RADARSOLO.COM — Cerita Menteri Koperasi Ferry Juliantono terkait awal mula ide pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Prabowo Subianto, jadi sorotan publik hingga viral di media sosial.
Menurut penuturan Ferry pembicara dalam Seminar Nasional KDKMP, program andalan Presiden Prabowo Subianto ini berawal dari sebuah istilah yang disebut sebagai "wangsit".
Dikatakan dia, istilah wangsit itu diucapkan oleh Prabowo di tengah jalannya rapat kabinet terbatas pada Maret 2025 lalu.
Baca Juga: Penampakan Kipas Angin Imatsu MDF Seharga Rp 11 Juta yang Viral, Disebut untuk Kopdes Merah Putih
Ketika itu, Prabowo mengutarakan impiannya merombak total fondasi ekonomi tingkat akar rumput.
"Saya mendapatkan wangsit bahwa saya ingin mendirikan koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia," ungkap Ferry, menirukan kembali ucapan spontan Prabowo.
Lebih lanjut, Ferry Juliantono kemudian menjelaskan istilah kata "wangsit" yang dilontarkan Presiden.
Ferry menjelaskan, kata tersebut merupakan penekanan untuk sebuah gagasan besar yang lahir dari hasil perenungan mendalam terhadap sejarah panjang pembangunan Indonesia.
Konseptual KDKMP ini berkaca pada cetak biru "Pola Pembangunan Semesta Berencana" yang digagas pada era awal kemerdekaan Indonesia
Di mana wilayah pedesaan diplot sebagai motor penggerak utama ekonomi negara.
"Wangsit yang beliau sampaikan tidak lain ada referensi akademiknya. Tahun 1947 sampai 1959 ada namanya Pola Pembangunan Semesta Berencana," jelas Ferry
Pola itu dianggap sebagai perencanaan nasional yang terbaik, yang mendekati ssmangat dan cita-cita Proklamasi 45.
Di mana pendirian koperasi desa, menurut Ferry, bisa ditemukan dalam naskah Pola Pembangunan Semesta Berencana.
Editor : Syahaamah Fikria