RADARSOLO.COM — Belum usai publik menyoroti kehebohan konten bertajuk "Mukena Putih Coolmax", kini netizen kembali disuguhkan tren baru yang menggunakan kata kunci serupa, yakni "Cadar Hitam Coolmax".
Gelombang pencarian ini langsung melejit drastis di platform TikTok dan X (Twitter) setelah akun @cadarhitam mengunggah klip singkat berdurasi pendek.
Namun hati-hati, di balik besarnya rasa penasaran netizen yang nekat berburu tautan (link) lengkapnya, tersembunyi ancaman keamanan siber yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: Viral Video 'Cadar Hitam Coolmax' Kini Jadi Buruan Netizen: Apa Isinya dan Mengapa Harus Diwaspadai?
Lantas, bagaimana fenomena ini bisa meluas dan adakah kaitan antara tren Cadar Hitam dengan Mukena Putih Coolmax?
Munculnya video ini langsung menyedot perhatian ratusan ribu pasang mata hanya dalam hitungan hari.
Dalam potongan video yang marak beredar, hanya menampilkan sesosok perempuan berbusana gamis beserta cadar serba hitam yang berdiri di sebuah kebun atau ladang.
Identitas wanita maupun lokasi pengambilan video tersebut hingga saat ini masih belum teridentifikasi secara pasti.
Yang menjadi pemantik utama melesatnya angka pencarian adalah narasi atau teks caption yang disematkan oleh pemilik akun.
"Setelah mukena putih coolmax, ukhti bercadar gamis hitam ini gak mau kalah berkebun sama pak ustad."
Kalimat tersebut sengaja dirancang mengaitkan kontennya dengan rumor video viral terdahulu, seperti "Mukena Putih Coolmax" hingga "Pake Durian Coolmax".
Istilah "berkebun" yang digunakan sang pembuat konten berperan besar memancing persepsi liar netizen, seolah-olah ada klip lanjutan atau cerita yang disembunyikan.
Kaitan Antara Cadar Hitam dan Mukena Putih Coolmax
Secara teknis, tidak ada bukti valid yang menunjukkan adanya keterkaitan langsung secara personal antar-objek di dalam video-video tersebut.
Baca Juga: Sosok Wanita di Balik Link Video Coolmax Durian Dicari-cari? Jangan Terkecoh Jebakan "Tanpa Sensor"
Lantas, mengapa kedua konten ini terus dikait-kaitkan?
- Pemanfaatan Kata Kunci Dongkrak Algoritma (Algorithmic Riding)
Istilah "Coolmax" telah bergeser fungsi menjadi kata kunci magnetik (keywords) yang sangat efektif menaikkan angka keterlibatan (engagement) di TikTok.
- Pola Konsumsi Informasi Sensasional
Pembuat konten meminjam kesuksesan istilah yang sudah lebih dulu viral (Mukena Putih) untuk menggiring audiens baru agar mendatangi unggahannya.
- Efek Domino Keterlibatan Netizen
Ketiadaan klarifikasi resmi justru sengaja dipelihara agar kolom komentar dipenuhi perdebatan, tebak-tebakan, hingga permintaan tautan yang membuat konten terus terdorong naik oleh algoritma media sosial.
Risiko Besar Menanti Pemburu Link
Eksploitasi rasa penasaran publik terhadap tren "Coolmax" ini kerap dimanfaatkan oleh oknum peretas dan penipu siber (cybercriminals).
Perburuan tautan di kolom komentar atau bio akun tak dikenal menyimpan deretan bahaya nyata:
Baca Juga: Kirim Video Tak Senonoh ke Mantan Karyawati, Camat di Boyolali Diberhentikan Sementara
- Jebakan Phishing: Tautan luar acap kali mengarahkan pengguna ke situs rekayasa yang meminta login akun media sosial atau nomor WhatsApp. Jika diisi, akun berisiko diambil alih secara tidak sah.
- Ancaman Perangkat Lunak Berbahaya (Malware): Mengklik tautan sembarangan bisa memicu unduhan otomatis berkas jahat yang dapat merusak sistem HP, menyedot file pribadi, hingga meretas aplikasi perbankan digital.
- Penyebaran Berita Buka Bukti (Hoaks) dan Pelanggaran Privasi: Membagikan ulang konten yang belum jelas asal-usulnya dapat merugikan nama baik orang lain dan memicu sanksi hukum terkait UU ITE.
Pengguna media sosial diimbau untuk menyikapi tren konten yang muncul bertubi-tubi ini secara rasional.
Hindari godaan menekan tautan yang menjanjikan video utuh di luar platform resmi demi menjaga keamanan data pribadi.
Editor : Syahaamah Fikria