Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terungkap, Skema Pembagian Uang Rp20 Juta Ketua BEM FH UBK Usai Demo dan Ketemu Wapres Gibran

Syahaamah Fikria • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:00 WIB
Ketua BEM FH UGM Muhammad Abdimaludin mengaku mendapat uang Rp20 juta usai demo yang berujung audensi dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Ketua BEM FH UGM Muhammad Abdimaludin mengaku mendapat uang Rp20 juta usai demo yang berujung audensi dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

RADARSOLO.COM — Pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) Muhammad Abdimaludin yang menerima uang Rp20 juta setelah mengikuti aksi demo berlanjut audensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada, viral di media sosial.

Hal itu diungkapkan Abdimaludin salam sebuah forum terbuka di hadapan massa mahasiswa UBK pada Senin (22/6/2026). 

Forum itu sengaja digelar sebagai respons atas mosi tidak percaya dan desakan dari mahasiswa yang mencium adanya kejanggalan di balik pertemuan tertutup pengurus BEM dengan Wapres Gibran.

Baca Juga: Kronologi Mahasiswa BEM FH UBK Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengakuan Pengurus Viral di Media Sosial

Video pengakuan Ketua BEM FH UBK itu pun kini telah tersebar dan jadi viral.

Aliran Dana Rp20 Juta Dibagi ke 7 Orang

Dalam kesaksiannya di hadapan ratusan mahasiswa dan jajaran dekanat, Abdi membeberkan bahwa uang senilai puluhan juta rupiah tersebut tidak dinikmatinya sendiri.

Melainkan telah didistribusikan secara terperinci kepada tujuh orang oknum mahasiswa dan senior.

Baca Juga: Viral! Pengakuan Mahasiswa BEM FH UBK Usai Bertemu Wapres Gibran, Akui Terima Uang dan Minta Maaf

Berdasarkan informasi valid yang dihimpun dari forum terbuka, berikut adalah skema pembagian uang tersebut:

Muhammad Abdi Maludin: Menerima porsi terbesar senilai Rp6.000.000.

Rafli Maulana Akbar: Memperoleh bagian sebesar Rp2.500.000.

Mubarak Fosamu: Memperoleh bagian sebesar Rp2.500.000.

Amiruddin Emon: Memperoleh bagian sebesar Rp2.500.000.

Syafruddin Eno: Memperoleh bagian sebesar Rp2.500.000.

Pujiono: Mendapatkan jatah sebesar Rp2.000.000.

Rafli Bastian: Mendapatkan jatah sebesar Rp2.000.000.

Perwakilan mahasiswa FH UBK, Na'ilah Panrita Hartono, mengungkapkan bahwa orang-orang yang menerima kucuran dana tersebut sebagian besar menduduki posisi strategis di kepengurusan BEM FH serta Fakultas Ekonomi. 

Baca Juga: Kera Liar Ekor Panjang Acak-Acak Gamelan Univet Bantara Sukoharjo, Evakuasi Butuh Waktu Lama

Sementara dua nama lain yang tercatat di dalam daftar disinyalir merupakan sosok senior Abdi di organisasi pergerakan eksternal kampus.

Kronologi di Balik Uang Sogokan Pengalihan Massa Aksi

Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran petinggi kampus itu mengungkap fakta bahwa uang Rp20 juta tersebut awalnya diberikan agar pengurus BEM bersedia mengondisikan serta mengalihkan konsentrasi massa demonstrasi yang semula menuju Istana Negara agar berpindah ke gedung DPR RI.

Meskipun pada akhirnya taktik pemindahan lokasi itu gagal total karena elemen mahasiswa tetap solid melangsungkan unjuk rasa di area Patung Kuda, uang saku itu tetap diambil dan dikantongi oleh Abdi cs.

"Terlepas dari tujuan pemberian uang itu, mahasiswa merasa kecewa karena seorang ketua BEM menerima uang tersebut. Kami mempertanyakan integritasnya sebagai pimpinan mahasiswa," tegas Na'ilah.

Kejanggalan lain yang memicu keraguan massal adalah ketidakjelasan asal-usul uang tersebut. 

Di awal persidangan kampus, sempat beredar kabar bahwa dana disokong oleh seorang alumni senior. 

Namun sebelum forum ditutup, Abdi merevisi pernyataannya dan menyebut uang tunai itu datang dari seorang pria bernama A'an yang disinyalir merupakan anggota korps kepolisian.

Editor : Syahaamah Fikria
#BEM FH UBK #universitas bung karno #viral #demo #gibran rakabuming raka