RADARSOLO.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggandeng sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memperkuat implementasi program Kecamatan Berdaya di wilayahnya.
Ribuan mahasiswa KKN Tahun 2026 tersebut dilepas secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gedung Muladi Dome, Kota Semarang, Selasa (7/7/2026).
Para mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 10 wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Baca Juga: Percepat Kecamatan Berdaya, Gubernur Ahmad Luthfi Kumpulkan 576 Camat se-Jawa Tengah
Mereka diharapkan dapat membantu pihak pemerintah daerah dalam memetakan berbagai persoalan.
Sekaligus menggali potensi desa yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat setempat.
Luthfi menjelaskan, program Kecamatan Berdaya merupakan salah satu draf strategi andalan Pemprov Jateng dalam mempercepat akselerasi pembangunan berbasis wilayah.
Karena itu, Pemprov Jateng menggandeng mahasiswa KKN untuk menyokong kesuksesan program tersebut.
“Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah,” ujar Luthfi.
Lebih lanjut dibeberkan gubernur, Provinsi Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda.
Atas dasar pertimbangan keunikan tersebut, tingkat kecamatan dijadikan sebagai titik penguatan program agar arah pembangunan desa menjadi lebih terarah dan terukur.
Dengan menggandeng institusi perguruan tinggi, Luthfi berharap para mahasiswa peserta KKN bisa memberikan masukan ilmiah yang berlandaskan pada kondisi riil di tengah masyarakat.
Melalui sinergi ini, gubernur berharap kegiatan KKN tidak sekadar menjadi penggugur kewajiban akademik mahasiswa. Melainkan turut memberikan sumbangsih manfaat nyata bagi warga.
Lasma Siombing, salah seorang peserta KKN mengaku telah merampungkan persiapan beragam program kerja yang disesuaikan dengan peta persoalan di desa tujuannya.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Bangkitkan Olahraga Tinju Jawa Tengah Lewat Kejuaraan Nasional
Mahasiswa dari Fakultas Kedokteran ini mendapatkan penugasan KKN di kawasan Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Rencananya, ia akan menggulirkan program edukasi kesehatan bagi anak-anak usia sekolah.
Mulai dari penerapan perilaku hidup bersih hingga skrining gigi.
Setali tiga uang, peserta KKN lainnya, Naila Safa Zuri memaparkan, dirinya akan menginisiasi program pengolahan sampah organik menjadi cairan eco enzyme di kawasan Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika ini mempersiapkan program tersebut setelah kelompoknya mengidentifikasi adanya persoalan kekeringan serta kendala pengelolaan limbah di desa itu.
“Berdasarkan hasil survei kami kemarin, beberapa masalah sudah terlihat,” ucap Naila Safa Zuri.
Di sisi lain, Rektor Undip Semarang Suharnomo memberikan penegasan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk terus mendukung draf program kerja Pemprov Jateng melalui skema KKN reguler maupun KKN tematik.
Setiap program dipastikan diselaraskan dengan kebutuhan krusial daerah.
Seperti agenda penguatan sektor UMKM, akselerasi penurunan angka stunting, penurunan angka kematian ibu, hingga program pemberdayaan masyarakat luas.
Sebagai informasi tambahan, pada hari yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dilaporkan turut melepas rombongan mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan program serupa di wilayah penugasan masing-masing. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono