Khutbah Jumat 24 Juli 2026: 7 Amalan yang Membuat Pahala Terus Mengalir hingga Akhirat

Nur Pramudito • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 06:39 WIB
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: 7 Amalan yang Membuat Pahala Terus Mengalir hingga Akhirat (ANTARA FOTO)
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: 7 Amalan yang Membuat Pahala Terus Mengalir hingga Akhirat (ANTARA FOTO)

RADARSOLO.COM - Khutbah Jumat 24 Juli 2026 menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan umat Islam tentang pentingnya memperbanyak amalan yang memberikan manfaat jangka panjang.

Dalam Islam, terdapat sejumlah amal saleh yang tidak terputus pahalanya meskipun pelakunya telah meninggal dunia.

Tema Khutbah Jumat 24 Juli 2026 kali ini mengulas tujuh amalan yang membuat pahala terus mengalir sebagai bentuk investasi akhirat.

Dengan mengerjakan amal-amal tersebut, seorang muslim tetap memperoleh ganjaran dari Allah SWT meski sudah tidak lagi berada di dunia.

Konsep pahala mengalir atau amal jariyah menjadi salah satu keistimewaan dalam ajaran Islam.

Amal yang manfaatnya dirasakan banyak orang akan terus menghasilkan pahala selama manfaat tersebut masih berlangsung.

Beberapa di antaranya adalah menyebarkan ilmu yang bermanfaat, membangun sarana ibadah, menyediakan fasilitas umum, hingga mendidik anak menjadi pribadi saleh yang selalu mendoakan orang tuanya.

Selama manfaat dari amalan tersebut masih dirasakan, maka pahala akan terus mengalir kepada orang yang telah memulainya.

Selain menjadi pengingat bagi jamaah, materi Khutbah Jumat 24 Juli 2026 juga mengajak umat Islam untuk tidak hanya mengejar amal yang bersifat sesaat, tetapi juga memperbanyak amalan yang memiliki dampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan memahami keutamaan amal jariyah, setiap muslim diharapkan semakin termotivasi menanam kebaikan sejak dini.

Sebab, ketika kesempatan beramal telah berakhir karena kematian, pahala yang terus mengalir dari amal jariyah menjadi salah satu bekal terbaik untuk kehidupan di akhirat.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ،  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

 

Mengawali khutbah Jumat ini, marilah kita senantiasa mengingat akan segala anugerah yang telah dikaruniakan Allah swt kepada kita. Untuk kemudian kita syukuri dan gunakan di jalan kebaikan serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt.

 

Pada kesempatan ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beribadah kepada Allah akan menjadi manifestasi ketakwaan kita, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: "Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al Baqarah ayat 21)

 

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Ketakwaan dapat diwujudkan dengan cara beramal baik. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, akan diperhatikan dan dibalas oleh-Nya. Bahkan Allah akan membalas dengan balasan yang lebih baik dari yang kita kerjakan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

 

Artinya: "Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan." (QS An-Nahl ayat 97)

Dengan ayat tersebut, kita menjadi semakin termotivasi untuk berbuat baik. Sebab, sekecil apapun yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Allah, baik itu berupa kebaikan maupun keburukan yang kita perbuat. Sebagaimana firman Allah:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ۝٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗࣖ ۝٨

Artinya: "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya." (QS Az-Zalzalah ayat 7-8)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kita semua, tentu ingin terus beramal baik. Namun, karena keterbatasan umur kita, setelah kita meninggal dunia, maka kita tak bisa lagi berbuat amal kebaikan di dunia. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri, selagi kita masih diberikan anugerah hidup di dunia ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

Artinya: "Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya" (HR Muslim).

Kemudian, di dalam hadits yang lain, yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad saw juga menerangkan 7 jenis amalan yang pahalanya terus mengalir, meski sang pemilik amal telah meninggal dunia:

سَبْعٌ يَجْرِى لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْماً، أَوْ كَرَى نَهْراً، أَوْ حَفَرَ بِئْراً، أَوْ غَرَسَ نَخْلاً، أَوْ بَنَى مَسْجِداً، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفاً، أَوْ تَرَكَ وَلَداً يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Artinya: "Ada tujuh jenis amal yang pahalanya mengalir terus kepada seseorang di alam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu, (2) orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai, (3) orang yang menggali sumur, (4) orang yang  menanam pohon kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang mewariskan mushaf, (7) orang yang meninggalkan anak keturunan yang memintakan ampunan baginya sepeninggal kematiannya,” (HR Al-Bazzar, Abu Nu’aim, dan Al-Baihaqi). (Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 305-306).

Apabila kita perhatikan, sebagian besar dari amalan yang telah disebutkan dalam hadist tersebut, yakni amalan yang memiliki kebermanfaatan, tidak hanya bagi pemilik amal, akan tetapi juga bagi banyak orang. Semisal, dengan mengajarkan ilmu, kebaikan tersebut akan terus berlangsung turun-temurun, bahkan hingga kepada puluhan atau ratusan generasi. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

Artinya: "Barangsiapa yang membuat sunnah hasanah dalam Islam maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.." (HR Muslim)

Begitu pula dengan membangun masjid, menanam pohon, dan amalan-amalan yang telah disebutkan, selama masjid tersebut masih dimanfaatkan untuk beribadah dan pohon yang ditanam, dapat diambil manfaatnya, maka pahalanya akan mengalir kepada sang pemilik amal, meski ia tak lagi di dunia.

Maka, selagi kita masih hidup dan dapat melakukan kebaikan, lakukanlah amalan-amalan tersebut. Bila tak mampu mengamalkan semuanya, setidaknya kita bisa mengamalkan salah satu dari tujuh amalan tersebut. Sehingga, kita berharap, meski kelak kita sudah meninggal dunia, pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita senantiasa berdoa agar Allah memberikan kita semua rahmat, keberkahan, dan keselamatan. Serta menjauhkan kita dari segala penyakit dan musibah. Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang dapat mengamalkan kebaikan-kebaikan, yang pahalanya senantiasa mengalir kepada kita, meski kita tak lagi hidup di dunia. Amin ya Rabbal Alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Khutbah II

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر،  إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ، عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ

Editor : Nur Pramudito
Sumber : NU Online
Khutbah Jumat 24 Juli 2026 Teks Khutbah Jumat 24 Juli 2026 24 Juli 2026 khutbah jumat