RADARSOLO.COM — Nama pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah kembali jadi buah bibir nasional.
Kali ini, namanya mencuat dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo–Semarang di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus terpidana kasus korupsi DJKA, Dheky Martin, memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Semarang bahwa dirinya pernah menyerahkan uang sebesar Rp100 juta kepada Gus Miftah.
Baca Juga: Akankah Gus Miftah Ikut Dipanggil KPK? Disebut Terima Jatah Rp100 Juta Kasus Korupsi DJKA
"Ini Gus Miftah yang kemarin ramai gara-gara penjual es?" tanya JPU KPK Greafik Loserte, saat persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang.
Isu aliran uang haram proyek infrastruktur ini pun menambah panjang daftar polemik yang melilit sang pendakwah berambut gondrong tersebut.
Selama beberapa tahun ke belakang, figur yang dikenal dengan gaya bicara ceplas-ceplos ini memang kerap diterpa kontroversi yang membuat namanya kian viral.
Apa saja riwayat polemik yang pernah menyeret namanya sebelum isu korupsi DJKA memanas pada Juli 2026 ini?
Baca Juga: Nama Gus Miftah Muncul di Sidang Korupsi DJKA, Disebut Kecipratan Duit Proyek Rp100 Juta
1. Kasus Penghinaan Pedagang Es Teh Keliling
Salah satu blunder terbesar yang berbuntut panjang terjadi pada akhir tahun 2024.
Saat mengisi acara pengajian di Magelang, Gus Miftah melontarkan guyonan kasar yang dinilai merendahkan seorang penjual es teh keliling yang tengah mencari nafkah.
Videonya langsung viral dan memanen hujatan masif karena dinilai arogan serta miskin empati.
Imbas dari gelombang boikot dan kecaman publik tersebut, ia terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan setelah mendapat teguran keras.
2. Menoyor Kepala Istri di Depan Umum
Masih di tahun yang sama, jagat maya dihebohkan oleh rekaman video saat Gus Miftah menghadiri sebuah acara konser di pondok pesantrennya.
Ia terlihat memegang dan menggoyang-goyangkan alias menoyor kepala istrinya, Ning Astuti.
Meskipun publik menilai tindakan itu tidak etis dan menjurus ke arah kekerasan, Gus Miftah membantahnya dan berdalih bahwa itu hanyalah candaan biasa sebagai bentuk "bahasa cinta" antar-pasangan.
3. Kritik Aturan Pengeras Suara Masjid vs Dangdutan
Saat ceramah di Sidoarjo, Gus Miftah mengkritik surat edaran Kementerian Agama terkait pembatasan volume speaker luar masjid untuk kegiatan tadarus selama Ramadan.
Ia membandingkannya dengan acara musik dangdutan yang diklaim bebas digelar hingga dini hari.
Pernyataan ini langsung direspons Juru Bicara Kemenag RI yang menyebut Gus Miftah "asal bunyi" (asbun) dan gagal paham atas substansi aturan kenyamanan lingkungan masyarakat.
4. Label PKS dan Ustaz Khalid Basalamah Sebagai Wahabi
Gus Miftah juga tercatat berulang kali menyenggol tokoh dan organisasi lain.
Pada awal 2024 di Lampung, ia menyebut dakwah yang menakut-nakuti identik dengan Wahabi, dan melabeli bahwa di Indonesia paham tersebut identik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Tak hanya itu, pada Oktober 2022 ia juga sempat terang-terangan menyebut Ustaz Khalid Basalamah sebagai perwakilan kelompok Wahabi lantaran perbedaan gaya dakwah.
5. Sebut Profesi Dokter "Gobl*k"
Publik dibuat meradang setelah potongan video ceramah lawasnya mencuat kembali di platform X pada Desember 2024.
Dalam cuplikan itu, Gus Miftah berkali-kali menyebut profesi dokter dengan kata kasar tersebut, hanya karena dokter selalu menanyakan keluhan pasien sebelum mendiagnosis penyakit.
Ia bahkan membandingkannya dengan dokter hewan yang dianggapnya lebih pintar karena langsung menyuntik tanpa bertanya.
