Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mufli Budi Ananda Lulusan Apa? Asisten Raffi Ahmad Kini Duduki Jabatan Komisaris PT Krakatau Posco

Syahaamah Fikria • Senin, 29 Juni 2026 | 18:53 WIB
 Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad kini duduki jabatan Komisaris PT Krakatau Posco.
Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad kini duduki jabatan Komisaris PT Krakatau Posco.

RADARSOLO.COM — Nama Mufli Budi Ananda tengah menjadi buah bibir di media sosial setelah diangkat menjadi Komisaris PT Krakatau Posco, bersanding dengan Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro yang menempati posisi Komisaris Utama.

Kabar ini menuai kontroversi luas lantaran pria berusia 27 tahun tersebut selama ini lebih dikenal publik sebagai asisten pribadi artis kondang, Raffi Ahmad.

Raffi Ahmad sendiri sebelumnya juga sempat menuai kontroversi lantaran pengangkatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni oleh Prabowo Subianto.

Baca Juga: Siapa Mufli Budi Ananda hingga Diangkat Jadi Komisaris PT Krakatau Posco? Viral Asisten Raffi Ahmad Kini Duduki Kursi Elit Perusahaan Baja

Di tengah derasnya sentimen publik mengenai kelayakan penunjukan tersebut, bagaimana sebenarnya rekam jejak Mufli Budi Ananda hingga bisa dipercaya mengawasi korporasi berkapasitas produksi 3 juta ton baja per tahun itu?

Riwayat Pendidikan Asisten Raffi Ahmad

Berdasarkan penelusuran data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Mufli Budi Ananda diketahui belum menuntaskan pendidikan jenjang Strata-1 (S1). 

Riwayat akademis tertingginya yang resmi diselesaikan berada pada jenjang vokasi.

Baca Juga: Tangani 18 Kasus Kebakaran, Damkar Wonogiri Keluhkan Sulitnya Akses Mobil ke Kawasan Perbukitan

Berikut detail perjalanan studi Mufli Budi Ananda berdasarkan data draf registrasi kampus:

Lulusan Diploma Tiga (D3): Mufli mendaftar sebagai mahasiswa di Politeknik Bunda Kandung pada tahun 2007. 

Ia menyelesaikan studinya dan dinyatakan lulus dengan meraih gelar draf Diploma Tiga (D3) jurusan Teknik Listrik.

Studi S1 Pertama (2012): Ia sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan mendaftar di Program Studi S1 Teknik Industri, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN). 

Namun, perjalanannya di kampus ini tidak selesai setelah ia mengajukan pengunduran diri pada tahun 2017.

Studi S1 Kedua (2014): Mufli kembali mencoba masuk bangku kuliah dengan mendaftar lagi pada program studi S1 Teknik Industri di kampus yang sama (ISTN). 

Baca Juga: Rekor! Polresta Solo Bongkar 3,5 Kg Sabu, Residivis Jadi Kurir Jaringan Banten

Sayangnya, berdasarkan rilis data PDDIKTI, status akademiknya kembali draf tercatat "Mengundurkan Diri" pada tahun ajaran 2018-2019.

Dari rincian di atas, diketahui bahwa latar belakang pendidikan terakhir yang diselesaikan secara penuh oleh asisten Raffi Ahmad tersebut adalah lulusan D3 Teknik Listrik.

Reaksi Pedas Kalangan Publik dan Tokoh Hiburan

Fakta bahwa posisi strategis setingkat pengawas perusahaan raksasa dijabat oleh seorang lulusan D3 tanpa rekam jejak panjang di sektor metalurgi langsung mengundang gelombang reaksi pedas dari publik. 

Baca Juga: Menyelinap ke Kolam Ikan Perumahan Griya Pulisen, Ular Sanca 3 Meter Dievakuasi Damkar Boyolali

Tidak sedikit yang membandingkannya dengan nasib para lulusan sarjana dari universitas ternama.

Bahkan, aktor muda Yusuf Mahardika ikut memberikan sentimen menggelitik melalui akun media sosial pribadinya terkait realitas sistem birokrasi di tanah air.

"WKWKWKWKWKWKWKW SERU BANGET NI NEGARA THE SIMS," cuit Yusuf Mahardika via akun X resminya yang langsung dibanjiri komentar serupa oleh ribuan pengguna lain.

"D3 dari poltek yang sudah tutup? Jadi komisaris? Nah adek-adek, berarti mending cari link aja daripada kuliah di kampus bagus," timpal netizen lainnya.

Sekilas Tentang PT Krakatau Posco

PT Krakatau Posco bukanlah sebuah perusahaan swasta murni, melainkan perusahaan patungan atau joint venture (JV) yang dibentuk oleh BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) bersama raksasa produsen baja asal Korea Selatan, POSCO. 

Kedua belah pihak masing-masing memegang porsi kepemilikan saham sebesar 50 persen.

Baca Juga: Wonogiri Masuk 10 Besar IDEA Jateng 2026, Inovasi Pelayanan Publik Diakui Tingkat Provinsi Jateng

Pabrik baja terpadu yang beroperasi di kawasan industri Cilegon, Banten ini dibangun sejak tahun 2011 dengan nilai investasi masif demi menopang kemandirian industri berat pertahanan dan infrastruktur nasional. 

Karena melibatkan kepemilikan saham dari perusahaan milik negara (BUMN), publik menilai transparansi penunjukan dewan komisaris seharusnya didasari oleh aspek meritokrasi dan profesionalisme.

Hingga saat ini, pihak manajemen PT Krakatau Posco maupun Kementerian BUMN masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi mengenai dasar pertimbangan di balik pengangkatan Mufli Budi Ananda.

Editor : Syahaamah Fikria
#mufli budi ananda #asisten raffi ahmad #PT Krakatau Posco #komisaris #riwayat pendidikan