RADARSOLO.COM — Nama Ulta Levenia Nababan mendadak jadi buah bibir sekaligus sasaran kritik tajam netizen, termasuk dari alumni Universitas Indonesia (UI).
Perempuan yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) kedapatan melontarkan kalimat yang dinilai menghina jas almamater UI dengan sebutan "daster kuning".
Gara-gara ketikan di media sosialnya yang dianggap kurang bijak tersebut, netizen pun mulai menguliti profil hingga mencari tahu berapa penghasilan yang didapatkan Ulta di lingkungan pemerintahan.
Sebagai pejabat publik yang digaji menggunakan uang negara, nominal pendapatannya tentu memicu rasa penasaran.
Sindir Wakil Ketua BEM UI hingga Hina Jas Almamater
Ketegangan ini bermula saat Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, hadir sebagai pembicara dalam forum diskusi di sebuah televisi swasta.
Fatimah yang dikenal vokal kala itu sedang beradu argumen dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, guna membahas implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Ratusan SDN di Sragen Krisis Pendaftar, Sekolah Favorit Justru Harus Tolak Siswa
Fatimah menyampaikan kritik bahwa di lapangan masih banyak sekolah yang keteteran dan mengalami kendala teknis saat menjalankan program tersebut.
Rupanya, argumen mahasiswa UI ini memantik reaksi sinis dari Ulta Levenia Nababan.
Lewat Instagram Story di akun pribadinya, Ulta langsung menuntut bukti angka konkret.
"Lahhh 'banyak sekali sekolah-sekolah' ukuran banyak sekali-nya ini dari mana sih? Terus pas ditanya angka enggak mau jawab, malah playing victim," tulis Ulta.
Ulta bahkan kebablasan menyenggol penampilan Fatimah yang saat itu memakai jas almamater universitasnya.
"Kochaque bunda pakai daster kuning ini (almamater UI). Maaf Bund beli dasternya di mana?" tulisnya dibubuhi emoji tertawa.
Baca Juga: Sumur Mengering, 1.664 Jiwa di Tangen Sragen Krisis Air Bersih
Tak hanya itu, di unggahan lain, Ulta juga kembali melontarkan kalimat bernada nyinyir.
"Retorika-retorika kosong. Hmmm, mirip capres yang ono yahh. Siapa namanya?" tulisnya.
Sontak saja, postingan tersebut langsung menuai reaksi tajam publik maupun netizen di medsos.
Banyak pihak, terutama kalangan alumni dan mahasiswa UI, menyayangkan sikap seorang pejabat di lingkungan KSP yang dinilai antikritik dan kekanak-kanakan dalam merespons dinamika diskusi.
Baca Juga: Sempat Dikabarkan Rumah Warga, Ternyata Bengkel Kabin Truk Terbakar Di Desa Pranan Sukoharjo
"Dia digaji pajak rakyat, ngakunya berpendidikan, tp berani2nya mocking mahasiswi yg suarakan penderitaan rakyat. Such a shameful act," tulis salah satu netizen.
"Sekelas jubir begini ya komunikasi publiknya? Nyinyir nyenyenyenyenye. Masih aja bawa2 capres rival. Udahan kali mba dramanya, udah menang kan? Fokus aja melayani rakyat. Bukan malah ngatain mahasiswa yg bersuara sebagai rakyat. Masa gitu aja gak ngerti?," komen yang lain.
Lantas apa sebenarnya tugas Ulta Levenia dan berapa gajinya?
Sebelumnya, perempuan yang ternyata juga alumni UI itu dikenal sebagai salah satu pendukung garis keras Prabowo Subianto.
Dia pernah menduduki posisi sebagai juru bicara sekaligus Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024 lalu.
Ulta Levenia saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP).
Baca Juga: Jadi Tersangka Pencabulan Anak Rekan Kerja, Karir Oknum Anggota Polres Wonogiri Runtuh Seketika
Sebagai informasi, Kantor Staf Presiden (KSP) diatur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2019.
Lembaga nonstruktural ini dibentuk khusus untuk mengawal kelancaran program-program prioritas nasional, mengelola komunikasi politik kepresidenan, hingga meredam isu-isu strategis.
Di dalam strukturnya, Kepala Staf Kepresidenan dibantu oleh para Deputi, dan setiap Deputi disokong oleh tim ahli, mulai dari Tenaga Ahli Utama, Madya, Muda, hingga Tenaga Terampil.
Ulta Levenia Nababan sendiri berada di level Tenaga Ahli Utama.
Posisi ini merupakan salah satu pilar penting di KSP yang bertanggung jawab menyuplai analisis data tajam guna mendukung proses pengambilan keputusan Presiden dan Wakil Presiden.
Berapa Gaji Tenaga Ahli Utama KSP per Bulan?
Mengingat tanggung jawabnya yang menempel langsung pada kelancaran program prioritas negara, hak keuangan alias yang diterima oleh para tenaga ahli di KSP tentu tidak main-main.
Jika merujuk pada regulasi yang mengatur hak keuangan di lingkungan KSP, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2015, pendapatan seorang Tenaga Ahli Utama terbilang sangat fantastis untuk ukuran per bulan.
Seorang Tenaga Ahli Utama KSP berhak menerima penghasilan bulanan sebesar Rp36.500.000.
Baca Juga: Oknum Guru Cabul di Wonogiri Terima Separo Gaji, Tak Bisa Ajukan Pensiun Dini
Nominal tersebut merupakan angka bersih atau all in, yang di dalamnya sudah mencakup komponen gaji dasar, tunjangan kinerja, serta pemenuhan pajak penghasilan yang ditanggung oleh negara.
Melihat angka pendapatannya yang cukup besar dari APBN, tidak mengherankan jika publik menyuarakan kekecewaan.
Banyak netizen menilai, dengan gaji fantastis tersebut, publik figur yang bekerja di lingkar dalam istana sepatutnya mencontohkan etika komunikasi yang lebih matang, profesional, dan elegan saat berhadapan dengan kritik dari masyarakat.
Editor : Syahaamah Fikria