RADARSOLO.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap memperlebar cakupan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai opsi substitusi gas elpiji.
Rencana ini memperoleh dorongan besar setelah Presiden Prabowo Subianto menjadikan keberhasilan implementasi CNG di wilayah Jateng sebagai proyek percontohan untuk diadopsi ke skala nasional.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menghadiri agenda Peresmian Mandatori Bahan Bakar B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.
Baca Juga: Perkuat Program Kecamatan Berdaya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Lepas 4.000 Mahasiswa KKN Undip
Luthfi memaparkan bahwa pemanfaatan energi CNG di Jawa Tengah sebenarnya sudah menyasar bermacam sektor.
Ke depannya bakal terus dioptimalkan, termasuk menyasar ceruk kebutuhan domestik rumah tangga.
Menurut dia, Jateng menyimpan kekayaan energi baru terbarukan yang melimpah, di mana CNG menjadi salah satu potensi yang sangat menonjol.
Baca Juga: Borong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026, Pemprov Jateng Kian Mantap Kembangkan Ekonomi Syariah
Bahkan, bahan bakar ini juga telah dimanfaatkan secara luas oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyokong berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di provinsi tersebut.
Di sela-sela prosesi peresmian, Presiden Prabowo Subianto pun sempat menyoroti besarnya volume penggunaan CNG di Jawa Tengah yang dinilai sukses.
Pola pemanfaatan tersebut selanjutnya akan didorong untuk diterapkan di level nasional.
"Baru kita ketahui bahwa kita punya CNG, di Jateng penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan," katanya.
Prabowo menguraikan bahwa kedaulatan di sektor energi memegang peranan krusial bagi ketahanan sebuah negara.
Dirinya bersyukur karena Indonesia dianugerahi cadangan energi yang begitu melimpah.
Bagi Prabowo, program hilirisasi seperti B50 maupun optimalisasi CNG bukan hanya tentang kemajuan aspek teknologi, melainkan sebuah pembuktian bahwa Indonesia sanggup mengelola kekayaan alamnya demi kemakmuran rakyat.
"Kita mempunyai cadangan panas bumi (geothermal) yang sangat melimpah, kita pun memiliki cadangan batu bara yang termasuk salah satu yang terbesar di dunia, serta potensi gas yang sangat masif," pungkasnya.
Editor : Syahaamah Fikria