Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Fakta-fakta Penggeledahan Cafe de'Clan Cipete dan 11 Tempat Lainnya: Penemuan Brankas Misterius Berisi Uang Rp60 Miliar, Siapa yang Disasar Polisi?

Nur Pramudito • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:03 WIB
Fakta-fakta Penggeledahan Cafe de
Fakta-fakta Penggeledahan Cafe de'Clan Cipete dan 11 Tempat Lainnya: Penemuan Brankas Misterius Berisi Uang Rp60 Miliar, Siapa yang Disasar Polisi? (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)

RADARSOLO.COM -  Penggeledahan yang dilakukan polisi di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik setelah muncul penemuan brankas misterius yang menyimpan uang dalam jumlah fantastis.

Tidak hanya restoran tersebut, aparat juga menyasar 11 tempat lainnya yang diduga berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap.

Operasi yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) itu melibatkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Bareskrim Polri.

Berikut fakta-fakta penggeledahan Cafe de'Clan Cipete yang berhasil dihimpun.

1. Polisi Geledah Cafe de'Clan dan 11 Tempat Lainnya

Selain melakukan penggeledahan di Cafe de'Clan, polisi juga mendatangi Point Money Changer yang berada tepat di samping restoran tersebut.

Secara keseluruhan, terdapat 12 lokasi yang menjadi sasaran penyidik, sehingga selain Cafe de'Clan terdapat 11 tempat lainnya yang ikut diperiksa.

Lokasi-lokasi tersebut berada di kawasan Cipete, Sudirman, Kuningan, sejumlah rumah pribadi, hingga kantor yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

Sejak menjelang siang, puluhan personel kepolisian berjaga di sekitar lokasi. Aktivitas keluar masuk penyidik menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Cipete.

2. Penggeledahan Dilakukan untuk Mengumpulkan Barang Bukti

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan untuk memperoleh alat bukti yang diperlukan.

Seluruh barang yang ditemukan nantinya akan dianalisis guna memperkuat pembuktian dalam perkara dugaan korupsi, pencucian uang, maupun dugaan suap yang sedang ditangani penyidik.

3. Siapa yang Disasar Polisi?

Beredar berbagai spekulasi mengenai pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan Cafe de'Clan. Namun polisi belum memberikan kesimpulan mengenai hal tersebut.

Penyidik menegaskan bahwa seluruh proses hukum masih mengedepankan asas praduga tak bersalah sehingga belum dapat memastikan siapa pihak yang menjadi fokus utama dalam perkara tersebut.

Polisi juga mengonfirmasi adanya pengamanan di rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Meski demikian, aparat belum mengaitkan penggeledahan Cafe de'Clan dengan kepemilikan restoran tersebut.

4. Berkaitan dengan Dugaan Korupsi Besar

Dalam keterangannya, penyidik menyebut penggeledahan ini berkaitan dengan sejumlah perkara besar.

Di antaranya dugaan korupsi batu bara PLN, perkara PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya, dugaan penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNO, hingga dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan pemadaman listrik atau blackout di Sumatera.

Meski demikian, kepolisian belum mengungkap secara rinci konstruksi masing-masing perkara maupun pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

5. Penemuan Brankas Misterius di Balik Dinding

Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam penggeledahan adalah penemuan brankas misterius di lantai dua Cafe de'Clan.

Brankas tersebut berada di balik sebuah lemari kayu yang menempel pada dinding. Setelah lemari digeser, penyidik menemukan dua brankas yang tertanam di dalam dinding bangunan.

Karena memiliki bobot yang sangat berat, kedua brankas kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan taktis Brimob untuk dibawa sebagai barang bukti.

6. Polisi Menyita Uang Hampir Rp60 Miliar dari Cafe de'Clan

Dari dalam brankas, penyidik menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah.

Barang bukti yang diamankan meliputi:

Setelah dilakukan konversi, total nilai uang yang ditemukan di Cafe de'Clan mencapai hampir Rp60 miliar.

7. Total Uang yang Diamankan Mencapai Sekitar Rp67 Miliar

Selain dari Cafe de'Clan, polisi juga menyita uang dari Point Money Changer yang berada di sebelah restoran tersebut.

Dari lokasi itu diamankan uang sekitar Rp7,2 miliar dalam 16 jenis mata uang asing beserta 71 dokumen yang kini sedang diperiksa penyidik.

Dengan demikian, total nilai uang hasil penyitaan dari seluruh penggeledahan mencapai sekitar Rp67 miliar.

8. Money Changer Diduga Digunakan untuk Pencucian Uang

Penyidik juga mendalami aktivitas Point Money Changer.

Menurut kepolisian, tempat penukaran uang tersebut diduga dimanfaatkan sebagai sarana pencucian uang.

Meski demikian, dugaan tersebut masih terus didalami melalui pemeriksaan barang bukti dan dokumen yang telah diamankan.

9. Tiga Karyawan Ikut Diperiksa

Setelah proses penggeledahan selesai, tiga orang karyawan Cafe de'Clan dibawa penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Selain itu, aparat turut mengamankan sejumlah dokumen, telepon genggam, mesin penghitung uang, hingga dua brankas yang ditemukan di dalam restoran.

10. Cafe Tetap Beroperasi

Meski menjadi lokasi penggeledahan, Cafe de'Clan tidak ditutup sepenuhnya.

Polisi hanya menetapkan status quo terhadap lantai dua yang difungsikan sebagai area perkantoran karena berkaitan dengan penyidikan.

Sementara itu, area restoran di lantai satu tetap diizinkan beroperasi dan dikelola oleh manajemen karena dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan objek penyidikan.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti yang diamankan.

Pemeriksaan terhadap saksi, dokumen, uang tunai, serta dua brankas misterius tersebut akan menjadi bagian penting dalam mengungkap dugaan korupsi, TPPU, dan suap yang tengah ditangani aparat penegak hukum.

Editor : Nur Pramudito
#cafe de'clan #brankas #penggeledahan #fakta-fakta #korupsi