RADARSOLO.COM— Fenomena langit yang memukau, Strawberry Moon, bakal menghiasi langit malam Indonesia, Selasa (30/6/2026).
Puncak fase bulan purnama Juni 2026 ini secara global jatuh pada 29 Juni pukul 23.56 UTC.
Jika dikonversi ke zona waktu Indonesia, momen tersebut berlangsung pada Selasa hari ini, 30 Juni 2026 pukul 06.56 WIB, 07.56 WITA, dan 08.56 WIT.
Meskipun hitungan puncak terjadi pada pagi hari saat bulan sudah tenggelam di bawah horizon Indonesia, masyarakat tidak perlu berkecil hati.
Pemandangan menakjubkan Strawberry Moon ini tetap bisa dinikmati sepanjang Selasa malam ini karena karakteristik purnama yang terbit saat matahari terbenam dan baru tenggelam draf ketika fajar menyingsing.
Menariknya lagi, purnama Juni kali ini bertepatan dengan titik apogee (jarak terjauh bulan dari Bumi) sehingga dikategorikan sebagai fenomena Micromoon.
Baca Juga: Jam Berapa Strawberry Moon Malam Ini, Selasa 30 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Melihatnya
Alhasil, ukurannya akan tampak sekitar 7 persen lebih kecil dan sedikit lebih redup draf dibandingkan purnama rata-rata.
Namun, bagi yang ingin mengabadikan fenomena langit ini melalui bidikan kamera, tentu tak usah khawatir.
Sebab, masyarakat masih bisa memotret Strawberry Moon malam ini, bahkan tanpa harus menggunakan kamera DSLR atau mirrorless mahal.
Cukup dengan smartphone atau HP yang dimiliki, bisa memotret Strawberry Moon dengan hasil terbaik. Tentu syaratnya adalah asal tahu tips dan triknya.
Persiapan Sebelum Memotret Bulan dengan HP/Smartphone
Sebelum masuk ke pengaturan kamera, ada beberapa "pantangan" dan persiapan teknis yang harus dipenuhi untuk menghindari hasil foto yang buram (blur) atau penuh noise (bintik-bintik putih).
1. Gunakan Tripod HP (Wajib)
Memotret objek bercahaya terang di tengah kegelapan malam membutuhkan stabilitas tinggi.
Sedikit saja getaran tangan akan membuat sensor kamera gagal menangkap detail objek dan menghasilkan foto berbayang.
Tripod HP adalah kunci utama untuk menjaga lensa tetap diam selama proses pengambilan gambar.
2. Jauhi Polusi Cahaya
Lampu jalan, papan reklame, atau lampu teras rumah yang terlalu terang akan mengganggu fokus sensor kamera.
Pilihlah lokasi pengamatan yang gelap agar detail cahaya bulan tidak kalah dan lensa bisa lebih fokus menangkap pendaran tekstur kawah bulan.
Baca Juga: Sepeda Motor Misterius Bawa Jeriken Pertalite Meledak, Api Ludeskan Gudang di Mojosongo Solo
3. Aktifkan Fitur Timer
Meskipun sudah menggunakan tripod, getaran sekecil apa pun saat jari menyentuh tombol shutter di layar bisa merusak hasil foto.
Gunakan fitur timer 3 detik, 10 detik, atau manfaatkan tombol remote shutter bluetooth untuk mengambil gambar tanpa sentuhan fisik pada HP.
Trik Mode Pro/Manual
Rahasia untuk menghasilkan jepretan Strawberry Moon yang estetik lewat HP adalah dengan menghindari penggunaan mode otomatis.
Baca Juga: Belasan Ribu Siswa di Karanganyar Terima PIP Rp 7,7 Miliar
Saat memakai setelan bawaan biasa (auto), sistem HP Anda cenderung memaksakan peningkatan kecerahan karena membaca situasi sekitar yang gulita.
Akibatnya, wujud bulan justru akan mengalami bocor cahaya (overexposure) dan tampak seperti bulatan lampu putih polos yang kehilangan detail permukaannya.
