RADARSOLO.COM — Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, pada Senin (20/7/2026) terus menjadi sorotan panas.
Publik tak hanya kaget dengan kabar penangkapan yang terjadi hanya berselang beberapa jam setelah acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026, tapi juga penasaran dengan sosok sang kepala daerah, termasuk latar belakang dan profilnya.
Profil Lalu Ahmad Zaini
Pria kelahiran Praya, 27 Juni 1970 ini sebenarnya baru tergolong seumur jagung menduduki kursi pemerintahan.
Baca Juga: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kasus Apa? Diciduk OTT KPK Usai Nobar Final Piala Dunia
Dia baru kali pertama maju di panggung Pilkada pada 2024 lalu dengan bendera Partai Amanat Nasional (PAN).
Di mana di partai tersebut, Lalu Ahmad Zaini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN NTB untuk masa bakti 2025–2030.
Di Pilbup Lombok Barat 2024, dia berpasangan dengan politikus PKS, Nurul Adha dan memperoleh kemenangan setelah mengantongi 107.340 suara (28,05 persen).
Baca Juga: Nakes Pensiun, Puskesmas Nguter Sukoharjo Sambat Krisis SDM
Zaini dilantik sebagai Bupati Lombok Barat periode 2025–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Artinya, operasi senyap lembaga antirasuah ini menjeratnya saat ia baru menjabat sekitar satu setengah tahun.
Kronologi OTT KPK
Aksi penindakan KPK di Lombok Barat ini terbilang sangat cepat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengungkapkan rasa kagetnya saat mendapati pintu ruang kerja Bupati sudah tersegel stiker resmi KPK pada Senin pagi.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah mereka merampungkan acara nobar final Piala Dunia 2026 di halaman kantor bupati.
Baca Juga: Satpol PP Bongkar Modus Miras Dikemas Ulang di Lokananta, Wali Kota: Tak Ada Toleransi
Tak hanya kantor bupati di kawasan Gerung, tim penyidik KPK juga menyegel ruangan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lombok Barat.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa dalam rangkaian operasi senyap tersebut, timnya mengamankan total 19 orang.
Dari 19 orang tersebut, sebanyak 7 orang akan diterbangkan ke Gedung Merah Putih Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Termasuk Bupati Lalu Ahmad Zaini.
"Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 19 orang, yang kemudian 7 orang di antaranya malam ini dibawa ke Gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," terang Budi.
Bukti Uang Ratusan Juta dan Kasus Proyek Daerah
Dalam OTT ini, tim penindak KPK turut menyita barang bukti berupa dokumen resmi serta uang tunai bernilai ratusan juta rupiah.
Budi membeberkan, dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret pimpinan parpol PAN di NTB ini berkaitan dengan penerimaan hadiah atau suap terkait proyek-proyek pembangunan di lingkungan Pemkab Lombok Barat.
Rekam Jejak Karier Lalu Ahmad Zaini
Sebelum berkecimpung di panggung politik praktis bersama PAN, Lalu Ahmad Zaini dikenal luas sebagai seorang profesional di sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Baca Juga: Bripka E Terjerat Kasus Cabul, Ponpes Santri Manjung yang Susah Payah Didirikan dari Nol Kukut
Alumnus Sarjana Sains (SSi) dari Universitas Islam Al-Azhar Mataram dan Magister Teknik (MT) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini lama berkarier di industri penyedia air bersih:
2017–2018: Direktur PDAM Lombok Barat.
2019–2021: Direktur PDAM Giri Menang Lombok Barat.
2022–2024: Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda).
2021–2025: Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI).
Keberhasilannya membawa PT Air Minum Giri Menang menyabet berbagai penghargaan nasional menjadi batu loncatan baginya untuk maju di Pilbup Lombok Barat 2024 hingga akhirnya menduduki kursi Ketua DPW PAN NTB.
Kini, reputasi dan karier politik Lalu Ahmad Zaini berada di ujung tanduk seiring status hukumnya yang tengah ditentukan oleh penyidik KPK di Jakarta dalam waktu 1x24 jam pasca-penangkapan.
Editor : Syahaamah Fikria