RADARSOLO.COM — Masuknya nama Mufli Budi Ananda, dalam jajaran dewan Komisaris PT Krakatau Posco, memicu sorotan tajam masyarakat.
Publik tidak hanya menyoroti sosok Mufli yang selama ini dikenal sebagai asisten Raffi Ahmad, tetapi juga mulai mempertanyakan terkait profil perusahaan Krakatau Posco.
Apakah PT Krakatau Posco apakah milik pemerintah? Mengingat perusahaan ini menyandang nama "Krakatau" yang sangat identik dengan salah satu badan usaha milik negara (BUMN).
Baca Juga: Mufli Budi Ananda Lulusan Apa? Asisten Raffi Ahmad Kini Duduki Jabatan Komisaris PT Krakatau Posco
PT Krakatu Posco Milik Siapa?
PT Krakatau Posco bukanlah perusahaan BUMN murni milik pemerintah Indonesia, melainkan sebuah perusahaan patungan (joint venture) lintas negara.
Perusahaan ini didirikan pada 26 Agustus 2010 atas dasar kolaborasi strategis antara dua kekuatan raksasa industri baja dunia.
Yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk selaku perwakilan BUMN dari Indonesia.
Serta POSCO, korporasi global asal Korea Selatan yang diakui sebagai salah satu produsen baja terbesar dan paling kompetitif di dunia.
Dalam skema kerja sama ini, porsi kepemilikan saham di tiap-tiap perusahaan dibagi berimbang.
Di mana POSCO memegang kendali saham mayoritas berpasangan dengan PT Krakatau Steel dengan porsi masing-masing 50 persen.
Oleh karena itu, meskipun tidak berstatus sebagai BUMN murni, perusahaan ini tetap memiliki keterikatan erat dengan kekayaan negara melalui kepemilikan saham Krakatau Steel.
Penggerak Industri Baja Terpadu Pertama di Indonesia
Berdiri di jantung "Kota Baja" Cilegon, Banten, PT Krakatau Posco memiliki peran yang sangat vital dalam menopang perekonomian dan kedaulatan infrastruktur nasional.
Dibangun sejak tahun 2011 dengan investasi tahap pertama mencapai 2,66 miliar dolar AS, pabrik ini resmi beroperasi secara komersial pada awal tahun 2014.
Baca Juga: Pemkot Siapkan Program Air Gratis untuk Seluruh Rumah Ibadah di Solo Mulai 2027
Perusahaan ini menorehkan sejarah sebagai pabrik baja terpadu pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Blast Furnace (tanur tinggi).
Teknologi canggih ini memungkinkan pengolahan besi dan lempeng baja (slab) skala besar secara efisien untuk memasok kebutuhan bahan baku sektor konstruksi, otomotif, galangan kapal, jalur pipa, hingga manufaktur nasional.
Pada fase awal, kapasitas produksinya mampu menyentuh angka 3 juta ton baja per tahun, dan diproyeksikan terus meningkat hingga 6 juta ton per tahun guna melayani pasar domestik hingga regional Asia.
Sorotan Kursi Komisaris
Nama PT Krakatau Posco mendadak viral setelah susunan dewan komisaris terbaru dirilis ke publik.
Netizen dibuat terkejut dengan masuknya nama Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris, mendampingi Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro di posisi Komisaris Utama.
Sementara kursi Presiden Direktur diduduki oleh Kim Young-Joong.
Sebelum masuk ke lingkaran elite industri berat, Mufli dikenal luas sebagai asisten kepercayaan Raffi Ahmad.
Intensitas kemunculan Mufli di ruang publik kian tinggi semenjak Raffi Ahmad dilantik oleh Presiden sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Mufli hampir selalu mendampingi agenda kedinasan maupun aktivitas bisnis harian sang artis. Termasuk muncul di berbagai konten hiburan Raffi Ahmad.
Baca Juga: Rekor! Polresta Solo Bongkar 3,5 Kg Sabu, Residivis Jadi Kurir Jaringan Banten
Aksi korporasi berupa penunjukan Mufli ini memantik gelombang kritik pedas di platform media sosial seperti X dan Threads.
Publik banyak mempertanyakan korelasi kompetensi dan latar belakang profesional sang asisten dengan industri manufaktur baja yang sarat akan risiko tinggi teknis operasional.
"Halo ada lagi nih, asisten Raffi Ahmad menjadi DEWAN KOMISARIS PT KRAKATU POSCO. Bisa dibilang setengah BUMN jg ini, geloooo geloooo apa coba hubungannya asisten artis jd komisaris? mana cuma lulusan D3, dari kampus yg sudah DITUTUP pula!" tulis akun Threads @och*****.
Baca Juga: Disdikbud Karanganyar Larang Sekolah Jual Seragam
"Pengen bgt gue nanya sama KOMISARIS ini. Sebagai komisaris, keputusan pengawasan apa yang paling sulit pernah anda ambil, dan bagaimana keputusan tersebut memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja atau tata kelola Krakatau Posco," komen @mar*****.
Hingga saat ini, manajemen PT Krakatau Posco, PT Krakatau Steel, maupun Kementerian BUMN masih memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi terkait mekanisme dan pertimbangan hukum di balik pengangkatan Mufli Budi Ananda.
Editor : Syahaamah Fikria