Untuk mengatasinya, segera aktifkan fitur Pro, Pakar, atau Manual di dalam aplikasi kamera bawaan HP Anda, lalu aplikasikan konfigurasi khusus memotret objek malam berikut ini:
Baca Juga: Solo Punya Etalase Produk Lokal, Dongkrak Omzet UMKM hingga 30 Persen
- Setel ISO Rendah (100 - 200): Bagian ini mengatur kepekaan lensa dalam menyerap cahaya. Mengingat pendaran bulan purnama sudah sangat menyala, Anda perlu memangkas nilai ISO ke level minimum di angka 100 atau 200.
Langkah ini sekaligus ampuh meredam munculnya bintik-bintik kasar (noise) yang sering merusak estetika foto malam.
- Percepat Kecepatan Rana (Shutter Speed 1/125 - 1/250): Durasi lensa terbuka dalam menjaring cahaya ditentukan di sini.
Sangat tidak disarankan memakai shutter speed lambat (misalnya 1 detik) mengingat posisi bulan di atas sana terus bergeser.
Gunakan rentang waktu kilat antara 1/125 hingga 1/250 detik agar guratan kawah di permukaan bulan terbidik kokoh tanpa terancam silau berlebih.
Baca Juga: Persebi Boyolali Persiapkan Musim Baru, Status Eks Striker Timnas Indonesia Masih Abu-Abu
- Kunci Fokus ke Jarak Jauh (Infinity): Alihkan setelan dari Auto Focus (AF) menuju Manual Focus (MF). Setelah itu, geser tuas pengaturan fokus hingga menyentuh batas tak terhingga (simbol pegunungan atau infinity).
- Atur Keseimbangan Putih (White Balance): Agar keaslian warna jingga kekuningan dari Strawberry Moon yang menawan tetap terjaga, Anda bisa menyetel angka White Balance (WB) secara manual pada parameter 5000K hingga 6000K.
- Siasat Menghadapi Micromoon: Sifat purnama kali ini yang cenderung mungil karena statusnya sebagai Micromoon menuntut kita untuk memperbesar bidikan.
Kendati demikian, hindari fitur digital zoom murni secara berlebihan (seperti memaksanya hingga 50 kali) jika perangkat Anda belum mumpuni.
Hal itu hanya akan merusak susunan piksel dan memicu hasil foto yang pecah berbentuk kotak-kotak.
- Manfaatkan Lensa Periskop atau Telephoto: Apabila HP sudah dibekali teknologi kamera telephoto (seperti 3x, 5x, atau 10x Optical Zoom), pastikan memakainya.
Pembesaran optik bekerja secara mekanis lewat pergeseran lensa, sehingga kualitas ketajaman dan resolusi asli foto tidak akan menyusut.
- Sisipkan Objek Latar Depan (Foreground): Jikalau HP Anda minim kemampuan pembesaran optik, jangan memaksakan diri membidik terlalu dekat.
Cobalah mengambil sudut pandang yang agak luas dan selipkan siluet dahan pohon, kabel, tiang, atau pucuk atap rumah di sekitar Anda.
Kehadiran latar depan ini akan menciptakan efek kedalaman visual dan dimensi skala yang membuat bulan terlihat jauh lebih megah dan bercerita.
Waktu Terbaik Mengambil Foto Strawberry Moon
Memotret bulan purnama malam ini bisa dilakukan sepanjang malam, namun ada beberapa momen yang dianggap paling ideal untuk mendapatkan hasil estetik:
- Sesaat Setelah Bulan Terbit: Ketika bulan baru muncul di ufuk timur, ukurannya tampak lebih besar dan jingga pekat karena efek optik Hamburan Rayleigh dan Moon Illusion (ilusi perspektif bulan saat dekat garis horizon).
- Tengah Malam: Pada waktu ini bulan berada di posisi tertinggi di langit sehingga cahayanya tampak paling terang, bersih dari hamburan atmosfer, dan detail kawahnya terlihat paling kontras.
Editor : Syahaamah Fikria