RADARSOLO.COM - Sejumlah masyarakat mempertanyakan alasan bantuan sosial (bansos) yang sebelumnya rutin diterima tiba-tiba tidak lagi masuk.
Ada penerima yang merasa masih memenuhi kriteria, namun namanya tidak muncul kembali dalam daftar penerima bantuan pada periode terbaru.
Perlu dipahami, bansos bukan merupakan bantuan permanen yang otomatis diterima oleh orang yang sama setiap periode.
Pemerintah secara berkala melakukan evaluasi dan pembaruan data untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Melalui proses pemutakhiran tersebut, sebagian warga bisa tetap menerima bantuan, sebagian lainnya masuk sebagai penerima baru, sementara penerima lama dapat dihentikan apabila dianggap sudah tidak memenuhi persyaratan.
Lantas, apa saja penyebab seseorang tidak lagi mendapatkan bansos? Berikut penjelasannya.
Alasan tidak menerima bansos lagi
Salah satu faktor utama yang membuat seseorang tidak lagi mendapatkan bansos adalah perubahan hasil pendataan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan. DTSEN terus diperbarui oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.
Dalam proses pembaruan data, pemerintah dapat mengeluarkan penerima yang kondisi ekonominya dinilai sudah mengalami peningkatan.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi kesalahan sasaran bantuan atau inclusion error, yakni ketika bantuan masih diberikan kepada masyarakat yang sebenarnya sudah tidak masuk kategori miskin maupun rentan miskin.
Karena itu, penerima yang sebelumnya rutin memperoleh bansos bisa saja tidak lagi menerima bantuan pada tahap berikutnya.
Faktor yang menyebabkan bansos berhenti
Berikut beberapa alasan yang dapat membuat seseorang tidak lagi tercatat sebagai penerima bansos:
1. Tingkat kesejahteraan keluarga meningkat
Program bansos diprioritaskan untuk masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.
Apabila hasil pendataan menunjukkan kondisi keluarga sudah membaik atau tingkat kesejahteraannya meningkat, pemerintah dapat menghentikan bantuan tersebut dan mengalihkannya kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan.
2. Data penerima mengalami perubahan
Daftar penerima bansos bersifat dinamis dan dapat berubah setiap periode.
Artinya, masyarakat yang sebelumnya mendapatkan bantuan belum tentu akan tetap menerima pada pencairan berikutnya. Sebaliknya, warga yang sebelumnya belum menerima bantuan dapat masuk daftar penerima apabila memenuhi kriteria.
3. Tidak memenuhi hasil verifikasi dan validasi
Pemerintah melakukan pemeriksaan data untuk memastikan informasi penerima sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, seperti alamat tidak sesuai, data kependudukan bermasalah, atau kondisi ekonomi sudah berubah, maka status penerima bansos dapat dihentikan.
Indikator yang dapat membuat penerima keluar dari daftar bansos
Dalam menentukan kelayakan penerima, pemerintah menggunakan sejumlah indikator yang terdapat dalam DTSEN. Beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
Memiliki aktivitas kredit atau pinjaman
Kondisi ekonomi seseorang dapat dievaluasi berdasarkan aktivitas finansial tertentu, seperti:
- Cicilan kendaraan
- Kredit melalui bank atau koperasi
- Penggunaan layanan paylater
- Catatan riwayat kredit
Memiliki aset atau pengeluaran yang tergolong tinggi
Kepemilikan aset dan pola pengeluaran juga dapat menjadi bahan penilaian, contohnya:
- Rumah atau tanah bersertifikat
- Kendaraan dengan pajak aktif
- Penggunaan listrik dengan tagihan relatif tinggi
Mempunyai pekerjaan dengan pendapatan tetap
Masyarakat yang sudah memiliki penghasilan tetap pada umumnya tidak menjadi prioritas utama penerima bansos, seperti:
- Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Anggota TNI
- Anggota Polri
- Pegawai BUMN
- Pegawai BUMD
Kondisi ekonomi dianggap sudah mencukupi
Pemerintah juga dapat mempertimbangkan berbagai indikator lain, seperti:
- Kepesertaan BPJS Kesehatan Mandiri kelas 1 atau kelas 2
- Kepemilikan tabungan dalam jumlah tertentu
- Riwayat pinjaman
- Aktivitas transaksi keuangan
Jika hasil evaluasi menunjukkan kemampuan ekonomi penerima sudah meningkat, bantuan dapat dihentikan dan dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan.
Mengenal istilah desil dalam penentuan bansos
Dalam proses penentuan penerima bantuan, pemerintah menggunakan sistem desil, yaitu pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.
Pembagian kelompok desil tersebut meliputi:
- Desil 1: kelompok sangat miskin
- Desil 2: kelompok miskin
- Desil 3: kelompok hampir miskin
- Desil 4: kelompok rentan miskin
- Desil 5: kelompok ekonomi pas-pasan
- Desil 6 hingga 10: kelompok ekonomi menengah sampai mampu
Pada sejumlah program bansos, pemerintah biasanya memprioritaskan masyarakat yang masuk kategori desil 1 sampai desil 4.
Sementara itu, masyarakat yang masuk kelompok desil 6 hingga desil 10 memiliki kemungkinan tidak lagi menerima bantuan apabila hasil pendataan menunjukkan kondisi ekonominya sudah lebih baik.
Penyebab lain bantuan sosial tidak masuk
Selain perubahan kondisi ekonomi, terdapat beberapa faktor administrasi yang juga dapat menyebabkan bansos tidak diterima, di antaranya:
- Data kependudukan belum diperbarui
- NIK atau data Kartu Keluarga (KK) tidak sesuai
- Alamat tidak ditemukan saat proses pengecekan
- Penerima bantuan telah meninggal dunia
- Ada perubahan anggota keluarga yang memengaruhi kelayakan
Perubahan data keluarga maupun administrasi kependudukan dapat berpengaruh terhadap status seseorang sebagai penerima bantuan.
Langkah yang bisa dilakukan jika bansos berhenti
Bagi masyarakat yang merasa masih memenuhi syarat namun tidak lagi menerima bantuan, dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Mengecek status penerima bansos menggunakan NIK melalui situs atau aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Memastikan data NIK, KK, dan alamat sudah sesuai dengan kondisi terbaru
- Mengajukan pembaruan data melalui RT, RW, pemerintah desa, kelurahan, atau dinas sosial
- Menggunakan fitur Usulan pada aplikasi Cek Bansos apabila ingin mengajukan diri sebagai calon penerima
- Melaporkan apabila terdapat kesalahan data melalui layanan pengaduan Kemensos
Cara mengecek penerima bansos secara online
Masyarakat dapat mengetahui status penerima bantuan secara mandiri melalui laman resmi Kemensos dengan langkah berikut:
- Akses situs Cek Bansos Kemensos melalui cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan nomor NIK KTP.
- Isi kode verifikasi yang tersedia.
- Klik menu pencarian data.
Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima, termasuk jenis bantuan yang diterima apabila nama masih terdaftar.
Dengan demikian, tidak cairnya bansos tidak selalu berarti adanya kesalahan. Status penerima dapat berubah akibat pembaruan DTSEN, perubahan kondisi ekonomi, maupun hasil verifikasi pemerintah.
Masyarakat disarankan untuk rutin memperbarui data kependudukan agar penyaluran bantuan tetap berjalan sesuai sasaran.
Editor : Nur PramuditoSumber : cekbansos.kemensos.go.id