Andi Tenri Walinonong dari Partai Apa? Ini Deretan Ulah dan Kontroversi Ketua DPRD Bone Selain Lumuri Wajah Staf Pakai Kue

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:51 WIB
Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.
Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.

 

RADARSOLO.COM — Andi Tenri Walinonong mendadak jadi sorotan. Sosok politisi muda yang catatkan sejarah sebagai perempuan pertama jabat Ketua DPRD Bone, Sulawesi Selatan ini resmi dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan dan tindakan arogan terhadap stafnya pada Rabu (22/7/2026).

Yuli Novita Sari, 29, seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan DPRD Bone mengaku menjadi korban amarah sang Ketua DPRD.

Wajahnya dilumuri kue dan dilempar botol cabai gegara masalah sepele.

Baca Juga: Andi Tenri Walinonong Anak Siapa? Latar Belakang Ketua DPRD Bone yang Viral Lumuri Wajah Staf Pakai Kue Hingga Dipolisikan

Bahkan, PPPK Paruh Waktu itu juga mengaku dapat ancaman akan dipecat dari pekerjaannya.

"Saya dimarahi katanya kenapa lama dan tidak bawa kue, itu kue saya beli bukan kau, terus dia ambil kue kemudian sapukan (lumuri) wajahku dengan kue terus disiram air, saya juga dilempari botol lombok (cabe)," ucap Yuli, dilansir dari sulawesipos.com.

Andi Tenri Walinonong dari Partai Apa?

Andi Tenri Walinonong merupakan politisi muda berbakat yang bernaung di bawah naungan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Londo Ireng? Prabowo Didesak Minta Maaf Usai Tuding Wartawan sebagai 'Belanda Hitam'

Lahir di Bone pada 28 Desember 1993, Andi Tenri merupakan putri dari tokoh masyarakat Ulaweng, H Andi Maddusila Takka (Petta Haji Aras), dan Hj Andi Hermi Sanawawi.

Dia meraih kelulusan dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas). 

 

Sebelum terjun ke dunia politik, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur CV Putri Timusu.

Karier politiknya melesat bak meteor pada Pemilu 2024 lalu. 

Meski berstatus sebagai pendatang baru, Andi Tenri sukses menjadi peraih suara terbanyak di internal Partai Gerindra Kabupaten Bone dengan mengantongi 7.828 suara.

Baca Juga: Detik-detik Mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah Digelandang ke Rutan KPK: Tanpa Kenakan Rompi Tahanan dan Borgol, Mengaku Dikriminalisasi, Ungkap Soal Emas 74 Kg

Atas capaian tersebut, DPP Partai Gerindra resmi menyerahkan Surat Keputusan penunjukan dirinya sebagai Ketua DPRD Bone pada 28 September 2024. 

Ia dilantik dan mengucapkan sumpah pimpinan pada 31 Oktober 2024, mencatat sejarah sebagai perempuan pertama sekaligus salah satu pimpinan legislatif termuda di Sulawesi Selatan.

Deretan Ulah dan Kontroversi Andi Tenri Walinonong

Meski karier politiknya melejit cepat, perjalanan kepemimpinan Andi Tenri di DPRD Bone rupanya diwarnai oleh serangkaian intrik dan polemik panas. 

Baca Juga: Viral! Kata-kata Harry Kane untuk Lionel Messi Bikin Fans Sepak Bola Tersentuh

Kasus dugaan penganiayaan staf hanyalah puncak dari gunung es deretan kontroversi yang membelitnya:

 

 

1. Bersitegang dengan Pemkab Bone hingga Aksi Walkout

Hubungan kerja antara DPRD Bone dan Pemkab Bone sempat berada di titik didih saat pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dalam rapat paripurna yang berlangsung alot, Andi Tenri secara tegas menolak rancangan target PAD yang diajukan pihak eksekutif. 

Ketegangan tersebut berujung pada aksi walkout yang dilakukannya dari ruang sidang.

Baca Juga: Apa Istimewanya Tahir Solo Museum Dibandingkan Tempat Lainnya?

2. Perselisihan Internal dengan Sekretaris DPRD Bone

Dinamika di lingkungan Sekretariat DPRD Bone juga tak luput dari gesekan. 

Andi Tenri dikabarkan sempat berselisih paham dengan Sekretaris DPRD (Sekwan) Bone yang kala itu dijabat oleh Hj Faidah. 

Perselisihan ini menyita perhatian internal karena berimbas pada pola komunikasi dan kelancaran tata kelola administrasi lembaga legislatif.

 

 

3. Dihantam Mosi Tidak Percaya oleh Anggota DPRD

Kepemimpinan Andi Tenri juga mendapat perlawanan keras dari jajaran sesama anggota legislatif. 

Sejumlah anggota DPRD Bone melayangkan mosi tidak percaya kepadanya. 

Ia dinilai sering mengambil keputusan penting secara sepihak tanpa mengedepankan mekanisme kolektif kolegial yang menjadi prinsip dasar lembaga legislatif. 

Tindakan tersebut dianggap mencederai tata kelola dan marwah dewan.

Baca Juga: Soft Launching Tahir Solo Museum, Datuk Sri Tahir: "Ibu Saya Asli Solo, Hari Ini Anakmu Kembali ke Kampungmu"

4. Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan Staf

Kontroversi paling anyar dan berujung ranah hukum adalah dugaan aksi arogansi terhadap staf PPPK Paruh Waktu, Yuli Novita Sari.

Berawal dari persoalan kue konsumsi tamu di kantin DPRD, Andi Tenri diduga emosi lalu melumuri wajah korban dengan kue, menyiramnya dengan air, hingga melemparkan botol cabai dan wadah kue (bosara).

Atas insiden tersebut, korban telah melayangkan Laporan Polisi (LP) ke Polres Bone. 

 

Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menerima laporan dan kini tengah menggelar pemeriksaan awal untuk memproses dugaan tindakan kekerasan tersebut.

Editor : Syahaamah Fikria
ketua dprd bone andi tenri walinonong kontroversi gerindra penganiayaan