RADARSOLO.COM — Gelombang reaksi negatif publik terhadap penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco tampaknya belum surut.
Setelah menjadi perbincangan hangat dan memuncaki daftar trending topic di platform X (Twitter) dan Threads, kini giliran akun media sosial resmi milik perusahaan yang jadi sasaran netizen.
Akun Instagram resmi PT Krakatau Posco @krakatauposco langsung digeruduk oleh komentar-komentar netizen.
Netizen kompak memenuhi kolom komentar unggahan perusahaan dengan berbagai sindiran, mulai dari menanyakan "jalur orang dalam" (ordal) hingga meminta "info lowongan kerja (loker) posisi komisaris".
Sentimen ini mencuat lantaran publik merasa geram dengan aspek transparansi pengangkatan Mufli yang tiba-tiba jadi Komisaris tersebut.
Latar belakang Mufli yang merupakan asisten pribadi selebritas Raffi Ahmad dianggap tidak selaras dengan profil risiko tinggi industri baja terpadu kelas internasional tersebut.
Sindiran Info Loker hingga Sentimen Ijazah
Berdasarkan pantauan, hampir setiap unggahan terbaru di akun resmi perusahaan patungan RI-Korea Selatan tersebut tidak luput dari sorotan.
Banyak netizen yang menyindir kelayakan menjadi petinggi perusahaan tersebut.
"P inpo ordal min biar jadi komisaris," tulis akun @ary*****.
"Mau dong jadi komisaris kebetulan klo saya mah S1," sindir @rim*****.
"Syarat jd komisaris apa ya? Mw daftar juga," timpal @isa*****.
"Kalau mau jadi komisaris di sini, training dulu jadi asisten Raffi Ahmad ya????" komentar menohok dari @rsk****.
"Info lowker komisaris, gw lulusan S1 ijazah asli," kata @dav*****.
Sindiran mengenai ijazah S1 ini merujuk pada temuan netizen di situs Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Dalam data tersebut, Mufli Budi Ananda diketahui hanya memiliki gelar terakhir Diploma Tiga (D3) Teknik Listrik dan tercatat dua kali mengundurkan diri dari program sarjana (S1) Teknik Industri.
Hal ini memicu sorotan tajam, lantaran para sarjana teknik lulusan universitas ternama yang dinilai kalah saing dengan kekuatan relasi (networking).
Profil Singkat PT Krakatau Posco
PT Krakatau Posco merupakan perusahaan manufaktur raksasa joint venture dengan kepemilikan saham berimbang 50-50 antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO Korea Selatan.
Berdiri di Cilegon, Banten, PT Krakatau Posco memiliki peran yang sangat vital dalam menopang perekonomian dan kedaulatan infrastruktur nasional.
Dibangun sejak tahun 2011 dengan investasi tahap pertama mencapai 2,66 miliar dolar AS, pabrik ini resmi beroperasi secara komersial pada awal tahun 2014.
Perusahaan ini menorehkan sejarah sebagai pabrik baja terpadu pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Blast Furnace (tanur tinggi).
Teknologi canggih ini memungkinkan pengolahan besi dan lempeng baja (slab) skala besar secara efisien untuk memasok kebutuhan bahan baku sektor konstruksi, otomotif, galangan kapal, jalur pipa, hingga manufaktur nasional.
Pada fase awal, kapasitas produksinya mampu menyentuh angka 3 juta ton baja per tahun, dan diproyeksikan terus meningkat hingga 6 juta ton per tahun guna melayani pasar domestik hingga regional Asia.
Karena mengelola modal yang terafiliasi dengan negara (lewat BUMN Krakatau Steel), penentuan dewan pengawas korporasi idealnya didasari atas asas meritokrasi.
Yakni dengan memilih talenta terbaik berdasarkan kapasitas kompetensi profesional.
Jabatan dewan komisaris bertugas memberikan pengawasan ketat terhadap roda operasional direksi demi melindungi kesehatan keuangan perusahaan dan mencegah potensi kerugian industri berskala makro.
Hingga saat ini, pihak PT Krakatau Posco maupun manajemen Krakatau Steel memilih untuk membatasi atau tidak merespons serbuan komentar netizen di akun medsos mereka.
Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan untuk menjelaskan mengenai keabsahan atau dasar pertimbangan di balik masuknya nama asisten Raffi Ahmad tersebut ke dalam jajaran manajemen elit mereka.
Editor : Syahaamah Fikria