RADARSOLO.COM-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang berencana kembali mengalokasikan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan nasional.
Sekaligus memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan rencana Kementerian Keuangan pada Juni 2026, total dana SAL yang akan ditempatkan di perbankan mencapai Rp400 triliun.
Dana tersebut akan didistribusikan kepada lima bank BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh pemerintah dalam pengelolaan dana SAL ini.
Sinergi antara Kementerian Keuangan dan industri perbankan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujar Hery Gunardi dalam keterangan resmi.
Hery menambahkan, tambahan likuiditas dari penempatan dana tersebut akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) serta manajemen risiko yang baik.
Penyaluran kredit akan diarahkan secara selektif kepada sektor produktif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi fokus utama bisnis BRI, dengan mempertimbangkan kualitas kredit serta kebutuhan riil di lapangan.
Hingga periode Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only tercatat telah mencapai Rp1.358 triliun, di mana porsi mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM dan sektor riil.
Ke depan, emiten dengan sandi saham BBRI ini berkomitmen untuk terus berperan aktif mendukung pembiayaan yang memiliki dampak pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.
"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," kata Hery menambahkan.
Baca Juga: Kisah Sukses Jufriyah, Usaha Peyek dan Tepung Ayam Goreng Berkembang Berkat Dukungan BRI
Guna mengimbangi ekspansi pembiayaan tersebut, BRI juga akan terus memacu perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Strategi penghimpunan dana akan difokuskan pada peningkatan pos dana murah (Current Account Saving Account/CASA) melalui penguatan ekosistem digital perseroan.
“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” pungkas Hery Gunardi. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono