RADARSOLO.COM — Gelombang kecaman publik terhadap Taufik Hidayat, 30, pelaku penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap Yuvita Tri Rezeki, 29, kian tak terbendung.
Seiring dengan bergulirnya proses perburuan oleh Polda Jawa Barat, satu per satu tabiat asli dan rekam jejak masa lalu pria yang berprofesi sebagai debt collector ini mulai dikuliti oleh netizen serta tim hukum.
Berdasarkan kesaksian dari orang-orang di masa lalunya hingga temuan fakta baru dari tim advokasi, Taufik diduga kuat memiliki kecenderungan perilaku agresif yang sudah terpola sejak lama.
Bahkan, muncul indikasi kuat bahwa Yuvita bukanlah satu-satunya wanita yang pernah menjadi sasaran kebrutalan pelaku.
Perilaku Agresif Sejak Sekolah dan Dugaan Dilindungi Keluarga
Di berbagai platform media sosial, sejumlah netizen yang mengaku bertetangga dan mengenal pelaku sejak remaja mulai bersuara.
Berdasarkan komentar di medsos, Taufik diklaim sering terlibat masalah dan menunjukkan gelagat kekerasan sejak masih duduk di bangku sekolah.
Reputasi buruknya disebut-sebut sudah menjadi rahasia umum di lingkungan tempat tinggalnya.
Menariknya, netizen juga menyoroti sikap keluarga pelaku yang dinilai turut membentuk watak arogan tersebut.
Muncul narasi bahwa ibu pelaku cenderung bersikap terlalu protektif dan selalu membela Taufik setiap kali sang anak tersandung masalah dengan orang lain.
Tak hanya sang ibu, kakak kandung pelaku juga dirumorkan kerap pasang badan demi meloloskan adiknya dari jerat konflik.
Namun, seluruh testimoni yang beredar ini masih berstatus klaim media sosial, mengingat belum ada keterangan resmi dari penyidik kepolisian mengenai kondisi keluarga pelaku.
Pengakuan Mantan Korban
Sisi gelap Taufik semakin terbongkar usai muncul sebuah pengakuan mengejutkan dari seorang wanita dengan akun Instagram @adillaapril1.
Baca Juga: Pengesahan Perguruan Silat, Polres Sragen Amankan 204 Sepeda Motor Knalpot Brong
Perempuan tersebut terang-terangan mengaku pernah menjadi korban intimidasi Taufik pada awal tahun 2024.
Dalam pengakuannya, wanita tersebut mengatakan sempat dibawa secara paksa oleh pelaku ke daerah Solokan Jeruk, yang cukup asing.
Beruntung, nyawanya selamat karena ia terus-menerus mendesak pelaku untuk mengantarkannya pulang.
Baca Juga: Pemkot Solo Pasang Baliho Ultah ke-65 Jokowi, Ketua DPC Gerindra Solo Mengaku Kecewa
"Alhamdulillah aku selamat Kak, karena waktu itu aku langsung minta pulang," ungkap akun @adillaapril1.
Ia juga membeberkan indikasi penyalahgunaan zat terlarang oleh Taufik. Hal itu terlihat dari gaya Taufik berbicara yang tidak jelas
"Kalo ketemu aku kaya yang ngobat," tambah korban tersebut.
Jejak Korban Serupa di Garut
Dugaan adanya korban lain kian diperkuat oleh temuan dari tim hukum Hotman 911 yang turun tangan mengawal kasus ini.
Saat menyambangi kediaman keluarga Yuvita di Rancaekek, Kabupaten Bandung, tim advokat mengaku mengantongi data awal mengenai aksi serupa di wilayah lain.
Perwakilan tim Hotman 911, Pangeran Reza Pramadia, menyebutkan bahwa aduan yang masuk mengarah pada adanya target penyiksaan lain di kawasan Garut, Jawa Barat.
Modus operandi yang dilakukan pun disinyalir memiliki kemiripan erat dengan nestapa yang menimpa Yuvita.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ramalan, Primbon Kini Jadi Rujukan Gen Z hingga Perekrutan Karyawan Perusahaan
Pihak Hotman 911 mendesak agar jajaran aparat kepolisian bergerak ekstra cepat untuk membekuk Taufik Hidayat.
Sementara itu, posisi Taufik sempat terdeteksi oleh tim penyidik beberapa waktu lalu.
Namun, pelaku yang diduga sudah mencium kedatangan petugas dan berhasil melarikan diri sesaat sebelum penyergapan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan, karakter pelarian pelaku tergolong licin karena enggan menetap di satu lokasi.
"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," ujar Hendra.
Editor : Syahaamah Fikria