RADARSOLO.COM — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi merilis identitas lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 yang meninggal saat menjalani program latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).
Kelima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang meninggal tersebut menempuh Latsarmil di sejumlah pusat pendidikan TNI yang berbeda.
Berdasarkan data tim medis, para peserta meninggal dunia akibat serangan komplikasi klinis yang fatal, mulai dari henti jantung mendadak, sengatan panas ekstrim (heat stroke), hingga infeksi pernapasan akut.
Tragedi ini langsung memicu reaksi cepat dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menginstruksikan adanya perombakan total terhadap sistem kepelatihan fisik dan prosedur pemeriksaan kesehatan sebelum latihan.
Pihak otoritas menegaskan bahwa seluruh akomodasi pemulangan jenazah, penyaluran dana santunan, hingga pemenuhan hak-hak ahli waris para korban telah diselesaikan secara penuh.
Daftar 5 Peserta Latsarmil yang Gugur Beserta Riwayat Klinisnya
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga manajer Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan dan Sekitarnya Sabtu Siang Ini
Otoritas menegaskan bahwa penanganan medis darurat telah diupayakan secara instan saat para peserta mulai mengalami penurunan kondisi fisik.
Berikut adalah rincian identitas lima peserta yang meninggal dunia:
1. Yonanda Muhammad Taufiq
Peserta yang ditempatkan di Puslatpur Kodiklatad Baturaja ini mengalami kehilangan kesadaran secara mendadak saat mengikuti sesi pengenalan area lingkungan pada 17 Juni 2026.
Hasil pemeriksaan dokter menyatakan korban meninggal dunia akibat serangan cardiac arrest atau henti jantung.
2. Anisa Muyassaroh
Gugur saat menempuh pendidikan di Dodik Kejuruan Rindam VI/Mulawarman Balikpapan pada 18 Juni 2026.
Baca Juga: Link Cara Cek Pengumuman Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Kapan Jadwal Pelatihan Komcad?
Sebelum kelas instruksi dimulai, korban sempat mengeluhkan mual disertai sesak napas berat.
Sempat dilarikan ke instalasi rumah sakit, ia didiagnosis fatal akibat sengatan cuaca ekstrem (heat stroke).
3. Novia Rahmadhani Sihotang
Peserta dari lingkungan Satdik Pusbahasa Kodiklatau ini mengembuskan napas terakhir pada 23 Juni 2026.
Almarhumah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit akibat menderita penyakit tuberkulosis (TB) paru aktif.
4. Rifki Renaldi Gunawan
Peserta didik di Satdik Yon Parako 465 ini dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026.
Berdasarkan rekam medis, korban mengalami infeksi paru-paru berat (pneumonia) yang diperparah oleh komplikasi kondisi bawaan berupa obesitas dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
5. Nola Dya Sari
Mengikuti rangkaian kurikulum di Satuan Pendidikan C Kalimantan, awalnya Nola tidak menunjukkan keluhan sakit.
Namun, memasuki malam hari, ia didera demam tinggi dan gangguan pernapasan. Nyawanya tidak tertolong setelah sempat dirujuk ke dua rumah sakit yang berbeda.
Baca Juga: Sosok Pria Berinisial FP yang Diduga Aniaya Caddy Golf di Tangerang Ditangkap, Benarkah Pejabat?
Menhan Instruksikan Reformasi Total Kurikulum Latsarmil
Menyikapi hilangnya nyawa lima calon manajer Kopdes Merah Putih tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin langsung mengeluarkan instruksi tegas untuk mengevaluasi manajemen draf latihan terintegrasi.
Kemenhan kini menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna memperketat skrining kesehatan berkala, terutama pelacakan penyakit menular dan gangguan fungsi paru.
Arah kebijakan kepelatihan di bawah naungan kesatuan TNI kini diwajibkan untuk bersikap lebih adaptif, di mana porsi penyerapan materi fisik kasar harus diselaraskan secara personal berdasarkan profil draf riwayat klinis setiap peserta.
"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," tutur Ketut Gede.
Dia menambahkan, kegiatan Latsarmil kini diarahkan agar lebih edukatif dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menyenangkan.
Editor : Syahaamah Fikria