Tekan Emisi Karbon dan Cegah Abrasi, BRI Peduli Gandeng Petani Karawang Tanam Puluhan Ribu Mangrove

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:47 WIB
Program TJSL PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui aksi penanaman 24 ribu pohon mangrove di kawasan pesisir Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (DOK.BRI)
Program TJSL PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui aksi penanaman 24 ribu pohon mangrove di kawasan pesisir Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM - Memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli, BRI Peduli selaku payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman 24 ribu pohon mangrove.

Aksi lingkungan ini dipusatkan di kawasan pesisir Dusun Sompek, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam pelaksanaannya, BRI Peduli melibatkan kelompok masyarakat lokal, yakni Kelompok Tani dan Nelayan Cemara Laut.

Program penanaman ini ditujukan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami abrasi sekaligus membangun benteng alami guna mencegah erosi, gelombang pasang, dan intrusi air laut.

Baca Juga: Tembus Medan Pegunungan Toraja Utara, Mantri BRI Elce Putri Buka Akses Keuangan Warga Desa

Langkah ini juga ditujukan untuk mengoptimalkan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang efektif guna mendukung target iklim nasional dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Selain itu, program ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan mata pencaharian nelayan dan petambak lokal.

Kegiatan penanaman mangrove di pesisir Karawang merupakan bagian dari program berkelanjutan "BRI Menanam – Grow & Green".

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 99.500 pohon mangrove dan cemara laut telah ditanam di berbagai wilayah strategis, seperti Muara Gembong, Tuban, Rote Ndao, hingga Tanjungpakis Karawang.

Secara akumulatif, inisiatif ini memberikan dampak pada potensi penurunan emisi karbon sebesar 55,84 Ton atau setara 55.846,61 kg.

Hal ini sekaligus mempertegas komitmen BRI dalam menerapkan prinsip ESG serta memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan ekosistem pesisir Indonesia.

Ketua Kelompok Tani Cemara Laut Karawang Atam mengungkapkan, kolaborasi dengan BRI memperkuat semangat masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir secara gotong royong.

Kelompoknya kini kian termotivasi untuk terus merawat tanaman yang telah ditanam.

"Saya tinggal di sini sudah cukup lama. Dahulu ombaknya masih terasa kecil. Semakin ke sini, semakin dekat dan semakin besar," ujar Atom. 

"Jadi bagi kami mangrove itu penting karena mencegah abrasi di sepanjang pesisir pantai, meredam gelombang laut, dan menjaga biota laut," lanjutnya.

Atam mengapresiasi kehadiran program tersebut di wilayahnya.

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Gelar Kegiatan Edukatif di 6 Sekolah Dasar

"Alhamdulillah, BRI Peduli datang lewat program Grow & Green. Kami jadi merasa tidak sendiri. Bersama program ini, kami dan kawan-kawan bisa merawat dan menanam mangrove," ujarnya sembari berharap sinergi ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi anak cucu di masa depan.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan, BRI secara konsisten terus mendukung upaya pelestarian alam demi memulihkan habitat hutan mangrove di Tanah Air.

“Hutan mangrove bertindak sebagai benteng alami kawasan pesisir yang efektif mencegah abrasi pantai, menahan gelombang pasang, dan menanggulangi intrusi air laut," terang Dhanny. 

"Ini merupakan bentuk nyata komitmen BRI dalam menyelamatkan ekosistem pesisir dan tentunya juga memberikan manfaat bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)

Dhanny menambahkan, program ini tidak sekadar berhenti pada tahap penanaman, melainkan dilengkapi proses monitoring dan evaluasi pengawasan berjangka bersama organisasi non-profit dan masyarakat lokal demi hasil yang maksimal.

“Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat, harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian,” pungkasnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BRI
hari mangrove sedunia ekosistem pesisir BRI BRI Peduli BBRI