RADARSOLO.COM - Fakta-fakta cekcok antara Sopir Toyota Alphard dan Satpam di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, masih terus menjadi perhatian publik setelah video insiden tersebut viral di media sosial.
Keributan bermula ketika mobil Toyota Alphard melintas di pelican crossing dekat Halte TransJakarta Bundaran HI.
Dalam video yang beredar, petugas keamanan terlihat menegur pengemudi karena diduga tetap melaju saat lampu penyeberangan pejalan kaki menyala.
Teguran itu kemudian berkembang menjadi adu argumen antara Sopir Toyota Alphard dengan Satpam, sebelum akhirnya keduanya menuju pos polisi untuk dimediasi.
Bermula dari Dugaan Terobos Lampu Penyeberangan
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan, insiden terjadi saat pengendara diduga menerobos lampu merah penyeberangan di depan Hotel Pullman.
Saat itu, Satpam yang sedang membantu pejalan kaki menyeberang menegur pengemudi dengan menggebrak kaca mobil. Cara peneguran tersebut membuat Sopir Toyota Alphard merasa tidak terima hingga terjadi cekcok.
Kedua belah pihak kemudian mendatangi Pospol Thamrin untuk mencari penyelesaian melalui mediasi.
Berakhir Damai Lewat Mediasi
Dalam proses mediasi, Sopir Toyota Alphard dan Satpam sepakat mengakhiri persoalan secara kekeluargaan.
Keduanya saling meminta maaf dan berjabat tangan. Setelah itu, pengemudi melanjutkan perjalanan, sedangkan petugas keamanan kembali menjalankan tugasnya.
Meski demikian, polisi menegaskan dugaan pelanggaran lalu lintas tetap akan diproses sesuai aturan yang berlaku.
Dugaan Pelanggaran ETLE Masih Dikaji
Polisi menyebut pengendara Toyota Alphard berpotensi dikenai sanksi melalui sistem tilang elektronik (ETLE) apabila terbukti melanggar aturan lalu lintas dengan menerobos lampu penyeberangan.
Proses tersebut tetap berjalan terpisah dari penyelesaian damai terkait cekcok yang terjadi di lokasi.
Polisi Panggil Sopir Toyota Alphard dan Satpam
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan akan memanggil Sopir Toyota Alphard dan Satpam untuk dimintai klarifikasi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, setelah pemeriksaan awal selesai, kedua pihak akan dipertemukan dalam proses konfrontasi guna mengungkap seluruh kronologi kejadian.
Pemanggilan dijadwalkan dilakukan secara bertahap sebelum keduanya diperiksa bersama di Subdit Gakkum.
Polisi Dalami Dugaan Pengemudi Menunjukkan KTA
Salah satu fakta-fakta yang kini didalami polisi adalah informasi bahwa Sopir Toyota Alphard sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dan mengaku sebagai aparat ketika terjadi cekcok dengan Satpam.
Menurut Ojo Ruslani, informasi tersebut masih dalam tahap penelusuran dan akan dikonfirmasi melalui pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Selain itu, polisi juga akan memverifikasi berbagai informasi lain yang beredar di media sosial.
Klaim Satpam Bersujud Juga Diperiksa
Polisi turut menyelidiki kabar bahwa Satpam sempat bersujud meminta maaf kepada Sopir Toyota Alphard saat berada di Pospol Thamrin.
Dalam unggahan di media sosial, petugas keamanan mengaku mengambil langkah tersebut karena khawatir dilaporkan ke perusahaan tempatnya bekerja sehingga berpotensi kehilangan pekerjaan.
Ia juga mengklaim sempat mendapat perlakuan kurang menyenangkan setelah proses mediasi selesai.
Seluruh pengakuan tersebut akan menjadi bagian dari proses klarifikasi yang dilakukan penyidik.
Polisi Pastikan Penanganan Objektif
Polda Metro Jaya menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional tanpa memihak salah satu pihak.
Apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan Sopir Toyota Alphard, maka sanksi akan diberikan sesuai ketentuan hukum.
Begitu pula apabila Satpam terbukti melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya, polisi menyebut tindakan disiplin juga dapat diberikan.
Wagub DKI Pastikan Satpam Tetap Bekerja
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan persoalan cekcok antara Sopir Toyota Alphard dan Satpam di Bundaran HI telah selesai melalui mediasi.
Ia juga membantah isu yang menyebut petugas keamanan tersebut diberhentikan dari pekerjaannya.
Menurut Rano, tidak ada pemecatan terhadap Satpam, dan pemerintah berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor : Nur PramuditoSumber : Threads @vicolharefa