RADARSOLO.COM — Kabar hilangnya atlet golf putri tanah air, Jesslyn Wijaya Lay, menggemparkan publik.
Perempuan muda ini diduga menjadi korban aksi penculikan nekat saat menghadiri acara perayaan ulang tahun sang nenek di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) malam.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perbincangan hangat lantaran terjadi di depan keramaian saksi mata.
Ditambah lagi, ada sederet kejanggalan seperti kamera CCTV tempat kejadian yang mendadak tak dapat diakses hingga sinyal HP korban yang memancarkan lokasi berbeda.
Siapa Sebenarnya Jesslyn Wijaya Lay?
Jesslyn Wijaya Lay dikenal sebagai seorang pegolf putri berbakat yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan golf tingkat klub maupun komunitas nasional.
Jesslyn dikabarkan merupakan putri dari seorang pengusaha bernama Ponty Wijaya.
Rekam Jejak di Lapangan Golf
Bukan sekadar hobi, kemampuan mengayun klab golf milik Jesslyn tergolong mumpuni.
Salah satu pencapaian prestisius yang melambungkan namanya terjadi pada Juni 2023 lalu.
Saat itu, Jesslyn mencatatkan sejarah baru dalam ajang Chemical Golf Club Monthly Tournament.
Ia sukses memecahkan rekor sebagai lady (peserta wanita) pertama yang keluar sebagai juara kategori Best Nett Overall (BNO).
Baca Juga: Dalami Kebakaran Pabrik Sendal di Kebakkramat, Polres Karanganyar Tunggu Hasil Labfor
Dalam turnamen tersebut, Jesslyn tampil sangat mengesankan dengan membukukan skor Gross 90, Handicap 28, serta Nett 62.
Kronologi Diculik saat Rayakan Ulang Tahun Nenek
Kejadian bermula ketika Jesslyn berkumpul bersama keluarga besar di sebuah restoran di Mangga Besar.
Menurut penjelasan kuasa hukum pelapor, Andi Darti, suasana yang mulanya hangat mendadak berubah menjadi mencekam tepat ketika persiapan selesai dan lagu ulang tahun sang nenek hendak disetel.
Baca Juga: Mengapa Ada Yoni di Waduk Lalung? Ternyata Kawasan Ini Menyimpan Jejak Peradaban Kuno
Secara tiba-tiba, sekelompok pria berbadan tegap menyergap Jesslyn.
Mata korban ditutup secara paksa, lalu tubuhnya digendong oleh dua orang pria menuju mobil hitam yang sudah menunggu di luar.
"Korban sempat berusaha melakukan perlawanan dan berteriak meminta pertolongan saat dimasukkan ke dalam mobil. Namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," terang Andi Darti.
Pasca-insiden tersebut, akses komunikasi Jesslyn mati total.
Pihak keluarga juga memastikan korban tidak berada di kediamannya di daerah Pluit, Jakarta Utara.
Rekan dekat Jesslyn berinisial NAH akhirnya resmi melaporkan kasus perampasan kemerdekaan ini ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Bertubi-tubi Muncul Masalah, Kemenag Wonogiri Kaji Desakan Ponpes Santri Manjung Ditutup
Misteri Sinyal HP di Jakarta
Proses penyelidikan yang dilakukan oleh tim hukum dan kepolisian diwarnai sejumlah petunjuk yang membingungkan:
CCTV Restoran Mati: Saat penyidik mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan rekaman pengawas, pihak pengelola restoran mengklaim kamera CCTV dalam kondisi rusak/tidak berfungsi.
Terlacak di Jakarta Utara: Sinyal ponsel milik Jesslyn sempat terdeteksi aktif berada di kawasan Puri Jimbaran, Jakarta Utara.
Indikasi Menuju Malaysia: Di saat yang sama, muncul informasi pelacakan lain yang mengindikasikan korban diduga dibawa terbang menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra membenarkan adanya laporan tersebut.
Dia menegaskan bahwa jajarannya sedang bekerja ekstra keras menggelar penyelidikan mendalam di lapangan.
"Betul, laporannya sudah kami terima di Polres Jakpus. Sampai hari ini tim penyidik masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk menguji fakta-fakta dan mencari keberadaan korban," ujar Roby.
Editor : Syahaamah Fikria