.

Namun dalam perjalanan, ajudan beberapa kali bergerak untuk membantu dokumentasi sehingga kondisi di lintasan cukup padat.

BIB tersebut diduga terlepas tanpa disadari saat aktivitas berlangsung, sehingga petugas tidak dapat mengidentifikasi peserta di beberapa titik.

Hal inilah yang kemudian memicu kesalahpahaman di area lomba Jogja Marathon 2026.

Mediasi di Yogyakarta

Persoalan ini akhirnya diselesaikan melalui pertemuan antara Korem 072/Pamungkas dan panitia Jogja Marathon 2026 yang digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan damai.

Kedua pihak sepakat mengakhiri polemik yang sempat viral dan menjadikannya sebagai evaluasi bersama untuk pelaksanaan event ke depan.

Editor : Nur Pramudito
#Jogja Marathon 2026 #Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta #Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono #viral #klarifikasi