RADARSOLO.COM — Nama perusahaan manufaktur raksasa PT Krakatau Posco mendadak menjadi topik perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Pemicunya adalah perombakan internal yang menempatkan Mufli Budi Ananda ke dalam jajaran elit Dewan Komisaris korporasi tersebut.
Bagi masyarakat luas, sosok Mufli lebih dikenal sebagai asisten pribadi dari selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad.
Baca Juga: Mufli Budi Ananda Lulusan Apa? Asisten Raffi Ahmad Kini Duduki Jabatan Komisaris PT Krakatau Posco
Jabatan baru yang diemban Mufli ini pun langsung mengundang rasa penasaran dan kritik publik.
Sebab, latar belakang Mufli dianggap tidak relevan alias tak nyambung dengan jabatannya sebagai komisaris perusahaan industri baja tersebut.
PT Krakatau Posco Perusahaan Apa?
PT Krakatau Posco adalah perusahaan manufaktur skala masif yang bergerak di bidang industri besi dan baja terpadu.
Berdiri resmi pada 26 Agustus 2010, perusahaan yang berbasis di Cilegon, Banten ini merupakan bentuk investasi patungan (joint venture) lintas negara antara produsen baja pelat merah Indonesia, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan raksasa produsen baja asal Korea Selatan, POSCO.
Meskipun melibatkan Krakatau Steel yang berstatus BUMN, PT Krakatau Posco bukanlah perusahaan BUMN murni.
Sebab, kepemilikan sahamnya dibagi bersama dengan pihak POSCO Korea Selatan selaku pemegang kendali mayoritas.
Pabrik ini memegang peran vital dalam kedaulatan infrastruktur nasional lantaran menjadi pabrik baja terpadu pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi Blast Furnace (tanur tinggi).
Beroperasi secara komersial sejak awal 2014, pabrik ini memproduksi material baja berkualitas tinggi seperti slab (baja lembaran) dan pelat baja dengan kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahun.
Produk-produknya menjadi pilar utama penyedia bahan baku untuk sektor konstruksi, jalur pipa, perkapalan, manufaktur, hingga industri otomotif.
Latar Belakang Mufli Budi Ananda: Apakah Nyambung?
Sebagai dewan komisaris, seseorang memikul tanggung jawab yang sangat berat.
Tugas utamanya adalah melakukan pengawasan ketat terhadap kebijakan direksi, memastikan tata kelola perusahaan (good corporate governance) berjalan bersih, serta memberikan arahan strategis bagi bisnis industri berat yang sarat akan risiko operasional tingkat tinggi.
Jika menyandingkan beban tugas tersebut dengan rekam jejak Mufli Budi Ananda, publik menilai adanya jarak yang cukup lebar atau tidak relate.
Berikut adalah dua poin utama yang menjadi sorotan netizen:
1. Rekam Jejak Profesional
Selama ini, Mufli tidak memiliki rekam jejak karier eksekutif atau manajerial di industri metalurgi, manufaktur, maupun pengelolaan korporasi skala besar.
Pengalaman kerjanya yang terekam di ruang publik adalah sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad.
Perannya berfokus pada pengondisian aktivitas hiburan, pendampingan bisnis hiburan, hingga pengawalan agenda resmi Raffi selaku pejabat utusan khusus.
"Apply untuk staff bumn saja proses panjang banget. Dari reputable university, ipk minimal sedemikian, umur minimal 28, dll. Lah yang ini gmn???" komen salah seorang netizen di Threads.
"Pengen bgt gue nanya sama Komisaris ini. Sebagai komisaris, keputusan pengawasan apa yang paling sulit pernah anda ambil, dan bagaimana keputusan tersebut memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja atau tata kelola Krakatau Posco," tulis netizen lain.
2. Latar Belakang Pendidikan
Berdasarkan data resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Mufli mengantongi gelar terakhir Diploma Tiga (D3) jurusan Teknik Listrik dari Politeknik Banda Kandung yang lulus pada tahun 2007.
Ia sempat dua kali mendaftar ke jenjang Sarjana (S1) Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 2012 dan 2014.
Namun statusnya tercatat mengundurkan diri dan belum menyelesaikan gelar sarjananya.
Secara keilmuan, dasar teknik listrik memang bersentuhan dengan dunia industri.
Namun untuk menduduki pucuk pengawas korporasi joint venture internasional sekelas Krakatau Posco, kualifikasi tersebut dinilai netizen kurang sebanding dengan standar profesional yang semestinya diisi oleh pakar bisnis atau ahli metalurgi.
"S1 aja nggak, tp jadi komisaris Kemampuan ga ada Pendidikan ga jelas Pengalaman jadi asisten artis doang," tulis netizen.
"Point nya bukan pendidikannya...tapi pada kemampuannya... Pointnya dia mampu gak?? punya knowledge gak?? Semua sih tau jawabnya... tidak," kata yang lain.
Sejauh ini, pihak PT Krakatau Posco maupun PT Krakatau Steel belum memberikan penjelasan atau rilis resmi mengenai kriteria apa yang digunakan untuk meloloskan Mufli Budi Ananda ke kursi dewan pengawas.
Editor : Syahaamah Fikria