Kena Tekanan Mental, Ini Permintaan Fiktor Satpam Bundaran HI Diduga Diintimidasi Usai Tegur Sopir Alphard yang Terobos Lampu Merah

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:51 WIB
Fakta-fakta Cekcok Sopir Toyota Alphard di Bundaran HI, Satpam Mengaku Sempat Bersujud (Threads @vicolharefa)
Detik-detik Fiktor Harefa, satpam proyek MRT tegur sopir Alphard yang terobos lampu merah di Bundaran HI. (Threads @vicolharefa)

 
RADARSOLO.COM — Kasus perselisihan antara satpam proyek MRT, Fiktor Harefa, dengan seorang pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, memasuki babak baru. 

Usai video pengakuannya yang viral memicu simpati sekaligus kemarahan publik, Fiktor akhirnya mendatangi Mapolsek Metro Menteng pada Jumat (24/7/2026) sore untuk menjalani mediasi ulang.

Sebagaimana diketahui, peristiwa ini bermula dari keberanian Fiktor menegur pengemudi Alphard yang nekat menerobos lampu merah di area penyeberangan depan Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, pada Rabu (22/7/2026). 

Baca Juga: Fakta-fakta Cekcok Sopir Toyota Alphard di Bundaran HI, Satpam Mengaku Sempat Bersujud

Namun, bukannya menerima teguran, pengemudi mobil mewah tersebut justru emosi hingga berujung pada cekcok mulut.

Fiktor yang diliputi rasa panik, emosi, dan tekanan mental karena diancam akan dilaporkan ke perusahaan tempatnya bekerja, akhirnya terpaksa meminta maaf secara berlebihan.

Dia mencium tangan dua kali hingga bersujud di hadapan sopir tersebut di Pos Polisi Thamrin agar tidak dipecat.

Setelah merasa harga dirinya terinjak-injak akibat perlakuan tersebut, lantas apa sebenarnya permintaan Fiktor kepada pengemudi Alphard saat diprtemukan kembali oleh polisi?

Baca Juga: Wali Kota Desak Pemprov Buka SMA Khusus Olahraga di Solo

Hadir di Mapolsek Metro Menteng dengan masih mengenakan seragam dinas lengkap bersama kuasa hukumnya, Wiradarma Harefa, Fiktor menyampaikan sebuah permintaan. 

Ia menginginkan pengemudi Alphard tersebut memperlakukannya secara adil dan setara sebagaimana dirinya diperlakukan pada mediasi pertama.

Fiktor menilai perlakuan yang ia terima sebelumnya sangat merendahkan harkat dan martabatnya sebagai seorang pekerja yang sekadar menjalankan tugas di lapangan.

 

"Ya, saya maunya sih mereka itu melakukan seperti saya diperlakukan waktu itu, pada saat itu," tegas Fiktor kepada awak media di Mapolsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026).

Meski menegaskan bahwa aksi bersujud sebelumnya merupakan inisiatifnya sendiri karena diliputi rasa takut akan kehilangan mata pencaharian, Fiktor menyebut tindakan tersebut lahir dari situasi intimidatif dan tertekan yang membuatnya tidak memiliki jalan keluar.

Diintimidasi Ancaman Laporan ke Vendor Tempat Bekerja

Dalam pengakuannya, Fiktor membeberkan alasan di balik aksinya sampai bersujud dan mencium tangan sopir Alphard tersebut. 

Baca Juga: Nekat Salip di Atas Jembatan, Truk Tabrak Motor di Jalur Solo–Semarang, Satu Tewas

Saat berada di Pos Polisi Thamrin pascainsiden, ia mengaku merasa terkepung dan diintimidasi dengan ancaman bahwa kasus ini akan dilaporkan ke perusahaan vendor yang mempekerjakannya.

Khawatir nasib pekerjaan terancam, Fiktor terpaksa mengalah dan merendahkan diri demi meredam amarah pengemudi mobil mewah tersebut.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'" tutur Fiktor .

Baca Juga: Sekolah Rakyat Sukoharjo Kejar Target MPLS 31 Juli, Pembangunan Gedung Dikebut

Pengemudi Alphard Diamankan

Kuasa Hukum Fiktor, Wiradarma Harefa, mengungkapkan, kedatangannya ke Polsek Menteng memenuhi undangan penyidik setelah mendapat kabar bahwa sopir Alphard telah berhasil diidentifikasi dan dihadirkan ke kantor polisi.

 

"Iya, tadi kami dapat informasi dari penyidik, Kanit, bahwa kami diundang ke sini untuk datang karena memang pengemudi itu sudah ada di sini," kata Wiradarma.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan, pihak kepolisian berinisiatif memfasilitasi kembali proses mediasi ini untuk menyelesaikan persoalan secara adil.

Sekaligus mendalami dugaan pelanggaran lalu lintas dan penggunaan pelat nomor palsu oleh sopir Alphard tersebut.

Editor : Syahaamah Fikria
Bundaran HI sopir alphard satpam viral intimidasi