RADARSOLO.COM — Sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di dalam toilet Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026) pagi, kini telah dievakuasi dan dipindahkan ke tempat aman.
Bayi mungil yang diperkirakan baru berusia satu minggu tersebut ditemukan dalam kondisi hidup di dalam gerbong eksekutif.
Setelah penemuan yang menggegerkan tersebut, petugas internal PT KAI langsung melakukan tindakan cepat dengan mengevakuasi sang bayi saat kereta melintasi wilayah Solo.
Baca Juga: Link Daftar Magang di Pertamina untuk Fresh Graduarte, Cek Syarat dan Cara Pendaftaran Internship
Pihak berwajib kini telah turun tangan untuk menjamin keselamatan bayi sekaligus memburu pelaku yang tega menelantarkannya.
Berikut kronologi lengkap penemuan bayi dalam toilet KA Sancaka pada Sabtu pagi.
1. Pukul 07.20 WIB: Penemuan Pertama oleh Petugas di Atas Kereta
Peristiwa bermula ketika KA Sancaka 84B sedang melaju dalam perjalanan menuju Surabaya.
Baca Juga: Siapa Irjen Wibowo? Profil Kakorlantas Polri yang Baru Gantikan Irjen Agus Suryonugroho
Sekitar pukul 07.20 WIB, petugas yang sedang berdinas di atas kereta melakukan pemeriksaan rutin dan mendapati sesosok bayi telantar di dalam toilet gerbong Eksekutif 3.
Kru kereta langsung melaporkan kejadian ke Pusat Pengendalian Pelayanan.
Pihak maskapai kereta api kemudian berkoordinasi dengan stasiun terdekat yang memiliki fasilitas kesehatan memadai, yakni Stasiun Solo Balapan.
2. Pukul 07.30 WIB: Proses Evakuasi Kilat di Stasiun Solo Balapan
Sekitar pukul 07.30 WIB, KA Sancaka memasuki peron Stasiun Solo Balapan.
Petugas di lapangan langsung menjemput bayi tersebut dari dalam gerbong dan membawanya ke Pos Kesehatan stasiun untuk mendapatkan pertolongan medis pertama.
Langkah evakuasi dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan perjalanan penumpang lain.
Baca Juga: Jalani Debut Bersama Timnas U-17, Eks Asisten Louis van Gaal Tak Kejar Hasil Semata
Hanya dalam waktu tiga menit setelah proses serah terima bayi selesai, KA Sancaka 84B diizinkan kembali melanjutkan perjalanannya menuju stasiun akhir Surabaya Gubeng.
3. Pukul 07.35 WIB: Hasil Observasi Tim Medis KAI
Di dalam Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan, tim medis yang terdiri dari dokter dan bidan dari Klinik Mediska KAI Solo langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fisik sang bayi.
Baca Juga: Efek Suhu Ekstrem bagi Kesehatan, Bisa Picu Heat Stroke dan Gagal Ginjal
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengonfirmasi bahwa penanganan awal telah berjalan.
Tim medis langsung bergerak memenuhi kebutuhan dasar seperti menyelimuti dan memberikan asupan nutrisi darurat agar kondisi bayi tidak drop.
Beruntung, hasil observasi menyatakan kondisi umum kesehatan bayi tersebut dalam keadaan stabil, baik, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Dirawat di RS Bhayangkara
Usai memastikan kondisi bayi aman, KAI Daop 6 Yogyakarta langsung menghubungi pihak kepolisian setempat untuk penyerahan kasus.
Kapolsek Banjarsari Kompol Harno menjelaskan bahwa demi mendapatkan pengawasan medis yang jauh lebih intensif, bayi laki-laki tersebut kini telah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Solo.
"Fisik bayi masih sangat bagus, sehat, dan tidak ada luka. Perkiraan usianya baru sekitar satu minggu," terang Kompol Harno.
Selanjutnya, jajaran Satreskrim Polresta Solo bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari telah bergerak guna menelusuri siapa orang tua atau pelaku yang nekat membuang bayi tersebut.
Petugas gabungan saat ini sedang berfokus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi dari kru kereta dan mengumpulkan barang bukti di gerbong.
Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang stasiun pemberangkatan maupun stasiun persinggahan untuk melacak pergerakan penumpang yang mencurigakan.
Editor : Syahaamah Fikria