Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia, Ini Profil, Rekam Jejak, dan Harta Kekayaannya

Nur Pramudito • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 08:19 WIB
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia, Ini Profil, Rekam Jejak, dan Harta Kekayaannya (ANTARA FOTO/Fauzan/nz)
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia, Ini Profil, Rekam Jejak, dan Harta Kekayaannya (ANTARA FOTO/Fauzan/nz)

RADARSOLO.COM - Rekam jejak dan harta kekayaan Perry Warjiyo usai mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Perry memimpin BI sejak 2018 dan memiliki kekayaan sekitar Rp80,5 miliar.

Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Informasi mengenai mundur-nya Perry disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan, Ini Penjelasan Pemerintah

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo sehari sebelumnya.

"Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," ujar Prasetyo Hadi.

Keputusan tersebut mengakhiri masa kepemimpinan Perry Warjiyo sebagai orang nomor satu di Bank Indonesia.

Ia pertama kali dipercaya menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada periode 2018-2023 sebelum kembali mendapatkan amanah untuk periode kedua, yakni 2023-2028.

Rekam Jejak dan Profil Perry Warjiyo

Rekam jejak Perry Warjiyo di Bank Indonesia terbilang panjang.

Sebelum menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia, ia lebih dulu menjabat sebagai Deputi Gubernur BI pada periode 2013-2018.

Sebelumnya, pada 2009 hingga 2013, Perry dipercaya sebagai Asisten Gubernur yang membidangi kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional.

Ia juga menjabat Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Dalam profil Perry Warjiyo, ia diketahui lahir di Sukoharjo pada 1959. Pendidikan sarjananya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 1982.

Setelah itu, Perry melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat.

Ia meraih gelar Master pada 1989 dan menyelesaikan program doktor (Ph.D) pada 1991.

Karier internasionalnya juga cukup menonjol. Sebelum kembali ke Bank Indonesia pada 2009, Perry menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) selama 2007-2009.

Dalam posisi tersebut, ia mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Karier Perry Warjiyo di Bank Indonesia sendiri dimulai sejak 1984. Selama puluhan tahun, ia menangani berbagai bidang strategis, mulai dari riset ekonomi, kebijakan moneter, hubungan internasional, pengelolaan devisa, utang luar negeri, transformasi organisasi, hingga pendidikan dan riset kebanksentralan.

Di bawah kepemimpinannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, BI berhasil meraih berbagai penghargaan internasional.

Di antaranya The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) pada 2018 dan 2022, Best Asset Owner in Southeast Asia dari Asian Investor pada 2022, serta The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific Award dari The Asian Banker pada 2021.

Selain aktif di dunia kebanksentralan, Perry juga dikenal produktif menulis buku dan publikasi ilmiah mengenai ekonomi dan moneter.

Beberapa karya yang pernah diterbitkannya antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), serta Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).

Harta Kekayaan Perry Warjiyo

Selain profil Perry Warjiyo, publik juga menyoroti harta kekayaan Perry Warjiyo setelah kabar dirinya mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2025 yang disampaikan pada 15 Maret 2026, total harta kekayaan Perry Warjiyo mencapai Rp80.500.957.247 atau sekitar Rp80,5 miliar. Dalam laporan tersebut, tidak tercantum kewajiban utang.

Aset terbesar yang dimiliki Perry berupa tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp52.326.069.532. Properti tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, Sleman, Sukoharjo, dan Karawang.

Selain aset properti, Perry Warjiyo juga memiliki sebuah mobil Mercedes-Benz S450 tahun 2023 senilai Rp2.085.625.000.

Adapun rincian aset lainnya meliputi harta bergerak senilai Rp1.032.000.000, surat berharga sebesar Rp20.878.577.399, kas dan setara kas Rp2.193.118.483, serta harta lainnya senilai Rp1.985.566.833.

Dengan tidak adanya utang yang dilaporkan dalam LHKPN, total harta kekayaan Perry Warjiyo tetap berada di angka sekitar Rp80,5 miliar, menjadikannya salah satu pejabat negara dengan aset yang cukup besar setelah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia selama dua periode.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : ANTARA
Gubernur Bank Indonesia gubernur bi mundur Perry Warjiyo Gubernur BI bank indonesia