Fakta-fakta Pencuri Ayam di Bali Tewas Dikeroyok Massa, Tangis Anak Korban Jadi Sorotan

Nur Pramudito • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 09:46 WIB
tangkapan layar video CCTV yang menunjukkan warga mengejar pria yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan dan suasana duka keluarga korban.(Instagram @balionline_id)
tangkapan layar video CCTV yang menunjukkan warga mengejar pria yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan dan suasana duka keluarga korban.(Instagram @balionline_id)

RADARSOLO.COM - Kasus pencuri ayam di Bali tewas dikeroyok massa menjadi perhatian publik setelah seorang pria berinisial KD meninggal dunia usai diduga tertangkap mencuri ayam aduan milik warga di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Peristiwa tragis tersebut tidak hanya menyisakan proses hukum, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga korban.

KD diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga anak, termasuk dua anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Berikut fakta-fakta terbaru mengenai kasus pencuri ayam Bali tewas dikeroyok massa yang mengundang perhatian masyarakat.

1. Pencuri Ayam Diduga Tertangkap Warga Saat Dini Hari

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 Wita di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan KD diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat.

"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," ujar Wiwik.

Warga yang sebelumnya mengeluhkan kehilangan ayam dalam waktu lama kemudian langsung bereaksi ketika mendapati KD berada di lokasi.

Selain mengeroyok korban hingga meninggal dunia, massa juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan KD saat berada di lokasi kejadian.

2. Polisi Selidiki Kasus Pencurian dan Dugaan Pengeroyokan

Saat petugas Polsek Baturiti datang sekitar pukul 02.00 Wita, KD sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seekor ayam milik korban pencurian, satu bilah golok, serta tas berisi tang, ketapel, batu, dan uang tunai.

Dalam kasus ini, polisi tidak hanya menangani dugaan pencurian ayam, tetapi juga melakukan penyelidikan terhadap aksi pengeroyokan massa yang menyebabkan korban tewas.

Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui secara lengkap rangkaian kejadian hingga menyebabkan KD kehilangan nyawa.

3. Tangis Anak Korban Saat Pemakaman Viral di Media Sosial

Di balik kasus pencuri ayam di Bali tewas dikeroyok massa, terdapat kisah pilu keluarga yang ditinggalkan.

KD merupakan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Anak pertama KD diketahui sudah berkeluarga. Sementara anak kedua masih duduk di kelas 1 SMA, dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.

Tangisan anak bungsu korban saat prosesi pemakaman di Kuburan Desa Adat Sidetapa pada Sabtu (25/7/2026) menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.

Kepala Desa Sidetapa I Made Sutama mengaku ikut merasa terpukul ketika melihat kesedihan keluarga korban.

"Sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," kata Sutama.

4. Kades dan Bupati Tabanan Sesalkan Aksi Main Hakim Sendiri

Kepala Desa Sidetapa I Made Sutama menyayangkan kejadian yang membuat warganya kehilangan nyawa.

Menurutnya, dugaan tindak pidana seharusnya diproses melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan yang berujung kematian.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," ujar Sutama.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan serta menyerahkan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap dugaan pelanggaran harus diselesaikan melalui proses yang berlaku.

5. Keluarga Korban Siapkan Langkah Hukum

Pihak keluarga KD belum langsung membuat laporan polisi karena masih dalam suasana berduka.

Namun, keluarga memastikan akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum setelah masa berkabung selesai.

"Kemungkinan setelah tiga hari baru akan ditindaklanjuti oleh keluarga. Kami ingin persoalan ini diserahkan kepada penegak hukum," kata I Made Sutama.

Pihak keluarga berharap polisi dapat mengungkap siapa saja yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan hingga menyebabkan KD meninggal dunia.

6. Pemkab Buleleng Beri Pendampingan untuk Anak Korban

Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan perhatian khusus kepada keluarga KD, terutama terkait masa depan anak-anak korban.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng bersama Dinas Pendidikan telah mendatangi rumah duka.

Pemerintah memberikan bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada keluarga korban.

Selain itu, pendidikan anak-anak KD juga menjadi perhatian. Pemerintah memastikan anak korban tetap dapat melanjutkan sekolah melalui bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Anak kedua korban yang saat ini duduk di kelas 1 SMK juga akan diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Karangasem dengan biaya ditanggung pemerintah.

Pemkab Buleleng juga akan membantu pemulihan psikologis anak-anak korban melalui pendampingan dari tim psikolog.

Pendampingan tersebut dilakukan agar trauma akibat peristiwa pencuri ayam di Bali tewas dikeroyok massa tidak berdampak panjang terhadap kondisi mental anak-anak korban.

Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Publik menunggu proses hukum untuk mengungkap secara jelas pihak-pihak yang terlibat dalam tragedi tersebut.

Editor : Nur Pramudito
Buleleng Tabanan pencurian ayam pencuri ayam tewas dihajar massa pencuri ayam tewas dikeroyok massa