RADARSOLO.COM — Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyasar Bupati Sukoharjo Etik Suryani pada Kamis (9/7/2026) sore mengguncang konstelasi politik di Kota Makmur.
"Benar (ada penangkapan)," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dimintai keterangan di Jakarta, Jumat.
KPK menyebut, operasi senyap ini berkaitan dengan tindakan pemerasan yang dilakukan Etik terhadap jajaran perangkat daerah di Sukoharjo.
"Kasus ini membidik dugaan pemerasan yang dilancarkan bupati kepada jajaran perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Sukoharjo," urai Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Sementara itu, dikabarkan seorang PNS yang menjabat kepala dinas lingkungan Pemkab Sukoharjo berinisial R, juga ikut diamankan dalam operasi itu.
Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Diduga Lakukan Pemerasan terhadap Perangkat Daerah
Kabar penangkapan tersebut cukup mengejutkan publik.
Lantas, bagaimana rekam jejak dan dinamika politik Etik Suryani yang menduduki kursi nomor satu di Pemkab Sukoharjo selama dua periode?
Dari Istri Bupati
Etik Suryani merupakan kader murni sekaligus politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sebelum meniti karier di panggung politik praktis, perempuan kelahiran Solo, 15 Maret 1963 ini adalah seorang bankir profesional yang pernah dipercaya menakhodai posisi kepala cabang bank.
Latar belakang akademisnya diselesaikan di Solo Raya, mulai dari SMPN 9 Solo, SMAN 1 Kartasura (lulus 1982), S1 di Universitas Surakarta (2010).
Hingga menuntaskan S2 Magister Manajemen di STIE AUB Surakarta pada 2018.
Nama Etik pertama kali mencuat saat dirinya aktif mendampingi sang suami, Wardoyo Wijaya, yang menjabat sebagai Bupati Sukoharjo selama dua periode berturut-turut (2010–2015 dan 2016–2021).
Wardoyo sendiri bukan sosok sembarangan, melainkan tokoh berpengaruh sekaligus sesepuh PDIP yang menduduki posisi Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukoharjo sepanjang tahun 2010 hingga 2021.
Lewat jaringan kuat sang suami, Etik Suryani perlahan memantapkan pengaruhnya di internal partai.
Rajai Kontestasi Pilkada Dua Periode Berturut-turut
Berkat sokongan penuh mesin partai PDIP, estafet kepemimpinan di Kabupaten Sukoharjo berhasil dipertahankan oleh keluarga ini, pasca berakhirnya jabatan Wardoyo Wijaya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Salah Satu Kepala Daerah di Solo Raya Dikabarkan Terjaring OTT KPK
Lewat perahu PDI Perjuangan, Etik Suryani maju di Pilkada Sukoharjo 2020.
Dia berpasangan dengan Agus Santosa yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo.
Pasangan dengan julukan "EA" ini menang atas rivalnya dengan mengoleksi 266.500 suara (53,34%).
Pada Pilkada Sukoharjo 2024, PDIP kembali merekomendasikan Etik untuk melaju ke periode kedua.
Kali ini, PDIP berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung duet Etik Suryani dan Eko Sapto Purnomo.
Menghadapi fenomena kotak kosong, pasangan Etik-Sapto menang telak dengan mengantongi 319.923 suara atau setara 66,76% dari total suara sah.
Keberhasilan politik tersebut mengantarkan Etik Suryani dilantik kembali secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025 lalu untuk masa jabatan 2025–2030.
Terjaring OTT di Awal Masa Jabatan Kedua
Baru berjalan satu tahun lebih menakhodai Kabupaten Sukoharjo di periode keduanya, perjalanan politik Etik Suryani kini di ujung tanduk.
Dia terjerat OTT KPK pada 9 Juli 2026, diduga terkait kasus pemerasan terhadap abak buahnya.
Sesuai regulasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah punya tenggat waktu 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum menetapkan status hukum pihak-pihak yang terjaring OTT tersebut.
Editor : Syahaamah Fikria