6. Video Bagi-Bagi Duit di Pamekasan Madura
Menjelang kontestasi Pemilu pada 2023, beredar video Gus Miftah tengah membagikan seikat demi seikat uang tunai kepada warga di Madura dengan latar belakang kaus bergambar Prabowo Subianto.
Aksi ini sempat dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan money politics.
Namun, penyelidikan dihentikan setelah Gus Miftah mengklarifikasi bahwa dirinya hanya membantu menyalurkan dana sedekah milik seorang pengusaha lokal (Haji Her).
Baca Juga: Usai Temui Jokowi, PSI Solo Bidik 12 Kursi DPRD, Wawanto Gaungkan "Kandang Gajah"
7. Pagelaran Wayang Sindiran dan Isu Tarif Mahal
Gus Miftah pernah memicu ketegangan antar-umat setelah menggelar pertunjukan wayang kulit di Pondok Pesantren Ora Aji dengan karakter wayang yang dibuat mirip Ustaz Khalid Basalamah, pasca munculnya polemik hukum wayang.
Di samping itu, ia juga sempat diterpa isu mengenai patokan tarif ceramah komersial bernilai fantastis saat diundang oleh kalangan pejabat dan korporasi kaya.
8. Pernyataan Kontroversial "Rendang Tidak Punya Agama"
Menanggapi kehebohan menu rendang babi di sebuah restoran Padang di Jakarta, Gus Miftah mengunggah video yang mempertanyakan protes masyarakat.
"Sejak kapan rendang punya agama?" kata dia.
Ucapan ini memicu kritik tajam, salah satunya dari Ustaz Adi Hidayat yang menilai argumen tersebut tidak substansial karena mengabaikan rendang sebagai produk kebudayaan yang lekat dengan identitas masyarakat Minangkabau yang Islami.
9. Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Menghina Istri Orang
Gus Miftah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh Gus Irfan dan pengacaranya, Firdaus Oibowo, terkait pelanggaran UU ITE pada 2022.
Polemik ini bermula saat Gus Miftah menjadi tamu di podcast Atta Halilintar dan mengkritik praktik perdukunan dengan menyebut orang yang datang ke dukun itu bodoh.
Baca Juga: Sudah Kali Ketiga Ditemukan Belatung pada Menu MBG di PAUD/KB Kids Fun Education Boyolali
Dia lalu melontarkan kalimat, "Istri dukun itu jelek dan merongos".
Ucapan tersebut dinilai menyerang dan menghina istri pelapor secara personal.
10. Merendahkan Seniman Senior Yati Pesek
Saat tampil dalam sebuah pertunjukan ketoprak yang digelar di Pondok Pesantren Ora Aji miliknya, Gus Miftah dinilai mengeluarkan candaan yang melampaui batas.
Ia melontarkan kata-kata yang dianggap merendahkan martabat perempuan kepada Yati Pesek, yang merupakan seniman legendaris dan pesinden senior Jawa.
11. Orasi Kebangsaan di Dalam Gereja
Pada April 2021, kehadirannya dalam acara peresmian Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Penjaringan menuai kritik tajam dari kelompok Muslim.
Walau dituding melanggar batas toleransi akidah, Gus Miftah menegaskan bahwa kedatangannya murni untuk menyampaikan pesan toleransi dan orasi kebangsaan, bukan mengikuti ritual peribadatan.
Baca Juga: Silpa APBD Karanganyar 2025 Tembus Rp 214 M, Bupati Prioritaskan Perbaikan Jalan Akses Ekonomi
12. Dakwah di Klub Malam dan Lokalisasi
Jauh sebelum deretan kasus di atas mencuat, nama Gus Miftah pertama kali dikenal luas karena hobi dakwahnya yang eksentrik.
Yakni menggelar pengajian dan selawatan di tempat hiburan malam, salon plus-plus, hingga kawasan lokalisasi legendaris Sarkem di Yogyakarta.
Metode ini hingga kini terus menuai pro dan kontra di kalangan ulama.
13. Pernyataan Bandingkan Warga NU dan Muhammadiyah
Dalam salah satu ceramahnya, Gus Miftah juga sempat memicu perdebatan di kalangan umat Islam setelah melontarkan guyonan sensitif mengenai dua ormas Islam terbesar di Indonesia.
Ia membuat perbandingan kontroversial terkait siapa yang akan lebih dulu masuk surga antara warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Editor : Syahaamah Fikria