RADARSOLO.COM— Sorotan publik soal kabar pengangkatan Mufli Budi Ananda. asisten pribadi selebritas Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco, kian tajam.
sorotan publik setelah diketahui menduduki jabatan mentereng sebagai Komisaris di perusahaan baja terpadu raksasa, PT Krakatau Posco.
Namun, di tengah gelombang rasa penasaran netizen yang menguliti latar belakangnya, sebuah kejanggalan baru muncul.
Halaman resmi yang memuat daftar jajaran Dewan Komisaris di situs web perusahaan patungan Indonesia-Korea Selatan tersebut terpantau mendadak hilang dan tidak bisa lagi diakses oleh publik.
Ada apa sebenarnya yang terjadi?
Berawal dari Temuan Netizen di Media Sosial
Dugaan penghapusan data petinggi perusahaan ini pertama kali mencuat setelah diungkap oleh salah satu pengguna akun X @waskitaadijarto.
Lewat unggahannya, ia membagikan bukti berupa tangkapan layar tampilan terbaru dari laman resmi PT Krakatau Posco.
"Daftar Komisaris Krakatau Posco dihapus dari situs web resminya. Ada yang gerah begini ya," tulis akun tersebut
Jika merujuk pada bukti gambar yang beredar luas, menu navigasi di situs web tersebut kini tampak dipangkas.
Opsi yang tersisa hanya menampilkan informasi standar seperti Tentang Kami, Produk, Berita, Sustainability (Keberlanjutan), Karier, dan Kontak.
Halaman khusus yang biasanya memaparkan struktur tata kelola perusahaan, termasuk nama direksi dan komisaris, sudah tidak terlihat lagi.
Meski heboh soal pengangkatan asisten Raffi Ahmad itu sudah berlangsung beberapa hari, baik dari pihak PT Krakatau Posco maupun Mufli Budi Ananda belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi.
Baca Juga: Operasional Haji 2026 Tuntas, PPIH Solo Catat 54 Jemaah Wafat dan 6 Masih Dirawat di Arab Saudi
Instagram Perusahaan Banjir Sindiran "Jalur Ordal" dan "Info Loker Komisaris"
Buntut viral kabar yang tak juga terklarifikasi itu, akun Instagram resmi perusahaan (@krakatauposco) langsung digeruduk oleh ribuan komentar bernada satir dari netizen.
Sebagian besar dari mereka mempertanyakan kompetensi serta relevansi latar belakang Mufli dengan industri berat sekelas pabrik baja internasional.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Bukan M. Riyandi, Persija Jakarta Resmi Umumkan Aqil Savik Sebagai Kiper Baru
Banyak yang melemparkan sindiran tajam mengenai persyaratan menjadi petinggi di sana.
Mulai dari menyinggung "jalur orang dalam" (ordal) hingga membandingkannya dengan kualifikasi pendidikan formal.
"P inpo ordal min biar jadi komisaris," tulis salah satu akun di kolom komentar.
"Kalau mau jadi komisaris di sini, training dulu jadi asisten Raffi Ahmad ya????" komentar menohok netizen lainnya.
"Mau dong jadi komisaris kebetulan klo saya mah S1," timpal yang lain.
Editor : Syahaamah Fikria