Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

14 Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah, Kerugiannya Tembus Ratusan Triliun

Nur Pramudito • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:54 WIB
Febrie Adriansyah Jampidsus. (wikimedia/domain publik)
Febrie Adriansyah Jampidsus. (wikimedia/domain publik)

RADARSOLO.COM - Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik setelah munculnya pengamanan personel TNI di kediamannya di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas membenarkan adanya pengamanan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penugasan personel dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung dan telah melalui prosedur yang berlaku.

Di waktu yang hampir bersamaan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggelar penggeledahan di 12 lokasi berbeda dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap.

Lokasi yang digeledah mencakup Restoran de Clan, Koin Money Changer, kantor PT CBS, kantor PT KNI, sejumlah rumah di Jakarta, hingga sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor.

Penyidikan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi yang disebut berhubungan dengan peristiwa pemadaman listrik di Sumatera sehingga nama Febrie Adriansyah ikut menjadi sorotan.

Sejak dipercaya menjabat sebagai Jampidsus pada Januari 2022, Febrie Adriansyah memimpin maupun terlibat dalam penanganan sejumlah perkara korupsi bernilai fantastis.

Bahkan ketika masih menjabat Direktur Penyidikan Jampidsus, ia telah menangani berbagai perkara besar yang menyita perhatian publik.

Berikut daftar 14 Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah.

1. Kasus Gratifikasi Jaksa Pinangki

Salah satu perkara besar yang pernah ditangani adalah kasus gratifikasi mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Perkara tersebut berkaitan dengan Djoko Soegiarto Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp546 miliar.

Pinangki kemudian dinyatakan bersalah dalam perkara suap, pencucian uang, dan permufakatan jahat.

2. Korupsi PT Asuransi Jiwasraya

Kasus besar berikutnya adalah dugaan korupsi pengelolaan investasi PT Asuransi Jiwasraya selama periode 2008–2018.

Perkara ini menyebabkan kerugian negara sekitar Rp16,81 triliun dan menyeret sejumlah pejabat Jiwasraya serta beberapa pengusaha, termasuk Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro.

3. Korupsi PT Asabri

Dalam daftar 14 Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah, perkara PT Asabri juga menjadi salah satu yang terbesar.

Kasus pengelolaan dana investasi PT Asabri periode 2012–2019 menimbulkan kerugian negara sekitar Rp22,78 triliun dan melibatkan sejumlah mantan petinggi perusahaan serta pihak swasta.

4. Korupsi Kredit PT BTN

Febrie juga ikut menangani perkara dugaan korupsi fasilitas kredit di PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Kerugian negara dalam perkara tersebut diperkirakan mencapai Rp279,6 miliar dan menjerat beberapa tersangka, termasuk mantan Direktur Utama BTN.

5. Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat PT Garuda Indonesia

Perkara pengadaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia turut masuk dalam penanganan Jampidsus.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penggelembungan biaya sewa pesawat pada masa kepemimpinan Emirsyah Satar dengan estimasi kerugian negara lebih dari Rp3,6 triliun.

6. Korupsi BTS 4G Bakti Kominfo

Kasus pembangunan BTS 4G Bakti Kominfo menjadi salah satu perkara paling menyita perhatian nasional.

Dugaan korupsi proyek infrastruktur telekomunikasi itu diperkirakan menyebabkan kerugian negara sekitar Rp8 triliun dan menyeret sejumlah pejabat, termasuk mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

7. Korupsi Tata Niaga PT Timah

Penanganan perkara tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan PT Timah menjadi salah satu kasus besar yang dipimpin Febrie Adriansyah.

Perkara tersebut disebut menimbulkan kerugian negara dan kerusakan lingkungan dengan nilai mencapai Rp271 triliun.

8. Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah PT Pertamina

Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina Subholding dan KKKS juga termasuk perkara yang ditangani Kejaksaan Agung.

Nilai kerugian negara dalam perkara tersebut diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun.

9. Korupsi PT Duta Palma Group

Perkara korupsi dan pencucian uang PT Duta Palma Group juga masuk dalam daftar 14 Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah.

Kejaksaan Agung memperkirakan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,9 triliun, sedangkan kerugian perekonomian negara mencapai Rp99,2 triliun.

10. Korupsi Ekspor Minyak Sawit Mentah (CPO)

Kasus pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada 2022 menjadi salah satu perkara strategis yang ditangani Kejaksaan Agung.

Perkara tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp6,047 triliun serta kerugian perekonomian lebih dari Rp12 triliun.

11. Korupsi Impor Besi atau Baja Paduan

Jampidsus juga mengusut dugaan korupsi impor besi atau baja paduan beserta produk turunannya.

Dalam penyelidikan tersebut, kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp1,06 triliun, sedangkan kerugian perekonomian negara sekitar Rp18,89 triliun.

12. Korupsi Importasi Tekstil Ditjen Bea dan Cukai

Kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan impor tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2018–2020 juga pernah ditangani Febrie saat masih menjabat Direktur Penyidikan Jampidsus.

Kerugian perekonomian negara dalam perkara tersebut diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun.

13. Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional juga masuk dalam penyelidikan Kejaksaan Agung.

Perkara tersebut menyeret sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan tata kelola program.

14. Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek

Kasus terakhir dalam daftar 14 Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah adalah dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek.

Perkara tersebut disebut menimbulkan kerugian negara sekitar Rp1,56 triliun berdasarkan putusan pengadilan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#jampidsus #Febrie Adriansyah #jampidsus febrie adriansyah #kasus korupsi #kejaksaan agung